<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Harian Berita Sore &#187; Rosihan Anwar</title>
	<atom:link href="http://beritasore.com/category/opini/rosihan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://beritasore.com</link>
	<description>Semua Berita Layak Online</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 10:06:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.4</generator>
		<item>
		<title>Burqa Di Prancis</title>
		<link>http://beritasore.com/2010/07/06/burqa-di-prancis/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2010/07/06/burqa-di-prancis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 09:28:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=56135</guid>
		<description><![CDATA[BUEQA ialah busana yang dipakai oleh wanita Muslim dalam mengikuti ketentua syariah yaitu seluruh tubuh dari ujung hingga kaki ditutup, tidak boleh aurat terlihat, hanya ada lobang terbuka bagi kedua belah mata. Tidak  semua perempuan Muslim memakai burqa. Di Afghanistan semasa pemerintah Taliban yang fundamentalis wanita diwajibkan memakai burqa,bila pergi keluar rumah. Di Eropa ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BUEQA ialah busana yang dipakai oleh wanita Muslim dalam mengikuti ketentua syariah yaitu seluruh tubuh dari ujung hingga kaki ditutup, tidak boleh aurat terlihat, hanya ada lobang terbuka bagi kedua belah mata. <span id="more-56135"></span>Tidak  semua perempuan Muslim memakai burqa. Di Afghanistan semasa pemerintah Taliban yang fundamentalis wanita diwajibkan memakai burqa,bila pergi keluar rumah. Di Eropa ada wanita Muslim yang memakai burqa, ada yang tidak. Di Indonesia banyak wanita memakai jilbab, tapi sedikit yang memakai burqa.</p>
<p>Di Prancis penduduknya yang beragam Islam, kebanyakan migran yang datang bekerja di Prancis dari Aljazair, Marokko, ada yang memakai burqa, dan tampak bergerak di jalanan dengan tubuh terbalut oleh kain sama sekali. Menurut keterangan pemerintah Prancis, hanya sekitar 1500 wanita pakai burqa yang muncul dijalanan. Jumlah itu sedikit sekali, bila dibandingkan dengan jumlah penduduk beragam Islam yang tinggal menetap di Prancis. Bahkan kebanyakan penduduk Muslim itu sudah menjadi warganegara Prancis.</p>
<p>Lebih dari separoh jumlah responden yang ditanyakan dalam sebuah penyelidikan pendapat umum mengatakan setuju dengan adanya larangan memakai burqa. Sikap pemerintah Prancis melarag  burqa tidak ada kaitan dengan salah langkah fashion. Juga tidak berhubunga denga hak wanita larangan itu dimaksudkan sebagai usaha pemerintah menyampaikan sebuah pesan kepda masyarakat. Prihatin dengan meningkatnya jumlah orang Muslim yang secara menikmati hak-hak istimewah atau privileges kehidupan di Barat, maka warganegara dan politisi Prancis berpendapat mereka merasa perlu memulihkan &#8220;sifat ke Prancis-an&#8221; atau &#8220;Franchess&#8221; di jalan-jalan umum mereka.</p>
<p>Tidak jelas betul apa yang dimaksudkan degan &#8220;Frnachess&#8221; tadi. Tapi rupanya ada kesepakatan hal itu berarti suatu masyarakat homogeem, terpadu satu, atau paling tidak suatu masyarakat yang multikultural dengan penduduk orang asing yang telah terintegrasikan dengan bagus.</p>
<p>Apakah masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat yang didambakan atau tidak, larangan terhadap burqa bukanlah jalan untuk sampai pada yang dimaksudkan. Kekacauan timbul karean rekomendasi komisi parlemen Prancis untuk mengadakan larangan sebagian terhadap pemakaian burqa. Burqas dilarang memakainya di rumah sakit, sekolah, kantor pemerintah dan transpor publik. Wanita yang menantang larangan burqa tidak diberi jasa-jasa publik.</p>
<p>Laporan komisi parlemen Prancis mengatakan &#8220;pemakaian cadar itu adalah sebuah tantangan bagi republik kita. Ini tidak bisa diterima. Kami harus menghukum ekses ini&#8221;.</p>
<p>Jika kurag daripada 2000 orang perempuan Muslim mampu memberikan tantagan bagi republik, maka Prancis mestinya dibangun atas pondamen lemah.</p>
<p>Para pendukung larangan terhadap pemakaian burqa itu mengklaim bertindak dalam perjuangan persamaan, bahwa burqa itu adalah suatu simbol dari penindasan terhadap perempuan-perempuan. Presiden Prancis Sarkozy yang menyatakan secara publik bahwa busana burqa itu tidak &#8220;bersambut baik di Prancis&#8221; mengucapkan pada tahun 2007 bahwa &#8220;Prancis tidak akan meninggalkan kaum perempuan yang telah dihukum mengerakan burqa&#8221;.</p>
<p>Ironi melawan penindasan dengan sebuah larangan rupanya tidak dicatat orang.Yang telah diusulkan adalah suatu penyerbuan atau invasi serius terhadap kebebasan pribadi tanpa adanya pembenaran atau yustifikasi yang masuk akal. Memang, kebebasan-kebebasan individual atau perorangan bisa dipangkas dikurangi secara hukum, apabila keadaan-keadaan seperti sekuriti, pencegahan kejahatan atau kekerasan membenarkannya. Akan tetapi pembenaran atau yusrifikasi yang diberikan bagi pembatasan atau restriksi kebebasan-kebebasan keagamaan oleh larangan burqa persamaan penindasan kaum perempuan, perlindungan nilai-nilai budaya Prancis tampaknya tidak berada pada dasar yang serupa.</p>
<p>Untuk memulainya, pendapat-pendapat mengenai nilai-nilai budaya adalah sangat subyektif. Siapakah yang memutuskan jika barang-barang khusus cocok dengan nilai-nilai Prancis ? Bisakah kita mempercayai politisi dan kaum birokrasi untuk membuat keputusan-keputusan ini untuk kita ?</p>
<p>Kedua, dimanakah anda menarik garis ? Apakah sorban-sorban, yarmulkes, sari, salwars dan rok-rok panjang merupakan yang menyusul berikut ? Banyak kelompok, termasuk beberapa femilis, menyatakan bahwa salib-salib dan tanda-tanda silang adalah contoh-contoh dari penindasan bersifat patriarchat atau kebapakan. Apakah suatu laragan pemerintah terhadap barag perhiasan yang mengandung salib akan bisa dibenarkan ? Ini adalah sebuah lereng landaian yang menggelincirkan. Jika kita mendukung suatu larangan terhadap burqa atas dasar bahwa kita tak suka pakaian tersebut, atau bahwa dia menghina pikiran kebebasan kita, atau dia membuat kita merasa tak senang, maka kita akan membuka diri kita sendiri bagi semua cara kompromi mengenai banyak pilihan pribadi yang tidak populer yang kita bikin dalam kehidupan sehari-hari, demikian tulis Sandeep Gopalan dari National University of Ireland. (H Rosihan Anwar)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2010/07/06/burqa-di-prancis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HarapanBan Ki Moon</title>
		<link>http://beritasore.com/2009/02/27/harapanban-ki-moon/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2009/02/27/harapanban-ki-moon/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 10:52:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=21364</guid>
