UMA Pascasarjana Berbagi Dengan Anak Yatim

MEDAN (Berita): Momen bulan penuh rahmat dimanfaatkan Pascasarjana Universitas Medan  Area  (UMA) untuk berbagi dengan sesama dengan memberikan bantuan ke panti asuhan sekaligus  memberikan santunan ke anak-anak yatim piatu.
“Kegiatan berbuka puasa sekaligus menyantuni anak-anak yatim merupakan kegiatan  rutin yang setiap tahunnya kami lakukan,” kata Direktur Pascasarjana UMA, Drs Heri  Kusmanto,MA, Selasa [31/8] di kampus itu Jalan Sei Serayu Medan.

Kusmanto menyebutkan santunan yang berasal dari keluarga besar UMA tersebut  disalurkan kepada 50 anak yatim piatu yang berada di sekitar lingkungan kampus, selain itu  pihaknya juga telah menyalurkan bantuan sosial ke beberapa panti asuhan di Medan.

“Kegiatan  ini kami lakukan  sebagai bentuk silaturahmi sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab sosial  UMA,” ujarnya.  Terkait bencana yang terjadi di Sinabung, UMA akan segera mengirimkan bantuan berupa bahan makanan, pakaian dan uang tunai.

Selain itu Pascasarjana UMA juga akan mengirimkan tim taruma center untuk membantu para pengungsi yang mungkin  mengalami trauma pascabencana.
Kusmanto mengatakan pihaknya akan segera mengirimkan bantuan ke Sinabung, dan saat ini tim survey sedang melihat kondisi di sana.  Kepedulian pascasarjana UMA selama ini terhadap bencana pernah mendapatkan penghargaan dari PMI.
“Penghargaan itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus tanggap meberikan bantuan  bila terjadi bencana,” katanya.

Hadir dalam acara buka puasa itu dosen-dosen pascasarjana UMA, Koordinator Kopertis Sumut-NAD, Zainuddin. Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiyah disampaikan ustadz M Nuh.   M Nuh menyampaikan dalam bulan ramadan ini sebaiknya menjadi momen untuk merenung bagi umat muslim terutama pada 10 hari terakhir ramadan. Apalagi saat ini masyarakat Sumut juga mendapatkan bencana dengan meletusnya gunung Sinabung.

“Ramadan ini sangat baik untuk dijadikan momen merenung bagi kita mungkin saja  setelah bencana Sinabung akan datang bencana lainnya yang tak terpikirkan oleh kita, untuk  itulah perlunya kita merenung dan mengharapkan bimbingan dari allah mudah-mudahan di akhir  ramadan ini kita dapat meraih ketakwaan,”kata M Nuh.(aje)

You must be logged in to post a comment Login