Produk Malaysia Tetap Banjiri Dumai

DUMAI  ( Berita ) : Meski negara serumpun bersiteru, tapi jelang lebaran tahun ini di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Dumai tetap saja dibanjiri produk makanan dan minuman asal negara Malaysia. Produk impor yang mengalahkan produk dalam negeri itu berupa minuman kaleng berbagai merek dan berbagai jenis kue, serta roti.

Biasanya produk impor dari Negara Malaysia tersebut harganya lebih murah ketimbang produk dalam negeri. Barang-barang tersebut dijadikan sebagai hadiah bagi kalangan rekanan bisnis, rekan sejawat, politisi dan pendukungnya, serta mitra kerja lainnya. Budaya berbagai itu tertanam di masyarakat Dumai, sehingga di setiap rumah ada minuman kaleng produksi Negara Malaysia.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Perlindungan Konsumen (PPNS-PK) Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Riau, Jon Helfi, mengatakan produk impor yang beredar di Dumai sudah terdata oleh pihaknya. Namun, dia tak tahu secara persis berapa jenis produk impor di pasaran yang telah memiliki izin edar.

Namun, dari sekian banyak yang telah memiliki izin, juga masih ditemukan beberapa produk yang tak memiliki izin edar. Hal itu terbukti dari razia yang dilakukan Balai Pengawasa Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Dumai, terutama di Pasar Swalayan.

“Produk makanan dan minuman yang ditemukan tidak memiliki izin edar langsung kami rusak kemasannya agar tidak dijual kembali oleh pedagang. Sebab, barang tanpa izin edar tersebut telah merugikan negara,” kata Sumaryana, Kepala BPOM Pekanbaru, kemarin, usai razia.

Menurutnya, pihaknya berkewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap produk makanan, minuman, dan obat-obatan di pasaran. Dimana produk makanan dan minuman impor harus memiliki izin edar di daerah ini. Arti kata, produk asal Negara luar harus memiliki label Merek Luar (ML). Bila hal itu tak dipenuhi berarti melanggar ketentuan yang berlaku. (djv/eed)

You must be logged in to post a comment Login