Inflasi Tinggi Turunkan Daya Beli Masyarakat

Kupang ( Berita ) :  Pengamat ekonomi makro dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Dr Thomas Ola Langoday SE.MSi mengatakan, inflasi yang tinggi akan menurunkan daya beli masyarakat yang berpenghasilan tetap.

“Konsekuensinya, tingkat kesejahteraan masyarakat juga ikut berpengaruh (turun), karena inflasi merupakan salah satu penyakit ekonomi makro,” kata Langoday yang juga dosen Fakultas Ekonomi Unika Widya Mandira Kupang itu, Sabtu [28/08].

Ia mengatakan jika perkiraan inflasi bulanan pada tingkat lokal diprediksi antara 7-8 persen hingga akhir 2010 maka hal ini merupakan tingkat inflasi yang tinggi di atas pertumbuhan ekonomi.

Langoday menambahkan secara y-o-y pada tingkat nasional inflasi untuk bulan September diperkirakan antara 11-12 persen dan merupakan inflasi yang tinggi karena telah berada berada pada level dua digit.  ”Ini perlu diwaspadai karena target pertumbuhan ekonomi nasional hanya 6,7 persen,” katanya.

Ia mengatakan jika tingkat inflasi tersebut berlangsung sampai akhir tahun dengan prosentase di atas tingkat pertumbuhan ekonomi maka pertumbuhan ekonomi tahun ini tidak akan dinikmati sama sekali oleh rakyat Indonesia.

“Agar pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati oleh rakyat maka tingkat inflasi harus ditekan di bawah rata-rata tingkat pertumbuhan ekonomi, baik pada tingkat nasional maupun tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” katanya. Ia memperkirakan masih ada kemungkinan inflasi akan berada ke posisi normal, yaitu plus minus 5 persen.

“Inflasi akan kembali ke posisi normal, yakni 5 plus minus 1 persen. Setinggi-tingginya bergerak ke level 6, tetapi juga bisa ke level 4,” katanya.

Peneliti ekonomi muda Bank Indonesia Cabang Kupang Maximilian Tutuarima yang dihubungi secara terpisah mengatakan tingkat inflasi pada bulan September 2010 diperkirakan mencapai 1-1,5 persen laju inflasi year on year (yoy) dengan perkiraan mencapai 11,51-12,06 persen.

“Kalaupun perkiraan ini benar, maka tingkat inflasi menjelang dan pada saat hari raya Idul Fitri 1431-H tergolong baik, sehingga tidak perlu dikhawatirkan,” katanya

Ia mengatakan jika perkiraan tingkat inflasi pada September nanti berakhir dengan angka tersebut, maka trend kenaikannya tidak akan melebih empat persen hingga akhir tahun.

Salah satu indikatornya adalah perkembangan tingkat inflasi Juli 2010 yang diumumkan Badan Pusat Statistik NTT pada 2 Agustus 2010, di mana NTT mengalami inflasi sebesar 2,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,23.

Inflasi ini terjadi karena adanya peningkatan harga yang  ditunjukkan oleh peningkatan indeks pada kelompok bahan makanan kebutuhan pokok lainnya yang terjadi selama bulan Juli bahkan hingga Agustus. (ant )

You must be logged in to post a comment Login