		<description><![CDATA[APAKAH harapan Sekjen PBB Ban Ki Moon pada tahun 2009 ? Dia menyatakan tekadnya yaitu ‘Kita tidak akan mundur dari komitmen kita untuk berjuang melawan kemiskinan dan penyakit. Kita akan membela hak negeri-negeri yang paling miskin untuk bertumbuh dan berbagi di dalam suatu kemakmuran global yang diperbaharui dan benar sifatnya’. Selanjutnya Ban Ki Moon mengajak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">APAKAH harapan Sekjen PBB Ban Ki Moon pada tahun 2009 ? Dia menyatakan tekadnya yaitu ‘Kita tidak akan mundur dari komitmen kita untuk berjuang melawan kemiskinan dan penyakit. Kita akan membela hak negeri-negeri yang paling miskin untuk bertumbuh dan berbagi di dalam suatu kemakmuran global yang diperbaharui dan benar sifatnya’.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV"><span id="more-21364"></span>Selanjutnya Ban Ki Moon mengajak ‘Marilah kita bersikap praktis dan kesampingkan harapan &#8211; harapan muluk terhadap apa yang mungkin ada, lalu memfokuskan pada yang mesti ada. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">Tahun 2009 akan menjadi tahun perubahan iklim,yang adalah satu-satunya ancaman sesungguhnya bagi planet kita. Kita punya 12 bulan<span> </span>singkat ke Copenhagen di mana pemimpin-pemimpin dunia bakal berkumpul untuk menghasilkan sebuah persetujuan konprehensif yang mengurangi pemanasan global. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">Di tengah<span> </span>kesukaran keuangan kita, beberapa orang bertanya apakah kita mampu menanggulangi perubahan iklim. Pertanyaan sebenarnya ialah bagaimanakah kita mampu untuk tidak menanggulangi perubahan iklim ? Saya berharap<span> </span>mengirimkan sebuah perjanjian perusahaan<span> </span>iklim global kepada pemerintah -pemerintah dunia dan melihatya diratifikasikan oleh antara lain Senat AS pada akhir tahun 2010’.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">‘Apabila kita memandang<span> </span>ke dalam kita akan kehi-langan peluang-peluang melaksanakan perubahan di tempat-tempat seperti Pantau Gading atau Bangladesh yang keduanya sedang berusaha mengorganisir pemilu yang demokratis atau Kongo di mana perang dan damai begitu rapuh berimbang adanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">Bila kita berpaling ke dalam atau memeluk protaksionisme, maka perdagangan dan pertumbuhan globe akan menderita. Bila kita berpaling ke dalam, kitabakal kehilangan peluang -peluang bersifat generasi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">Tahun 2009 kita punya peluang untuk memungut di mana Mikhail Gorbachev dan Ronald Reagan berhenti bertahun-tahun yang silam yakni berada dekat sekali kepada persetujuan menghapuskan senjata-senjata nuklir. Kita tidak mesti membiarkan ketakutan menggelapkan visi kita ke masa depan,’ demikian Sekjen PBB.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">Bertrand Delence Walikota Paris berkata ‘Krisis ekonomi menuntut pengaturan tiada taranya dari sistim keuangan internasional oleh para pemimpin kita. Tapi terdapat tantangan -tantangan<span> </span>lain zaman sekarang yaitu terutama lingkungan di maka tiap bangsa bertanggungjawab adanya, krisis pangan yang menghendaki sumber-sumber dana keuangan dan perubahan mendalam dalam hubungan Utara-Selatan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">Dunia berada di persimpangan jalan. Tanpa kemuan politik, tanpa kesadaran riil,kita ambil risiko kena gangguan penyakit sampar nasionalisme dan menurunnya demokrasi, dan dengan<span> </span>prospek lebih banyak konflik dengan lebih banyak kekerasan. Jadi kita harus bertindak sekarang. <span> </span>Dan adalah jelas bahwa peran AS akan menentukan dengan presiden baru Barack Obama yang suksesnya melahirkan banyak harapan’.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">‘ Apa yang paling banyak saya harapkan sebagai warga dunia ialah bahwa kita membikin kemajuan di jalan ke arah perdamaian di tempat-tempat di mana konflik-konflik membawa kesedihan ke planet kita, bahwa Timur Tengah bisa menemukan suatu jalan ke arah pengakuan timbal balik dari kedaulatan-kedaulatan yang sah, bahwa Afrika bisa membebaskan dirinya dari peperangan -peperangan tiada hentinya, bahwa India dan Pakistan bisa bergerak ke arah rakonsiliasi bertimbang rasa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">Dan saya berharap kita bisa bergerak maju dalam perjuangan melawan terorisme yang adalahsuatu syahwat fanatik bagi kematian’ demikian Walikota Paris. Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni seorang politisi perempuan<span> </span>terkemuka di negerinya berkata : Dalam tahun 2009 saya nantikan pilihan-pilihan yang bersifat amat penting dan menentukan. Bangsa-bangsa bebas akan perlu menemukan kekuatan batin membentuk masadepan<span> </span>kita bersama atas<span> </span>kekuatan-kekuatan destabilisasi<span> </span>dan ekstremisme akan membentunya buat kita. Ini secara istimewa benar bagi Timur Tengah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">Kawasan kita ini sedang meng-alami perubahan -perubahan dramatis dan pendekatan konvensional tidaklah mencukupi. Kendati semua kesulitan, saya percaya penduduk-penduduk di Timur Tengah bisa mendekatkan kebutuhan melindungi jatidiri mereka yang jelas itu dengan perintah memeluk kemanusiaan kita bersama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">Saya percaya bahwa suatu realitas damai alternatif bagi kawasan kita bisa diraih. Tapi rakyat dari kawasan kita dan para pemimpinnya akan memerlukan kearifan kolektif dan keberanian untuk memilihnya’.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">‘Saya harapkan perdamaian. Saya harap kita semua bisa mengambil putusan dan tindakan yang diperlukan untuk membikin perdamaian dan visi mengenai dua negara dan dua bangsa suatu realitas. Tidak hanya perdamaian di atas kertas, tapi suatu perdamaian sungguh-sungguh bagi anak-anak kita yang akan bertahan hidup bagi cucu-cucu kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">Di peringkat global<span> </span>saya harap kita bisa belajar bersama -sama bagaimana menimbulkan<span> </span>bakat-bakat baru di daerah-daerah seperti teknologi hijau, inovasi pertanian dan kemampuan menyesuaikan diri kepada lingkungan yang sedang berubah agar<span> </span>menangani tantangan abad ke-32. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">Dari terorisme fundamentalis hingga kekurangan pangan, dari pemanasan global hingga krisis keuangan sekarang semua kita punya tanggungjawab mengubah periode ketidakpastian global ini menjadi kreativitas global dan pembaharuan’.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">‘Saya khawatir kita akan bangun terlalu lambat. Saya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;" lang="SV">tidak merasakan bahwa kekuatan ekstremisme akan ditaklukkan. Tapi saya cemas<span> </span>mengenai bahaya menunggu terlalu lama sebelum orang-orang ingat bahwa kemerdekaan dan kesempatan yang kita terima begitu saja adalah cita-cita berharga yang berharga untuk dilindungi dan diper-juangkan ‘demikian Menlu Israel.<span> </span>****</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2009/02/27/harapanban-ki-moon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ekonomi Lanun Somalia</title>
		<link>http://beritasore.com/2009/02/11/ekonomi-lanun-somalia/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2009/02/11/ekonomi-lanun-somalia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 09:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=19428</guid>
