Sanaa ( Berita ) : Pasukan Yaman tidak membutuhkan pihak asing untuk memimpin operasi penumpasan terhadap Al-Qaeda, kata seorang pejabat, Kamis, menanggapi laporan-laporan bahwa AS mungkin meningkatkan serangan terhadap sayap Al-Qaeda di Yaman.
Pejabat keamanan itu menentang pernyataan para pejabat AS bahwa mereka akan meningkatkan serangan dan bersikeras Yaman bisa memerangi Al-Qaeda tanpa intervensi pihak luar, kata kantor berita Saba.
“Pasukan Yaman, dengan dukungan dari rekan dan saudara, bisa memikul tanggung jawab penuh untuk membasmi unsur-unsur Al-Qaeda dan unsur apa pun yang membantu mereka,” katanya. Yaman berusaha menumpas Al-Qaeda setelah mereka mengklaim bertanggung jawab atas usaha pemboman gagal terhadap sebuah pesawat AS pada akhir tahun lalu.
AS terlibat dalam operasi penumpasan militan di Yaman selama beberapa tahun ini, namun pemboman gagal itu telah membuat Washington begitu khawatir sehingga mereka meningkatkan pelatihan, informasi intelijen dan bantuan militer kepada Yaman dan mengirim pasukan khusus ke sana.
Peranan AS itu dipertanyakan pada pekan ini ketika Amnesti Internasional mengeluarkan sebuah laporan yang menyebutkan bahwa pasukan AS tampaknya bekerja sama dengan Yaman dalam serangan-serangan terhadap militan dalam aksi yang melanggar hukum internasional.
Kelompok hak asasi manusia itu mengatakan, pemboman udara terhadap tersangka gerilyawan Al-Qaeda merupakan pembunuhan di luar pengadilan, dan mereka mendesak AS mengklarifikasi keterlibatan pasukan atau pesawat tak berawaknya dalam serangan-serangan itu.
Pada Mei, media oposisi Yaman melaporkan, sebuah pesawat tak berawak melancarkan serangan udara dengan sasaran Al-Qaeda namun tanpa sengaja menewaskan seorang perunding pemerintah. Insiden itu menyulut bentrokan antara pasukan pemerintah dan kerabat korban.
Gerilyawan Al-Qaeda meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan Yaman pada Juni dan mengklaim serangan-serangan yang menewaskan puluhan orang dengan menyebutnya sebagai pembalasan atas kerja sama pemerintah yang meningkat dengan AS.
Yaman adalah negara leluhur pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden dan hingga kini masih menghadapi kekerasan separatis di wilayah utara dan selatan.
Yaman Utara dan Yaman Selatan secara resmi bersatu membentuk Republik Yaman pada 1990 namun banyak pihak di wilayah selatan, yang menjadi tempat sebagian besar minyak Yaman, mengatakan bahwa orang utara menggunakan penyatuan itu untuk menguasai sumber-sumber alam dan mendiskriminasi mereka.
Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh telah mendesak rakyat Yaman tidak mendengarkan seruan-seruan pemisahan diri, yang katanya sama dengan pengkhianatan.
Negara-negara Barat dan Arab Saudi, tetangga Yaman, khawatir negara itu akan gagal dan Al-Qaeda memanfaatkan kekacauan yang terjadi untuk memperkuat cengkeraman mereka di negara Arab miskin itu dan mengubahnya menjadi tempat peluncuran untuk serangan-serangan lebih lanjut.
Yaman menjadi sorotan dunia ketika sayap regional Al-Qaeda AQAP menyatakan mendalangi serangan bom gagal terhadap pesawat penumpang AS pada Hari Natal.
AQAP menyatakan pada akhir Desember, mereka memberi tersangka warga Nigeria “alat yang secara teknis canggih” dan mengatakan kepada orang-orang AS bahwa serangan lebih lanjut akan dilakukan.
Para analis khawatir bahwa Yaman akan runtuh akibat pemberontakan Syiah di wilayah utara, gerakan separatis di wilayah selatan dan serangan-serangan Al-Qaeda. Negara miskin itu berbatasan dengan Arab Saudi, negara pengekspor minyak terbesar dunia. Sanaa menyatakan, pasukan Yaman membunuh puluhan anggota Al-Qaeda dalam dua serangan pada Desember.
Kedutaan Besar Inggris di Sanaa juga menjadi sasaran rencana serangan bunuh diri Al-Qaeda yang digagalkan aparat keamanan Yaman pada pertengahan Desember.
Sebuah sel Al-Qaeda yang dihancurkan di Arhab, 35 kilometer sebelah utara ibukota Yaman tersebut, “bertujuan menyusup dan meledakkan sasaran-sasaran yang mencakup Kedutaan Besar Inggris, kepentingan asing dan bangunan pemerintah”, menurut sebuah pernyataan yang dipasang di situs 26Sep.net surat kabar kementerian pertahanan.
Selain separatisme, Yaman juga dilanda penculikan warga asing dalam beberapa tahun ini. ( ant/rtr )
You must be logged in to post a comment Login