Jakarta ( Berita ) : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan, jangan remehkan kekuatan militer dan non militer Indonesia menghadapi berbagai ancaman terutama terhadap Malaysia. “Kekuatan kita tidak ada masalah. Kita siap. Apalagi Pasukan Reaksi Cepat kita siap untuk ditempatkan (deploy) jika perlu,” katanya, usai menghadiri buka bersama jajaran kementerian politik, hukum, dan HAM di Jakarta, Jumat [27/08].
Apalagi, Indonesia memiliki batalyon tempur yang banyak (terutama TNI Angkatan Darat) dan handal yang siap digerakkan setiap saat. Batalyon tempur kita terbaik di ASEAN, kata Purnomo. “Kita juga punya sumber daya manusia yang banyak. Jadi, dari sisi kesiapan, kekuatan, dan gelar, tidak ada masalah sama sekali. Jadi jangan ‘under estimate’ dengan kekuatan kita,” ujarnya.
Menhan menambahkan, kesiapan, kekuatan dan gelar tersebut meliputi kekuatan darat, laut dan udara. Sebelumnya, Purnomo menyatakan Indonesia juga siap menghadapi Malaysia di meja perundingan.
“Kita memiliki data dan fakta yang kuat tentang titik wilayah kita baik darat maupun laut yang berbatasan dengan Malaysia,” ungkapnya. Hubungan Indonesia-Malaysia kembali menghangat pasca penangkapan tiga petugas Kementerian Laut dan Perikanan oleh aparat Malaysia, saat bertugas di Tanjung Berakit, Indonesia. Namun, akhirnya kedua pihak sepakat kembali merundingkan persoalan perbatasan kedua negara di Kinabalu, Malaysia pada 6 September mendatang.
Tidak Ada Peningkatan
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan tidak ada peningkatan gelar kekuatan di wilayah perbatasan RI-Malaysia. “Hingga saat ini tidak ada laporan mengenai peningkatan eskalasi di perbatasan RI-Malaysia pascainsiden kemarin,” katanya usai menghadiri buka bersama jajaran Kementerian Politik, Hukum, dan HAM di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, berdasar pantauan di Nipah, Berhala, dan Rondo, tidak ada peningkatan eskalasi di perbatasan laut RI-Malaysia.
Pengamanan wilayah perbatasan darat dan laut Indonesia dengan negara lain, termasuk Malaysia, seperti biasa, atau standar normal, kata Purnomo menambahkan.
Hal senada diungkapkan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso yang mengatakan apa pun yang dilakukan TNI harus berdasar keputusan politik.
“Sampai saat ini, pemerintah menetapkan penyelesaian melalui jalur diplomasi. Ya, kita ikuti. Jadi, tidak ada penambahan atau peningkatan gelar kekuatan di perbatasan meski hubungan kedua negara (RI-Malaysia) menghangat,” tuturnya.
Hubungan Indonesia-Malaysia kembali menghangat pascapenangkapan tiga petugas Kementerian Laut dan Perikanan oleh aparat Malaysia saat bertugas di Tanjung Berakit, Indonesia. Namun, akhirnya kedua pihak sepakat kembali merundingkan persoalan perbatasan kedua negara di Kinabalu, Malaysia pada 6 September mendatang. (ant )
You must be logged in to post a comment Login