		<description><![CDATA[KALAU saya menonton film Amerika mengenai bajak laut alias ‘pirantes’ tempo dulu, biasanya yang tampak sosok lelaki gagah perkasa, pakai kumis melintang, sebelah matanya ditutup kain hitam akibat buta dalam pertempuran, ahli menggunakan pedang anggar dan berada di barisan depan memimpin anak buahnya meloncat ke kapal layar musuh yang hendak ditaklukkan dan dijarah. Lukisan romatis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">KALAU saya menonton film Amerika mengenai bajak laut alias ‘pirantes’ tempo dulu, biasanya yang tampak sosok lelaki gagah perkasa, pakai kumis melintang, sebelah matanya ditutup kain hitam akibat<span> </span>buta dalam pertempuran, ahli menggunakan pedang anggar dan berada di barisan depan memimpin anak buahnya meloncat ke kapal layar musuh yang hendak ditaklukkan dan dijarah. <span id="more-19428"></span>Lukisan romatis dan stereotip tadi tidak berlaku pada diri dan penampilan bajak laut Somalia abad ke -21. Wartawan Jeffrey Gettlemen dari koran The New York Times menulis bajak laut Somalia pada suatu kali menaiki sebuah kapal dahang melalui lembung kapal. Awak Filipina kapal yang diserang itu mencoba melempar bajak laut yang sedang mendaki badan kapal dengan tomat untuk mencegah mereka naik, tapi tidak berhasil. Baik awak Filipina, maupun pengawal sekuriti yang menyertai dan melindunginya tidak punya senjata dan karena itu lanun Somalia leluasa menguasai kapal yang dijarah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Para perwira angkatan laut Italia yang berpatroli di perairan Somalia berkata patroli itu membantu dan beberapa kapal dagang yang dikepung oleh bajak laut bisa dibebaskan. ‘Tapi jawaban atas masalah lanun itu ialah mempunyai suatu pemerintah yang kuat di daratan. Itulah hanya satu-satunya jalan buat mengakhiri pembajakan di laut’.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Namun pemerintah yang kuat tidak ditemukan di mana pun juga. Wabah pembajakan di laut itu bukanlah sebuah masalah terpisah atau tersendiri sifaynya. Ia adalah sebuah gejaladari suatu negara yang telah gagal yaitu Somalia. Sejak tahun 1991 negara itu penuh dengan senjata, kumpulan geng-geng, para penjahat (kriminal), dan tidak memiliki sebuah pemerintah yang berfungsi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Banyak penganalisa berpendapat bahwa keadaan akan menjadi lebih buruk. Tentara Ethiopia yang mendukung dan menegakkan sebuah pemerintah peralihan yang lemah dan tidak populet dari Somalia mengatakan akan mengundurkan diri dalam masa satu bulan, keluar dari Somalia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Pemerintah peralihan yang terpecah-belah oleh perkelahian internal yang meracun keadaan rupanya berada di tepi jurang keambrukan . Kaum militan Islam dengan kaitan dengan<span> </span>Al Qaeda Osama bin Laden sedang bersiap untuk mengambil alih pemerintahan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Kelaparan dengan terus menerus merangkak jutaan penduduk. Banyak dari penduduk itu tinggal dalam tenda-tenda terbuat dari plastik, merana sengsara karena sulit bertahna terhadap panasnya matahari atau guyuran hujan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Para pejabat PBB menghadapi krisis dengan menyeru-kan pertemuan tingkat tinggi di Afrika Timur dan New York untuk menanggulangi masalah pembajakan laut dan kekacauan besar di Somalia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Beberapa pejabat PBB<span> </span>mendesak agar dikirim pasukan pemeliharaan perdamaian ke Somalia,tapi tiada negeri yang datang menewarkan pasukannya. Para pejabat PBB lain mengusulkan mengejar dan memburu bajak laut di darat dan menyerang kemah-kemah mereka yang diketahui dengan baik tapi hingga sekarang tidak dijamah. Para pemimpin pemerintah peralihan Somalia yang kepingin mendapay sembarang bantuan berkata mereka<span> </span>menyebutnya dengan baik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">‘Ini adalah penyakit kanker dan bertumbuh terus. Kita harus memberantasnya untuk selama-lamanya’ kata Abdi Awelah Jane, Duta besar keliling pemerintah transisi Somalia. Lebih dari seratus kapal telah diserang depan pantai Somalia selama tahun 2008.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Ongkos ekonomi meningkat, tarif asuransi bagi pemilik kapal jadi lebih tinggi, harga PBB meningkat karena rute pelayaran jadi lebih panjang, dan tarif rekening sekuriti privat, belum lagi menyebut pembayaran uang tebusan yang ratusan juta dolar jumlahnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Pemerintah Mesir yang kekurangan uang tunai menghadapi kerugian bermilyar-milyar dolar,bila kapla-kapal dari Timur Tengah dan Asia berhenti menggunakan Terusan Suez salah satu penghasil devisa terbesar bagi Mesir dan berlayar sekitar Afrika.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Tapi berakhirnya pembajakan laut bisa merupakan melapetakan ekonomi bagi banyak pemduduk Somalia. Negeri mereka tidak mengekspor apa-apa dewasa ini. Bentuk-bentuk bisnis yang lebih absah telah pada mati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Seantero klan-klan dan desa-desa di pinggir laut kini hidup dari pembajak di laut. Kaum perempuan memasak roti untuk para lanun, laki-laki dan bocah-bocah menjaga orang-orang yang disandera, yang lain-lain bekerja sebagai pandu-pandu,tukang bedil, montir-montir, akuntan dan pembuat kapal-kapal sekoci, Para pedagang mendapat laba bagus dari pemasokan air minum, bahan bakar dan rokok yang dibutuhkan untuk pelayaran mengarungi lautan samudra.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Pakar-oakar merintis bilang bahwa usaha angkatan laut akan memakam waktu. Luas lautan yang dipatroli adalah ratusan ribu kilometer persegi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Lalu ada pertanyaan rumit apa yang harus dilakukan dengan bajak laut yang ditangkap. Angkatan<span> </span>Laut India mengumumkan baru-baru ini telah menangkap 23 orang bajak laut, kendati tidak jelas di mana para tersangka itu bakal di<span> </span>tuntut. Para pejabat Inggris menggariskan rencana bagu angkatan laut mereka untuk menangkap lanun-lanun, kemudian menyerahkan mereka ke pangadilan negeri di Kenya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Tapi Kenneth Randall dekan sekolah Hukum Universitas Alabama berkata;<span> </span>‘Sembarang negeri bisa menangkap<span> </span>bajak -bajak laut ini dan menuntut mereka dalam negerinya sendiri, di bawah undang-undang domestik yang berlaku. Hukum mengenai pembajakan laut adalah seratus persen jelas,’ kata pakar hukum internasional itu. ***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2009/02/11/ekonomi-lanun-somalia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peran Thaksin Tamat</title>
		<link>http://beritasore.com/2009/02/06/peran-thaksin-tamat/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2009/02/06/peran-thaksin-tamat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 10:32:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=18774</guid>
		<description><![CDATA[MASIH ingatkah pembaca nama Thaksin Shinawatra? Dia Perdana Mentari Thailand yang pernah sangat populer di kalangan rakyat, menang dalam pemilu dengan mudah dan dukungan mayoritas suara. Dia juga seorang pengusha kaya raya, antara lain memiliki perusahaan media massa, stasiun televisi dsbnya,real estate, properti. Dia yang punya hobi sepakbola membeli dan memiliki sebuah kelab sepakbola terkemuka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">MASIH ingatkah pembaca nama Thaksin Shinawatra? Dia Perdana Mentari Thailand yang pernah sangat populer di kalangan rakyat, menang dalam pemilu dengan mudah dan dukungan mayoritas suara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"><span id="more-18774"></span>Dia juga seorang pengusha kaya raya, antara lain memiliki perusahaan media massa, stasiun televisi dsbnya,real estate, properti. Dia yang punya hobi sepakbola membeli dan memiliki sebuah kelab sepakbola terkemuka di Inggris. Karena kebijakan kabinetnya menguta-makan kepentingan rakyat petani di daerah pedesaan, maka dia mendapat perlawanan dari kelas menengah di daerah perkotaan, juga dari kalangan tentara. Pada tahun 2006 dia digulingkan olah sebuah kudeta militer pada saat dia sedang berada di Amerika menghadiri sidang PBB.