Jakarta ( Berita ) : Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane mengatakan bahwa Kepala Kepolisian Republik Indonesia terpilih salah satunya syaratnya harus bisa memberikan teladan di jajarannya.
“Saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah kapolri yang bisa menjadi teladan terutama di jajarannya, karena banyaknya kritikan atas prilaku ‘aneh’ anggota polri,” kata dia di Jakarta, Senin [30/08].
Neta mengatakan banyak anggota polri yang tingkah lakunya kurang berkenan di mata masyarakat, karena krisis kepemimpinan di tubuh lembaga ini.
“Selain kurang adanya keteladanan di tingkat pimpinan polri, didukung pula dengan lemahnya pengawasan atau kontrol di internal, sehingga menimbulkan masalah diantaranya adalah rekening “gendut” beberapa perwira polri,” katanya.
Masa jabatan Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri berakhir tahun ini. Kini, Polri sedang mencari siapakah yang bakal menjadi Tribrata I
Ada delapan calon kuat pengganti Bambang diantaranya Komjen Pol Nanan Soekarna, lulusan Akpol 1978 yang kini menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri; Komjen Pol Ito Sumardi, lulusan Akpol 1977 kini menjabat Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim), Polri Irjen Pol Oegroseno lulusan Akpol 1978 yang kini Kapolda Sumatera Utara dan Irjen Timur Pradopo, lulusan Akpol 1978 kini Kapolda Metro Jaya.
“Dari delapan calon yang namanya sudah beredar tersebut, ada beberapa nama yang memiliki integritas kuat tidak dapat diintervensi dalam menanggani suatu masalah,” kata Neta, menjelaskan.
Neta juga mengharapkan komitmen presiden maupun DPR RI komisi III, untuk mengontrol kinerja dari kapolri terpilih. “Presiden maupun komisi III berani menegur atau mencopot kapolri yang terpilih bilka melakukan kesalahan,” katanya. (ant )
You must be logged in to post a comment Login