Home » Archives by category » Opini » Pembaca Menulis (Page 2)

KPK Selidiki Korupsi PLN , Semoga Cepat Selesai

Komentar Dimatikan

KPK sedang menyelidiki korupsi di PLN Pusat dan  perwakilannya di daerah. Penyelidikan pendahuluan dilakukan di PLN Lampung. Memang masih tahap pendahuluan namun sifatnya sama dengan PLN Jawa Timur. Demikian berita di surat kabar terbitan Medan. Korupsi dapat terjadi di mana-mana termasuk di perusahaan milik negara seperti halnya PT PLN. Bahkan sudah banyak  suara di masyarakat [...]

Continue reading …

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan  pertemuan dengan pihak KPK dan Kepolisian guna lanjutan pemberantasan korupsi, Senin 13 Juli  2009 di Jakarta. Rapat ini merupakan koordinasi lanjutan pemberantasan korupsi. Demikian berita di surat kabar terbitan Medan. Pemberantasan korupsi adalah satu keinginan dari pemerintah bersama rakyat. Hanya sayang tindakannya lebih banyak  tidak terlaksana, namun selalu dikeluhkan masih [...]

Continue reading …

Selama 18 bulan ini Departemen Keuangan(Depkeu) telah menutup lebih dari 4000 rekening liar senilai Rp7 triliun  dari berbagai instansi atas teguran Menteri Keuangan  (Menkeu). Menurut Irjen Depkeu  Hekimas Manao penutupan rekening liar ini karena ditemukan dalam klarifikasi yang kemudian ditindaklanjuti dan dibuat tegoran ke berbagai instansi. Demikian berita di surat kabar terbitan Medan. Mengenai rekening [...]

Continue reading …

Mahkamah Konstitusi(MK) Senin 6 Juli 2009 memutuskan, KTP, Paspor yang masih berlaku boleh mencontreng Pilpres Rabu 8 Juli 2009. Mereka berhak memilih di tempat tinggalnya di mana KTP itu tinggal dan diberikan satu jam sebelum waktu pencontrengan. Dengan demikian orang yang yang tidak mendapat panggilan melalui Daftar Pemilihan Tetap(DPT) seperti yang dihebohkan minggu terakhir menjelang [...]

Continue reading …

Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) telah menemukan 9.013 kasus dari 85 kementerian/lembaga yang bernilai  Rp233,76 triliun Yang sudah ditindaklanjuti  7062 kasus dengan nilai Rp52 triliun lebih sedang dalam proses 3130 dengan nilai Rp108 triliun lebih. Yang belum diproses 3602 kasus dengan nilai Rp62,9 triliun lebih. Demikian berita di surat kabar terbitan Medan. Berita ini membuktikan, jika diandalkan [...]

Continue reading …

Rabu 8 Juli 2009 merupakan hari yang paling berharga bagi seluruh warga negara Indonesia yang berhak memilih. Saat itu diundang untuk datang memberikan suara/mencontreng siapa yang bakal jadi pemimpin bangsa ini. Tua-muda, kaya-miskin  sama nilai suaranya. Tidak ada istilah karena kaya, pemimpin partai dan pejabat tinggi nilai suaranya menjadi bertambah. Yang terpenting adalah yang membuat [...]

Continue reading …

Ketiga Capres Pilpres 8 Juli 2009, mengatakan akan berupaya mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Ini merupakan topik yang dibuat KPU   bagaimana visi dan misi ketiga Capres tersebut. Mereka mengutarakan buah pikirannya hanya beberapa menit. Demikian berita di siaran TV Jakarta. Sudah cukup lama ada keinginan dari perjabat tinggi negara dan jajarannya,  untuk mengentaskan kemiskinan dan [...]

Continue reading …

Jangan Main Politik Uang, Siapa Yang Mau Memberi ?

Komentar Dimatikan

Calon Presiden Megawati Soekarnoputri mengulangi, jangan mau masyarakat berpolitik uang yakni ada orang tertentu memberi uang untuk memilih calon tertentu. Boleh saja pemberian itu langsung dari anggota partai pendukung, tim sukses dan lain sebagainya. Politik uang mengotori  demokrasi yang sedang dibangun. Demikian berita di surat kabar terbitan Medan. Politik uang selalu jadi masalah jika ada [...]

Continue reading …

Pihak PT PLN Sumatera Utara meminta bantuan kepada Kejatisu di Medan, untuk menagih rekening Rp30 miliar. Persoalan ini dihadapi PT PLN setiap tahun.  Karena itu memberi kuasa hukum untuk menagih menagih rekening tersebut. Demikian berita di surat kabar terbitan Medan. Persoalan rekening macat dan pencurian arus listrik, sudah lama jadi masalah. Hanya pihak PT PLN [...]

Continue reading …

Saatnya Mengakhiri Politik Dagang Sapi

Komentar Dimatikan

SEJAK pemilu 1955 hingga sekarang, pola politik di negeri kita masih politik dagang sapi. Seusai pemilu, maka masing-masing parpol berkeinginan kadernya duduk di dalam pemerintahan, baik sebagai menteri ataupun nonmenteri. Yang tidak kebagian kursi kemudian menjadi oposisi atau barisan sakit hati.

Continue reading …