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Satu tahun lamanya berlangsung pemerintahan militer. Lalu diadakan pemilu dan ternyata yang meraih keme-nangan ialah partai yang dipimpin oleh orang-orangnya Thaksin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Kabinet baru yang naik tidak panjang umutnya karena ditentang oleh pihak oposisi. Belakangan terjadi demo-demo yang merebak sampai menduduki bandara Bangkok, melumpuhkan perhubungan udara Thailand dengan dunia luar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Kabinet jatuh lagi dan menyusullah naik kabinet yang dipimpin oleh parpol oposisi Partai Demokrat dan pemimpinnya Abhisit Vejiajiva yang menjabat sebagai Perdana Menteri, setelah pemungutan suara dalam parlemen tanggal 15 Desember 2008. Kabinet baru mulai bekerja pada saat kritis ekonomi dan saat perpecahan sosial dan politik yang intensif yang telah menggoncangkan<span> </span>kabinet-kabinet sebelumnya selama tahun 2008. Beberapa pengamat mengatakan kabinet PM Abhisit bisa pula pendek umurnya seperti pendahulunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Apakah sudah tamat riwayat Thaksin Shinawatra, mantan PM dan dalang politik di belakang layer ? Chris Baker seorang sejarawan Inggris dan salah seorang penulis buku tentang Thaksin berkata ‘Kita tahu Thaksin bukan<span> </span>orang yang lekas pergi meninggalkan gelanggang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Pada hemat saya dia akan terus bermain apa pun tersisa tangan yang ada padanya, dan itu tentulah untuk merusak pemerin-tah secepat mungkin. Saya ingat akan tokoh-tokoh seperti Peron dari Argentina yang tetap berada dalam ingatan rakyat selama lebih satu dasawarsa waktu dia absen’. Sebagai diketahui Presiden Argentina Juan Peron diguling-kan dalam kudeta militer tahun 1955, tapi terus menjalankan pengaruhnya dari luar meheri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">The Internasional Herald Tribune (17-12-2008) membe-ritakan bahwa bulan Oktober 2008 sebuah pengadilan Thailand menjatuhkan hukuman penjara dua tahun ia absentia karena sebuah perkara menyangkut bentrokan kepentingan dalam sebuah transaksi tanah selama Thaksin menjabat sebagai PM.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Sekarang ini Thaksin menghadapi sebuah surat perintah untuk menangkapnya, apabila dia kembali ke Thailand. Tanggal 7 November 2008 pemerintah Inggris di mana Thaksin dan keluarganya tinggal dalam pembuangan telah membatalkan visanya. Sejak itu mantan PM Thaksin beper-gian ke Hongkong, Dubai dan Indonesia, seraya menjaga menghindar dari negara-negara yang punya perjanjian ekstradiksi dengan Thailand.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Satu minggu sesudah itu Thaksin menceritakan istrinya yang kuasa itu Polaman. Rupanya ini adalah suatu gerak taktis alias siasat guna melindungi harta kekayaannya yang masih ada terhadap kaus-kasus hukum alias diperka-rakan di pengadilan. Meminjam istilah pakar ekonomi Ammar Siamwala ini adalah ‘manajemen aset’. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">‘Pada pandangan saya secara politik, dia sudah mati’ ujar Ammar, ‘Tapi merk Thaksin adalah sesuatu yang lain’ ditambah-kannya. Thaksin suka mencap dirinya, memberikan merk (brand) sebagai Perdana Menteri CEO ( Chaif Executive Officer) Dirut perusahaan) yang akan memerintah Thailand mirip bisnis tip-top, dari atas ke bawah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Pembaharuan atau inovasi politik Thaksin yang utama ialah membantu golongan miskin di daerah pedesaan yang merupakan mayoritas pemilih Thailand, dengan memberi-kan kepda mereka pinjaman- pinjaman bersuku bunga rendah yang tunai dan perawatan kesehatan yang murah. Itu adalah suatu kebijakan yang mulai dianjurkan oleh PM baru Abhisit dan partai Demokrat seraya menentang kumpulan pemilih pendukung Thaksin di daerah pedesaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Ammar berkata ‘ Itu berarti telah terjadi pengambilan-alih. Ketua dewan pimpinan perusahaan telah dipecat. CEO telah dipecat, tapi perusahaan tetap tinggal dan aset utamanya yaitu nama merk Thaksin tersedia untuk diambil’. Pada waktu bersamaan tanpa pemerintah yang simpatik memegang kekuasaan, maka Thaksin menjadi lebih rentan terhadap bekerjanya lembaga-lembaga pemerintahan. ‘Dulu adalah pengadilan-pengadilan<span> </span>negeri yang dikhawatirkan oleh Thaksin, tapi kini polisi, para jaksa pengatur pasar bursa dan pejabat pajak, semuanya akan bekerja di bawah Partai Demokrat’. Suratkabar The Nation mengatakan ‘bagi seorang yang bermilyar-milyar bahtnya itu tetap dibekukan, dia akan sangat gugup adanya’.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Bagi mereka yang cenderung bersikap simpatik, pemungutan suara di parlemen tanggal 15 Desember 2008 merupakan saat pedih dalam karier seorang laki-laki yang telah meresahkan dan membungkam lawan-lawannya dan telah mengatakan akan tetap jadi PM selama banyak tahun mendatang . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;">Pada malam sebelum pemungutan suara, menurut koran The Nation, Thaksin Shinawatra sibuk mengadakan percakapan-percakapan tilpon yang menghancurkan kalbu ke tanah airnya. ‘Thaksin meminta-minta kepada banyak orang. Tolong selamatkan saya. Tolong selamatkan nyawaku’. +++</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2009/02/06/peran-thaksin-tamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AL-Qaida Dan Obama</title>
		<link>http://beritasore.com/2009/01/07/al-qaida-dan-obama/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2009/01/07/al-qaida-dan-obama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 08:42:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2009/01/07/al-qaida-dan-obama/</guid>
		<description><![CDATA[TELEVISI CNN dan BBC tanggal 19 November 2009 menayangkan keterangan Al-Zawahiri, orang nomor dua dalam pimpinan Al-Qaida setelah Osama bin Laden. Isinya kritik terhadap Presiden-terpilih AS Obama. Al-Zawahiri orang Mesir, profesinya dokter, tapi berkembang jadi pemimpin militer dalam Al Qaida. Ia mencap Obama sebagai orang yang pro Israel, sebagai orang yang walau punya akar-akar Islam. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"></o:smarttagtype><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></object><br />
<style> st1\:*{behavior:url(#ieooui) } </style>
<p> <![endif]--><br />
