Gunung Sinabung Semburkan Debu Dan Batu

Masyarakat dan wisatawan lokal menyaksikan Gunung Sinabung masih mengeluarkan Gumpalan dan partikel belerang hingga Sabtu [28/08] pagi . ( Dok Wsp)

*Kapolres T.Karo Berlakukan Status Siaga

TANAHKARO (Berita): Kapolres Tanahkaro AKBP Drs Agoes Prasetyo menyatakan, Gunung Sinabung saat ini dalam status siaga dan karenanya masyarakat yang bermukim di areal gunung tersebut tetap waspada membaca keadaan.

Demikian diungkapkan Kapolres Tanahkaro tersebur di rumah dinas Bupati Karo di Kabanjahe, Sabtu (28/8) dinihari. Saat ini, kata Kapolres, pihak personel Polres dan TNI tengah  berada di lapangan untuk membantu proses evakuasi warga sekaligus memberi semangat kepada warga yang saat ini mengungsi di pendopo Pemkab Karo.

Sementara itu, menurut informasi dari Dinas Sosial Karo, sebagian pengungsi ada yang menempati Jambur GBKP di Jalan Udara Berastagi, Jambur Lige Kabanjahe, Jambur Rumah Peceran Berastagi dan Jambur Rumah Kabanjahe.

Sedangkan, Sabtu siang ini, sebagian pengungsi juga ada yang sudah kembali ke daerah asalnya, saat semburan asap dan debu mulai reda. Mereka umumnya diangkut dengan kendaraan dari Yonif 125/Simbisa.

Sejak kemarin Jumat (27/8) malam, Gunung Sinabung menunjukkan tanda-tanda retak yang menyemburkan debu dan asap. Keadaan itu membuat warga desa yang bermukim di kaki Gunung Sinabung panik dan berhamburan keluar rumah.

Warga Desa Gurukinayan dan Desa Ujungteran di Kecamatan  Namanteran, Kabupaten Karo sekitar 20-an meter dari Berastagi sempat panik dan mengungsi ke daerah yang aman. Sementara 5 kepala keluarga warga di Kecamatan Namanteran dan beberapa penduduk Desa Garang terpaksa mengungsi ke Desa Peceran Berastagi.

Warga pada umumnya mendengar suara gemuruh dari posisi Gunung Sinabung dan sempat melontarkan debu dan bebatuan kecil yang menimbulkan kepanikan warga hingga mereka mengungsi ke Kota Berastagi dan Kabanjahe. Warga menduga Gunung Sinabung akan meletuas.

Masih Keluarkan Asap

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, hingga Sabtu pagi masih mengeluarkan gumpalan asap  meski tidak setebal sehari sebelumnya.

Gumpalan asap bercampur partikel belerang itu hanya menyelimuti sekitar kawah gunung yang berada di jajaran Pegunungan Bukit Barisan tersebut.”Ketebalan asap pagi ini (Sabtu-red)  memang jauh berkurang dibandingkan kemarin,” kata Abadinta Barus, warga Desa Lau Kawar.

Namun, lanjut dia, bau belerang masih terasa menyengat di beberapa desa yang tidak jauh dari kaki Gunung Sinabung. Gumpalan asap dapat disaksikan secara jelas dari beberapa desa di kaki Gunung Sinabung di antaranya Desa Sukanaluh, Tiga Derket, Namo Terang dan Desa Lau Kawar.

Menurut dia, warga di sekitar kaki gunung itu masih mencemaskan aktivitas gunung tersebut. “Beberapa jam sebelum asap tebal keluar dari kawah Gunung Sinabung kami juga mendengar suara gemuruh,” ujar Abadinta.

Gunung Sinabung sejak Jumat (27/8) petang hingga malam hari menyemburkan asap tebal bercampur partikel belerang. Semburan asap bercampur belerang itu mengakibatkan sebagian wilayah di kaki gunung itu diselimuti kabut asap dan hujan debu berwarna putih yang dipastikan mengandung belerang.

Peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya itu sempat membuat panik sejumlah warga yang bermukim sekitar kaki Gunung Sinabung.  Banyak warga bergegas meninggalkan rumah mereka dan mengungsi sementara ke rumah keluarga dan kerabat mereka di Kabanjahe dan Berastagi.

Informasi yang dihimpun ANTARA dari Kabanjahe menyebutkan sejak Sabtu [28/08] pagi sejumlah relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, Tagana Dinas Sosial Pemprov Sumatera Utara dan SWAT Resque berada di desa-desa yang tidak jauh dari Gunung Sinabung. Para relawan itu memberikan penyuluhan kepada warga desa tentang cara-cara mengantisipasi kemungkinan terjadi letusan gunung merapi.

PMI Kota Medan bekerja sama dengan instansi pemerintah terkait akan membagikan masker kepada warga desa guna mencegah gangguan pernafasan akibat menghirup udara bercampur belerang.( (tar/ant)

You must be logged in to post a comment Login