Layanan Pengobatan Gratis Mulai Dari Puskesmas

Banda Aceh ( Berita ) :   Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengimbau  masyarakat agar  memanfaatkan layanan pengobatan gratis  program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) sejak dari puskesmas hingga rumah sakit umum daerah di kabupaten/kota di  provinsi ini.

“Saya senang melihat masyarakat mulai mendapatkan pelayanan kesehatan  gratis dan baik, tapi warga harus tahu bahwa pelayanan JKA ini bisa juga didapatkan di puskesmas dan rumah sakit umum daerah di kabupaten/kota mereka masing-masing, tidak meski ke provinsi (RSUZA),” katanya di Banda Aceh, Selasa [24/08].

Hal tersebut dikatakan gubernur Irwandi Yusuf disela-sela  kunjungan inspeksi mendadak (sidak) di  Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA)  Banda Aceh.

“Hal itu perlu saya sampaikan mengingat mulai kewalahannya petugas medis RSUZA Banda Aceh, melayani membludaknya pasien rumah sakit yang menggunakan layanan JKA,” katanya.

Karena, kata gubernur jika ada warga yang menderita penyakit diare atau gatal-gatal  bisa ditangani di tingkat puskesmas atau RSUD kabupaten/kota setempat, tidak perlu harus ke RSUZA di Banda Aceh.

“Kita akan terus tingkatkan sosialisasi di jajaran petugas kesehatan di level puskesmas serta RSUD. Saya minta mereka harus juga memberi pelayanan yang baik sesuai dengan aturan yang ada,” jelas Irwandi. Dipihak lain, gubernur menilai  hingga saat ini perangkat medis di RSUZA, sudah lebih memadai dibandingkan  kondisi sebelumnya.

“Pelayanan dari petugas medispun sudah baik, mudah-mudahan bisa terus ditingkatkan, hanya saja untuk kebersihan harus lebih ditingkatkan lagi, sehingga tidak lagi ditemukan tempat sampah yang berkarat, atau ceceran kotoran dilantai,” katanya.

Sementara itu, direktur RSUZA,  Taufik Mahdi mengakui jumlah kunjungan poliklinik, sejak layanan JKA diluncurkan naik drastis hingga mencapai 200%. Dari angka 340 kunjungan, bertambah hingga 800 kunjungan poliklinik per harinya.

“Jadi memang petugas kami  sedikit kewalahan, namun mereka tetap dilayani, hanya saja kita menyarankan jika pasien menderita keluhan yang bisa ditangani puskesmas, mereka kita anjurkan ke puskesmas saja,? jelas Taufik.

Sedangkan untuk rawat inap, pasien selalu memenuhi jumlah tempat tidur yang ada, yakni 350 tempat tidur. ?Kita tidak bisa terima lebih dari itu, dan ruang rawat inap pasien selalu penuh,? katanya.

Pemerintah Aceh meluncurkan program layanan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) sejak awal Juni lalu. Program ini bertujuan untuk memberi layanan kesehatan kepada masyarakat yang kurang mampu.  ( ant )

You must be logged in to post a comment Login