<style> <!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">TELEVISI CNN dan BBC tanggal 19 November 2009 menayangkan keterangan Al-Zawahiri, orang nomor dua dalam pimpinan Al-Qaida setelah Osama bin Laden. Isinya kritik terhadap <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">Presiden-terpilih</st1:city> <st1:state w:st="on">AS</st1:state></st1:place> Obama.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-16464"></span><span style="font-family: Arial">Al-Zawahiri orang Mesir, profesinya dokter, tapi berkembang jadi pemimpin militer dalam Al Qaida. Ia mencap Obama sebagai orang yang pro <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Israel</st1:country-region></st1:place>, sebagai orang yang walau punya akar-akar Islam. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Obama sebagai seorang Afrika-Amerika bersama dengan Menlu Condoleeza Rice dan mantan Menlu Collin Powell disebut oleh Al- Zawahiri sebagai ‘ House Negroes’, artinya budak-budak orang kulit putih. Obama dipastikan bakal gagal dalam melaksanakan politiknya di Afghanistan. Kritik Al-Qaida terhadap Bareck Hussein Obama adalah keras dan menghina orang &#8211; orang Negro di Amerika Serikat.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Abdel Bari Arwan adalah pemimpin redaksi suratkabar berbahasa Arab yang terbit di London <span> </span>‘Al Quds al –Arabi’. Arwan berasal dari Palestina dan sudah tiga puluh tahun bermukim di Inggris. Di BBC ada talkshow bernama Dateline London. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Di tayangan tersebut sejumlah korespon asing yang beketja di <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">London</st1:place></st1:city> tampil secara reguler mendiskusikan masalah politik. Arwan bila bicara terang -terangan mengkritik negara-negara Arab yang diperintah oleh penguasa otoriter seperti Arab Saudi. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Pada tahun 1996 Arwan diundang oleh Osama bin Laden datang ke tempat persembunyian Osama di Tora Bora di perbatasan <st1:country-region w:st="on">Afghanistan</st1:country-region> &#8211; <st1:country-region w:st="on"><st1:place w:st="on">Pakistan</st1:place></st1:country-region>. Ia menulis buku tentang kunjungannya ke Osama itu. Pada tahun 2007 terbit bukunya yang lain<span>  </span>yakni The Secret History of Al-Qaida ( Riwayat rahasia Al- Qaida). Saya telah membaca buku Arwen itu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Al-Qaida adalah unik dan khas dalam sejarah organisasi-organisasi radikal. Dia organisasi pertama yang beroperasi di seluruh dunia berkat dua faktor yakni (1) Muslim Diaspota, maknanya kaum muslim yang bermukim di luar negeri asal mereka, bertebaran di manca negara, dan (2) terutama internet.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Al-Qaida dengan cara unik adalah berbahaya, lantaran dia punya potensi menarik serta merekrutir ribuan orang dan mungkin jutaan dari 1300 juta jiwa golongan muslim di dunia.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Tanggal 11 Maret 2005 suratkabar ‘Al- Qaida’ menyiarkan intisari sebuah dokumen berjudul <span> </span>‘Strategi Al-Qaida hingga tahun 2020’ yang ditaruh di internet oleh Mohammad Ibrahim Makkawi, ahli strategi Al-Qaida, warga Mesir, pakar siasat perang dalam tentara Mesir, kini tokoh Al-Qaida.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Dokumen itu memaparkan <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">lima</st1:city></st1:place> tahapan dalam perjuangan Al-Qaida. Kelima tahapan atau fase perjuangan Al-Qaida itu membikin keadaan begitu rupa, hingga Amerika menyerang dan melakukan invasi ke negeri-negeri Muslim. Serangan 11 September 2001 oleh Al-Qaida terhadap gedung bermenara dua di New York, oleh 19 warga Saudi Arab yang menabrakkan dua buah kapal terbang dan berakibat sekitar 3000 orang tewas, yang direncanakan sejak tahun 1998, ujung-ujungnya ialah serangan Amerika terhadap<span>  </span>Afghanistan, disusul dengan invasi di Irak yang presidennya Sadam Hussein.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Fase kedua ialah membangunkan ’raksasa yang tidur’ yaitu Umat Islam sendiri dengan cara memancing dan menarik banyak tentara Amerika ke daerah Muslim yang menimbulkan kemarahan umat dan memicu konfrontasi besar.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Unsur keagamaan yang terkandung di sini ialah ingatan kaum Muslim kepada Perang Salib dahulu. Untuk melakukan perang jihad terlebih dulu harus dimobilisir para mujahidin. Melihat perlawanan di mana-mana terhadap Barat berupa peristiwa pemboman berdarah di <st1:state w:st="on">Madrid</st1:state>, <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">London</st1:place></st1:city>, Maroko, tampaknya Al-Qaida menuai sukses.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Fase ketiga ialah memperluas konflik di seantero kawasan dan melibatkan tentara Inggris dan Amerika dalam perjuangan yang lama dan menguras tenaga. Taliban bangkit kembali dengan bantuan Al-Qaida di Afghanistan. Di Irak terjadi serangan oleh kaum sukarelawan dari negeri-negeri Arab lainnya yang berperang sebagai pengebom bunuh diri sendiri.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Fase keempat ialah menjelmakan Al -Qaida sebagai sebuah jaringan dunia semesta melalui perubahan organisatoris, sehinga tidak bisa dijangkau oleh badan &#8211; badan intelijen dan keamanan internasional. <o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Sel-sel baru diciptakan, komandan grup-grup Islam radikal adalah otom dan bertindak sendiri-sendiri, lepas dari pertunjuk atau perintah pimpinan pusat Al-Qaida, dan komunikasi di antara mereka di berbagai lapangan dan negeri berlangsung melalui internet.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Fase kelima dan terakhir akan tercapai, bilamana Amerika kewalahan menghadapi Al-Qaida, pengeluaran As untuk tentaranya demikian tingginya, sehingga membawa kepada kebangkrutan keuangan AS, banyak korban militernya yang tewas, dan ini banyak sedikitnya mengingatkan kepada ambruknya tentara Uni Soviet yang menyerang dan menduduki <st1:country-region w:st="on"><st1:place w:st="on">Afghanistan</st1:place></st1:country-region> dahulu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Setelah ambruknya AS, maka Al-Qaida akan menggulingkan rezim-rezim yang dibenci di negeri-negeri Arab dan berdirinya Khalifah Islam dipulihkan. inilah siasat dan impian Al -Qaida. ****</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2009/01/07/al-qaida-dan-obama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Taliban  Dan Narkoba</title>
		<link>http://beritasore.com/2008/12/18/taliban-dan-narkoba/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2008/12/18/taliban-dan-narkoba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 09:45:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2008/12/18/taliban-dan-narkoba/</guid>
		<description><![CDATA[SAYA sering melihat di tayangan televisi BBC dan CNN usaha tentara NATO di Afghanistan untuk memberantas penanaman afiun ( opium) atau candu. Pohon-pohon afiun yang ditanamoleh para petani Afghanistan dicabut dengan akar-akarnya. Lalu petani didorong menanam pohon lain yang tidak menghasilkan opium dan heroin. Usaha itu sia-sia, karena banyak pihak di Afghanistan berkepentingan memproduksi opium [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"></o:smarttagtype><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></object><br />
<style> st1\:*{behavior:url(#ieooui) } </style>
<p> <![endif]--><br />
