TAMU WASPADA: Utusan Khusus Republik Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito ( tengah) didampingi Bupati Serdang Bedagai Erry Nuradi (kiri) berbincang dengan Pemred Harian Waspada Prabudi Said di Bumi Warta Harian Waspada Medan, Kamis (26/1). (Repro/WSP/Surya Efendi )
MEDAN ( Berita ) : Utusan Khusus Republik Seychelles untuk ASEAN mengajak pemerintah daerah, pebisnis dan para pemilik dana di Sumatera Utara memasuki pasar Afrika melalui negara tersebut.
Ajakan itu disampaikan langsung Special Envoy of The Republic of Seychelles for ASEAN (utusan khusus Republik Seychelles untuk ASEAN) Nico Barito saat berkunjung ke gedung Bumi Warta Harian Waspada Medan, Kamis (26/1). Dia datang bersama Bupati Serdang Bedagai (Sergai) HT Erry Nuradi, Rachmad Karo-karo, staf ahli Bupati Sergai dan Mariyono, Kabag Humasy Pemkab Sergai.
Mereka diterima Pemimpin Redaksi Harian Waspada Prabudi Said, Redaktur Pelaksana Berita Armin Nasution dan Redaktur Sumatera Utara T. Dony Paridi.
Nico Barito yang dulu bekerja untuk PBB bercerita tentang Republik Seychelles. Ketika dia memperkenalkan negara tersebut baru ada pemahaman tentang letak negara. Dia mengatakan ini adalah negara kepulauan.
Republik Seychelles berada di tengah Samudera Hindia, merupakan negara kepulauan di kawasan Afrika. Letak Seychelles strategis, berada sekitar 1.600 kilometer sebelah timur daratan Afrika dan timur laut Madagaskar.
Penduduk Seychelles, menurut Nico, 85 ribu jiwa dengan pendapatan per kapita 28.000 dolar AS mewakili keragaman etnis seperti Eropa, Arab, China, India, dan dari sejumlah negara Asia lain.
Dari Jakarta, saat ini, kata dia, ada penerbangan setiap hari dengan melintas ke Dubai. Jakarta-Dubai makan waktu tujuh jam, kemudian dari Dubai ke Seychelles sekira empat jam.
“Negara ini setidaknya menjadi destinasi khusus. Juga menjadi financial hub. Bahkan bisa juga menjadi international business offshore,” tuturnya. “Saya melihat Seychelles dan Sumut bisa berhubungan. Bahkan negara ini bisa dimanfaatkan untuk memasuki pasar Afrika.” Dia mengatakan jumlah penduduk Afrika saja sekira 800 juta orang. “Jika ingin menggali pasar baru, Seychelles merupakan hub yang menguntungkan,” jelasnya.
Kalaupun tidak mau ke Afrika, ada negara-negara kecil di kawasan Seychelles. Negara tetangga Seychelles ialah Mauritius dan Reunion di sebelah selatan, Komoro dan Mayotte di barat daya, dan Maladewa di timur laut. “Negara di kawasan tersebut butuh consumer goods yang banyak diproduksi di wilayah Sumut,” ungkapnya.
Untuk tahap awal perkenalan produk dari Sumatera Utara diwakili Serdang Bedagai tahun ini, kata dia. “Selama ini kita hanya dengar di Serdang Bedagai ada sawit, karet dan consumer goods bahkan dodol. Maka dalam carnaval Seychelles yang mulai 2 Maret, Sergai ambil bagian,” jelasnya.
Mana tahu setelah itu akan ada kontak bisnis sehingga hubungan pebisnis Sumut dengan Seychelles terjalin, jelasnya. Erry Nuradi mengungkapkan ini memang salah satu upaya daerahnya masuk ke pasar lain.
“Sering kita lihat produk kita banyak yang bisa dijual ke negara lain. Inilah salah satu cara. Kita ikuti carnaval sehingga nanti ada promosi dan langkah apa saja yang bisa diambil untuk bekerjasama,” tuturnya.
One village one product
Selain kunjungan tersebut, Erry Nuradi seperti rutinitas setiap tahun juga menyerahkan buku edisi khusus perkembgangan kabupaten yang dipimpinnya selama 2011. Dia menyatakan kalau selama ini Sergai sudah melakukan berbagai upaya untuk mendorong kemajuan daerahnya, tahun ini pun akan melanjutkan hal sama.
“Dulu kita dikenal sebagai perintis one stop service perizinan. Lalu kita lanjutkan dengan program pendidikan serta pariwisata. Kalau tahun ini saya ingin fokus dengan program pemerintah one village one product (OPOP). Tiap kecamatan nanti ada produk unggulan,” jelasnya.
Menurut Erry, seringkali produk Sumut atau juga Sergai sering tak dikenal setelah sampai di luar negeri. “Sebab sudah ganti kemasan. Itu sebabnya dengan OPOP kita ingin memperkenalkan secara maksimal ke luar negeri,” kata Erry Nuradi.
Di kesempatan itu, Prabudi Said sedikit menyinggung tentang produk dari Sumut yang harus memperhatikan kualitas. “Saya punya pengalaman beli dodol untuk dibawa ke Amerika. Pertama dibawa enak. Tapi ketika beli lagi dan bawa ke sana rasanya sudah beda. Itu mengecewakan. Saya ingin pesankan kepada Pak Bupati untuk ikut memberi warning pada pengusaha kita mempertahankan kualitas produk,” tuturnya.
Dalam pertemuan tersebut banyak sekali topik pembicaraan mengalir. Termasuk keberadaan Seychelles serta upaya Serdang Bedagai terus memajukan daerahnya. Di akhir pertemuan Erry Nuradi menyerahkan buku edisi khususnya kepada Prabudi Said dan Nico Barito. Kemudian secara khusus Prabudi Said menyerahkan buku sejarah peristiwa 60 tahun halaman satu Harian Waspada kepada Nico.(WSP/m06)
You must be logged in to post a comment Login