MEDAN (Berita) : Wacana pemberian uang Tali Asih sebagai pengganti pengadaan paket lebaran untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pensiunan se jajaran Pemerintahan Kota Medan pada tahun ini batal terlaksana karena terbentur oleh Perda APBD Tahun 2010.
“Pada dasarnya, Walikota sudah menyetujui tentang rencana itu, namun setelah dipelajari, untuk mengubah paket tersebut, Pemko Medan harus merevisi Perda APBD terlebih dahulu. Mungkin tahun depan baru dapat dilakukan setelah perubahan APBD tersebut,” ujar Kabag Perlengkapan dan Aset Sekretariat Pemerintah Kota Medan, Drs Abdullah Matondang, kepada Berita, Selasa (31/08), di gedung DPRD Medan.
Bahkan, untuk pengadaan paket lebaran tersebut, Pemerintah Kota Medan telah menunjuk CV Surya Sakti, sebagai pemenang tendernya karena mengajukan penawaran terendah yakni sebesar Rp 4.888.700.000, dari jumlah pagu sebesar Rp 5,8 milyar. CV Surya Sakti terpilih sebagai pemenang setelah mengalahkan dua perusahaan lainnya, yakni PT Mulya Perkasa (Rp 5.094.850.000) dan UD Brahmana (Rp 5.123.285.000).
“Saat ini perusahaan tersebut telah melakukan pekerjaannya untuk menyiapkan paket lebaran sebanyak 3000 paket. Mungkin dalam minggu ini, paket tersebut sudah dapat dibagi-bagikan kepada PNS dan Pensiunan,” ujar Abdullah.
Sebagai penggagas wacana tersebut, Abdullah Matondang mengatakan, pemberian tali asih berupa uang sebesar Rp 200.000 ini, sangat manfaat. Karena dengan uang tersebut, si penerima menggunakan uang itu untuk membayar zakat fitrah atau salam tempel untuk anak cucu ataupun keponakannya yang masih kecil-kecil.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Medan, Drs HM Fitriyus SH MSP, kepada Berita, mengakui, tidak gampang mengubah Perda APBD Tahun 2010 tentang pergantian Paket Lebaran menjadi uang Tali Asih kepada PNS dan Pensiunan. Sebab itu harus dilakukan kajian-kajian terlebih dahulu yang lebih mendalam.
“Untuk tahun ini memang tidak bisa kita gantikan dengan uang paket tersebut, karena harus ada kajian yang mendalam. Tetapi kalau untuk tahun depan dan seterusnya tidak tertutup kemungkinan itu bisa kita laksanakan setelah melakukan pengkajian tersebut,” jelas Fitriyus. (don)
You must be logged in to post a comment Login