<style> <!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">SAYA sering melihat di tayangan televisi BBC dan CNN usaha tentara NATO di Afghanistan untuk memberantas penanaman afiun ( opium) atau candu. Pohon-pohon afiun yang ditanamoleh para petani <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Afghanistan</st1:country-region></st1:place> dicabut dengan akar-akarnya. Lalu petani didorong menanam pohon lain yang tidak menghasilkan opium dan heroin. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-15863"></span><span style="font-family: Arial">Usaha itu sia-sia, karena banyak pihak di <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Afghanistan</st1:country-region></st1:place> berkepentingan memproduksi opium untuk diekspor ke luarnegeri seperti negara-negara Uni Eropa, Amerika Serikat dll. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Mereka itu adlaah Taliban yang pernah memerintah secara ketat <st1:country-region w:st="on">Afghanistan</st1:country-region> dan diusir oleh tentara Amerika tahun 2001, tapi tetap melanjutkan perang gerilya melawan tentara NATO yang menduduki <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Afghanistan</st1:country-region></st1:place>. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Bagi Taliban yang membutuhkan senjata produksi opium itu merupakan sumber pendapatan dana yang memungkinkannya ber-operasi terus dan kini diberitakan makin kuat kedudukan militernya di <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Afghanistan</st1:country-region></st1:place>. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Mereka juga adalah war-lords atau panglima-perang yang berkuasa di banyak propinsi tanpa mengacuhkan pemerintah pusat di Kabul yang dipimpin oleh Presiden Hamid Kerzai, Singkat kata, soal opium di Afghanistan merupakan dari dalam daging tentara NATO dan dunia Barat yang 12:39 PM 12/18/2008 berperang melawan terorisme Al Qaeda, Osama bin Laden, Taliban dan segala macam kaum ekstremis.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Sata tidak sadar luasnya dan sangkut paut cakupan masalah opium di <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Afghanistan</st1:country-region></st1:place> ini sampai saya membaca data angka-angka dalam artikel Calestine Bohlan yang disiarkan dalam suartkabar Internasional Herald Tribune (8-10-2008).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Sebuah kampanye yang dipimpin oleh PBB telah mencegah dan menangkap pengapalan beberapa ratus ton bahan kimia yaitu acetic enhydrite yang bisa menjelmakan opium menjadi heroin.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Taliban yang hidup dari perdagangan narkoba memperoleh 60 persen dari hasilnya. Satu kilogram opium yang dijual oleh Taliban di luarnegeri menghasilkan sekitar 100 dolar As, sedangkan kalau opium itu telah dijelmakan menjadi heroin, harga satu kilo adalah 1500 dolar, 15 kalo lebih banyak.Ini syuur,bukan ?<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Jumlah bahan kimia yang dicegat dan disita sampai sekarang hanya sebagian kecil belaka. Laboratorium di Afghanistan yang kini mengolah opium jadi heroin membutuhkan 1300 ton kimia untuk memeroses sakitar 5000 ton opium mentah (ini sama dengan 60 persen dari produksi opium di Afghanistan ) menjadi 670 ton morphine atau heroin, demikian menurut data Unodc ( UN Office on Drugs and Crime yangbermarkas di Wina).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Pembudayaan opium di Afghanistan merosot 19 persen tahun ini menjadi 157.000 hektar, setelah meningkat hingga jumlah rekor 193.000 hektar di tahun 2007 dari sebelumnya hanya 8000 hektar pada tahun 2001, tatkala tentara Amerika pertama kali tiba di Afghanistan setelah terjadi serangan terhadap World Trade Center tanggal 11 September 2001.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Menurut laporan Unodz, merosotnya luas lahan penana-man opium berasal dari musim kering berbarengan dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Afghanistan</st1:country-region></st1:place> kepada para petani, agar tidak lagi menanam opium dan berpindah ke panen lain. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Presiden Perancis Nicolas Sarkozy yang menaikkan jumlah serdadu Perancis yang bertugas di Afghanistan menjadi 2000 orang tahun 2008 telah mem-bantu meloloskan<span>  </span>sebuah revolusi di Dewan Keamanan PBB bulan Juni yang lalu yang menyerukan monitoring ( pemantauan )lebih dekat terhadap pembikinan, ekspot dan perdagangan gelap bahan kinia yang digunakan oleh Taliban untuk memproduksi heroin. Tevolusi itu diterima dengan aklamasi.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Pada akhir 2007 10 ton bahan kimi acetie anhydride disita di <st1:city w:st="on">kota</st1:city> Rusia Nizhni <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">Novgorod</st1:city></st1:place>. Suatu pengepalan sebanyak 14 ton dicegat bulan Maret di Karachi. <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region></st1:place> dan dalam bulan April 5 ton lagi disita di pelabuhan Iran Bandar Abbas. Tangkapan paling besar terjadi bulan Juni di Slovania, tatkala polisi menyita 98 ton dari bahan kimi dalam pengapalan yang diberi label palsu untuk mengelabui dalam perjalanan menuju Turki.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Jenderal Amerika John Credock panglima tentara NATO di Eropa berpendapat perlunya meningkatkan keterlibatan militer dalam membasmi perdagangan narkoba. Menggencet perdagangan narkoba ini ‘ akan memotong kaki Taliban, karena Taliban tidak lagi punya uang untuk membayar para pembuat bom dan membeli bahan &#8211; bahan untuk menyerang kita. Prajurit, penerbang, pelaut dan marinir dari NATO dibunuh lantaran uang yang dihasilkan oleh industri pembuatan heroin dari opium ini ’.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Usaha yang ditingkatkan buat membendung dan menutup pintu masuk Taliban memperoleh bahan kimia acetic antihydride datang di saat perang di Afghanistan kini menjadi lebih seru memautkan , Tahun ini sejumlah 236 orang pasukan Amerika dan sekutunya terwas di Afghanistan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on"><span style="font-family: Arial">Afghanistan</span></st1:country-region></st1:place><span style="font-family: Arial"> merupakan lebih dari 90 persen dari suplai heroin di dunia, menunut laporan Unodc. Hampir semua opiumnya berasal dari tujuh propinsi yang dikontrol oleh Taliban dan oleh pengusaha-pengusaha narkoba lokal di pusat medan peperangan, yang telah menyebabkan matinya lebih dari 950 orang tentara AS dan sekutunya sejak dimulai tahun 2001.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Bahan kimia acetic anhydride digunakan dalam pen-celupan dan minyak wangi dan oleh industri farmasi untuk produk-produk seperti aspirin dan penghilang ngeri para-cetamol. Dia diproduksi di 27 negara dan sudah<span>  </span>berada di bawah kontrol internasional.<o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Tujuan PBB ialah menghentikan pengapalan-pengapalan yang dibelokkan dari rute-rute distribusi dalam negeri-negeri pengimpor. Karena tidak terdapat penggunaan acetic anhydrice yang ditetapkan secara resmi oleh pemerintah, maka setiap pengapalan kimia itu ke <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Afghanistan</st1:country-region></st1:place> dicurigai dan disita. *** </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2008/12/18/taliban-dan-narkoba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Etiket Rangkul Cium</title>
		<link>http://beritasore.com/2008/11/24/etiket-rangkul-cium/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2008/11/24/etiket-rangkul-cium/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 08:56:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2008/11/24/etiket-rangkul-cium/</guid>
		<description><![CDATA[MENJELANG pemilihan presiden Amerika Serikat 4 November 2008 capres dan cawapres dari kedua parpol demokrat dan Republik yaitu Senator Bareck Obama-Joe Biden di satu pihak dan Senator John McCain dan Sarah Palin di lain pihak ketap tampil bersama pada kampanye pemilu. Jika anda menyaksikan tayangan televisi, maka tampak bagaimana sikap dan bahasa tubuh masing -masing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"></o:smarttagtype><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></object><br />
<style> st1\:*{behavior:url(#ieooui) } </style>
<p> <![endif]--><br />
<style> <!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-layout-grid-align:none; 	punctuation-wrap:simple; 	text-autospace:none; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1; 	mso-footnote-position:end-of-section; 	mso-endnote-numbering-style:arabic; 	mso-endnote-numbering-start:0;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">MENJELANG pemilihan presiden Amerika Serikat 4 November 2008 capres dan cawapres dari kedua parpol demokrat dan Republik yaitu Senator Bareck Obama-Joe Biden di satu pihak dan Senator John McCain dan Sarah Palin di lain pihak ketap tampil bersama pada kampanye pemilu. Jika anda menyaksikan tayangan televisi, maka tampak bagaimana sikap dan bahasa tubuh masing -masing pasangan itu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-15012"></span><st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Ada</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> suatu etiket yang dipegag pada saat bersamaan tampil di podium khususnya bila cawapresnya seorang perempuan seperti dalam hal McCain yang berpasangan dengan Gubernur Alaska Sarah Palin. Kata etiket menurut Kamus Besar <st1:country-region w:st="on"><st1:place w:st="on">Indonesia</st1:place></st1:country-region> bermakna: tata cara di masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusianya. Dalam bahasa biasa etiket ialah sikap pantas yang dipedomani dan diperlihatkan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Dalam hal capres cawapres AS dewasa ini aturan yang dipegang adalah sederhana. Yaitu rangkul mitra anda dan cium istri anda. Ketika capres Senator McCain naik pentas untuk memberi selamat kepada mitra seperjuangannya Gubernur ALaska Sarah Palin, setelah<span>  </span>Palin mengucapkan pidatonya menerima pencalonan dari Partai Republik untuk jabatan capres<span>  </span>AS maka McCain yang berusia 73 tahun itu menghampiri Sarah Palinyang berusia 47 tahun, lalu merangkul atau memeluknya, bukan memberu salam dengan berjabatan tangan. Dalam istilah Inggris ini dinamakan hug.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Adegan serupa yaitu McCain merangkul Sarah Palin berulang di rapat umum di Colorado Springs, tapi pada saat itu istri McCain Cindy hadir di atas pentas. Dengan bergerak cepat, setelah merangkul Sarah, McCain melangkah ke samping, lalu memberi ciuman di atas pipi istrinya Cindy.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Menurut wartawan Elisabeth Bumiller dalam Internasional Herald Tribune (10-9-2008) hampir seperempat abad yang lalu capres Walter Mondale dari Partai Demokrat hampir tidak pernah menyentuh tangan mitranya cawapres Ceraldine Ferraro di depan khalayak umum. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Begitu etiket dan aturannya pada pilpres tahun 1984. Waktu itu Mondale melaksanakan kebijakan ketat yakni<span>  </span>jangan menyentuh wanita depan publik. Juga jangan menaruh telapak tangan di atas punggung Geraldine Ferraro pada saat mereka berdiri berdampingan dan melambaikantangan dengan mengangkatnya ke atas. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Bila berlebihan saja sedikit gerak-gerilnya, maka publik akan mengartikannya sepertinya kedua orang sedang pacaran. Ferraro waktu diwawancarai lewat tilpon teringat kembali aturan dulu di tahu 1984. Etiket yang serba kaku seperti dalam abad Ratu <st1:state w:st="on"><st1:place w:st="on">Victoria</st1:place></st1:state> dari Inggris. Tapi dalam abad ke-21 tetap timvul pertanyaan etiket macam mana yang dipegang, siapa yang terlebih dulu melakukan<span>  </span>hugging alias rangkulan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Mark Saiter penasehat terdekat McCain bersitekan bahwa tidak ada pengarahan sutradara di belakang pentas. Yiada seorang pun bilang Cindy terlebih dulu. Tidak ada orang dalam kubu kampanye menduskusikan etiket atau protokol antara McCain dengan Palin.<span>  </span><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Mereka akan berprilaku seperti manusia normal. Tiada seorang pun pernah mengatakan kepada McCain kini memperkenalkan istrinya dulu, bukan Pelin, diwaktu kedua-duanya ada di pentas. Pada akhirnya dalam sebuah pergantian yang melekat Cindy McCain mulai mendapat perhatian seperti bintang film.<span>  </span>Bolehkan saya terlebih dulu memperkenalkan kepada anda wanita yang memberikan pidato hebat semalam, pidato paling bagus dari semuanya. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Cindy McCain, demikian McCain berteriak di depan publik yang berse-mangat di Michigen. Kendati demikian, pakar-pakar etiket menimbang soal rangkulan. Beberapa orang bersikap lebih menyetujui daripada yang lain. McCain merangkul Sarah Palin untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa dia melindunginya, akan tetapi Sarah tidak memerlukan<span>  </span>hal itu ujar Letitia Baldrig pakar<span>  </span>soal tatakrama dan mantan sekretaris sosial Gedung Putih bagi Jacgueline Kennedy. Sebagai suatu peraturan umum, Baldrigs memujikan suatu berjabatan tangan yang hangat dan kuat antara eksekutif perusahaan pria dan wanita. Dia bilang mendapatkan memalukan semua rangkulan bohong-bohongan ini yang terus terjadi bila orang saling memberikan salah di tayangan televisi. Tapi untuk McCain dan Pelin , kata Baldrigs, itu adalah oke, karena kini menerima apa saja .<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Ann Marie Sabeth, pendiri At Ease Inc, suatu perusahaan latihan etiket bisnis menganggap merangkul itu<span>  </span>bagus sekali dan berkata bahwa satu kali McCain sebagai orang pertama dalam pasangan memulai rangkulan, maka Pelin dipersilahkan mengawali suatu rangkulan dengan McCain. Itu adalah sebuah bentuk kemesraan profesioal kata Ann Marie. Mendek lebih rapat dari dua rentangan tangan, bila anda tahu orang lain itu berkata saya hormati anda, kita memiliki peringkat kenyamanan,kita mempunyai suatu ikatan profesional.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Perangkat kenyamanan atau comfort adalah sebuah<span>  </span>faktor utama dalam protokol merangkul. Ketika Senator Obama dan Hillary Clinton tampil bersama untuk pertama kali setelah perkelahian pahit untuk ditentukan sebagai capres partai Demokrat. Obama menaruh tangannya di atas puncak Hillary Clinton, tapi tidak sampai melakukan rangkulan penuh.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Sejauh ini rangkulan antara McCain dnegan Sarah adalah singkat dan sedikit kaku, karena McCain tidak bisa mengangkat lurus kedua tangannya ke atas akibat mendapat luka -luka sebagai tawanan perang di <st1:country-region w:st="on"><st1:place w:st="on">Vietnam</st1:place></st1:country-region>. Tapi Palin juga tampaknya mengambil jarak.+++<o:p></o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2008/11/24/etiket-rangkul-cium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obama Bukan Muslim</title>
		<link>http://beritasore.com/2008/11/12/obama-bukan-muslim/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2008/11/12/obama-bukan-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 08:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2008/11/12/obama-bukan-muslim/</guid>
		<description><![CDATA[PEMILIHAN Presiden Amerika Serikat telah berlangsung tanggal 4 Nopember 2008. Kita semua sudah tahu Obama yang menang. Saya di sini tidak akan membicarakan hal itu. Tapi ada satu hal yang saya masih ingat dengan jelas, karena sangat berkesan pada diri saya. Suatu kali waktu melihat tayangan TV CNN tahu-tahu muncul Jenderal Collin Powell mantan Mentri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"></o:smarttagtype><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></object><br />
<style> st1\:*{behavior:url(#ieooui) } </style>
<p> <![endif]--><br />
<style> <!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">PEMILIHAN Presiden Amerika Serikat telah berlangsung tanggal 4 Nopember 2008. Kita semua sudah tahu Obama yang menang. Saya di sini tidak akan membicarakan hal itu. Tapi ada satu hal yang saya masih ingat dengan jelas, karena sangat berkesan pada diri saya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-14628"></span><span style="font-family: Arial">Suatu kali waktu melihat tayangan TV CNN tahu-tahu muncul Jenderal Collin Powell mantan Mentri Luarnegeri AS pemerintah George W Bush.<o:p></o:p> Powell seorang jenderal yang sangat dihormati di Amerika karena dia yang memimpin tentara Amerika dalam Perang Teluk tahun 1991 dengan sukses. Powell juga anggota Partai Republik. Kendati demikian dua tidak segan -segan menyatakan dukungannya kepada cappres Partai Demokrat Barrack Obama.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Dalam tayangan itu dia menyebutkan suatu hal yang menganggu perasaannya. Yaitu yang datang dari kampanye orang-orang Partai Republik yang mendukung Senator John McCain. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Mereka itu berkata ‘Nah, anda tahu<span>  </span>Obama adalah seorang Muslim’. Jenderal Collin Powell membantah ucapan itu. Dia berkata, jawaban yang benar dan correct ialah Obama bukan seorang muslim. Obama penganut agama Kristen. Obama selau adalah Kristen. Akan tetapi jawaban yang benar-benat tepat ialah bagaimana juka Obama seorang Muslim ? Apakah ada sesuati yang salah menjadi orang Muslim di negeri Amerika ini ? Jawabannya ialah tidak. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Itu bukanlah Amerika. Apakah ada sesuatu yang salah dengan seorang bocah Muslim<span>  </span>Amerika berusia 7 tahun bilamana dia percaya bahwa dia bisa menjadi presiden ?, demikian Collin Powell.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Wartawan Mauren Dowd di suratkabar Internasional Herald Tribune (23-10-2008) menulis bahwa Collin Powell telah diusik banyak hal dalam kampanye pemilu oleh partainya belum lama berselang. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Yang mengganggu jenderal itu ialah<span>  </span>desas-desus yang tiada hentinya bahwa Barreck Obama adalah seorang Muslim, bahwa Obama<span>  </span>bersimpati dengan kaum teroris. Dia juga tidak sreg dengan cappres<span>  </span>Partai Republik Sarah Peli sudah siap untuk menjabat sebagai presiden AS. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Dia tidak senang dengan seorang sharrif berpakaian seragam yang memperkenalkan Sarah Pelir kepada khalayak ramai dengan suatu ajakan ke alamat Obama yang dinamakan Barack Hussein Obama. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Dia mencatat cemoohan yang menyertai ucapan orang-orang Partai Republik mengenai Obama sebagai ‘Organisator Komunitas’. Atas argumen kaum Republikein bahwa menggunakan pajak ‘ untuk menebarkan kekayaan’ adalah sosialis. sedangkan tujuan pajak ialah mengembangkan kekayaan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Akan tetapi yang menyebabkan Jenderal Collin Powell betul-betul sikap tegas dan meminik dia sadar bahwa dia harus berbicara secara terus terang ialah tatkala dia membuka majalah Nec Yorker baru-bari ini.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Di <st1:city w:st="on">sana</st1:city> terang ialah tatkala dia membuka majalah itu meletakkan kepalanya di atas satu nisan puteranya, seorang perjurit usia 20 tahun yang tewas di <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">medan</st1:city></st1:place> perang Irak. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Di batu nisan itu tertera namanya yakni Kareem Rashed Sultan Khan,tanda-tanda anugerah yang diterimanya yaitu Purple Heart dan Bror Star, dan gambar bulan sabit untuk menyatakan agamanya ialah Islam.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">’Saya menatap gambar itu selama satu jam’ ujar Collin Powell kepada wartawan Maureen Dowd. ‘Siapa yang bisa mendebat bahwa anak ini yang terbaring di kuburan <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">Arlington</st1:city></st1:place> dengan teman &#8211; temannya yang Kristen dan Yahudi dan yang tidak dikuasai oleh sesuatu agama adalah seorang Amerika yang baik’.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Sultan Khan adalah seluruhnya seorang putera Amerika. Dia tau tahun 2005 dari Sothern Regional High School di Menahaukin, <st1:place w:st="on"><st1:state w:st="on">New   York</st1:state></st1:place>. Khan senang dengan Dallas Cowboys dan main video games dengan adik perempuannya usia 12 tahun Aliya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Obituarinya dalam koran The Star- Ledger dari Newark mengatakan bahwa Sultan Khan mengirimkan dari Irak kepada keluarganya foto-foto<span>  </span>dirinya sedang bermain sepakbola dengan kanak-kanak Irak dan memeluk seorang bocah Irak yang tersenyum. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Ayahnya berkata bahwa Kareem Rashad Sultan Khan sangat ingin masuk dinas militer sejak berusia 14 tahun. Dia marah lantar serangan terhadap <st1:place w:st="on"><st1:placename w:st="on">World</st1:placename> <st1:placetype w:st="on">Tower</st1:placetype></st1:place> tunggal 11 September 2001. ‘Agama Muslimnya tidaklah membuat dia tidak mau pergi ke Irak’ ujar Feroze Khan kepada Cannet News Serivice, setelah puteranya Kareen meninggal dunia. ‘Dia melihatnya bahwa<span>  </span>dia adalah seorang Amerika dan dia punya tugas untuk dilakukannya’.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Dalam suatu saat berterima kasih ‘apakah anda tidak punya nalat kesopanan, Tuan dan Nyonya?’ Jenderal Collin Powell tampil di tayangan ‘ Meet the Press’ dan di sutu dia berbicara tudak pantas bagaimana John McCain dan Sar Palin telah mempertentangkan negeri demi terpilih dalam pemilu. Sangatlah menyenangkan mendengar seseorang dengan jelas mendorong mundur arus yang jelas.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Mantan Menlu As itu telah berurusan dengan serba purbasangka dalam hidupnya, di dalam dan di luar tentara. Dia sangat insaf bagaimana berjuta-juta Muslim di seantero dunia telah dihina oleh nada yang merendahkan ras terhadap diri Obama.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Collin Powell menerima sepucuk <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">surat</st1:place></st1:city> dari Ferose Khan yang mengucapkan terima kasihnya karena Powell telah mengatakan kepada dunia bahwa orang -orang Muslim- Amerika adalah sama baiknya dengan siapa saja, demikian berita tentang Jenderal Collin Powell yang membela Obama. (****)<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"><o:p></o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2008/11/12/obama-bukan-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Qaddafi Dan Leezza</title>
		<link>http://beritasore.com/2008/11/04/qaddafi-dan-leezza/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2008/11/04/qaddafi-dan-leezza/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 06:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2008/11/04/qaddafi-dan-leezza/</guid>
		<description><![CDATA[MENTERI Luar Negeri Amerika Condaleezza Rice mengunjungi negeri-negeri Magribi di Afrika Utara di tengah bulan Ramadan yaitu Lybia, Tunisia, Aljazair san Marokko. Kunjungannya ke Lybia di mana dia bertemu dengan pemimpinnya Kolonel Muammar Qaddafi mempunyai arti sejarah. Paling akhir Amerika mengirimkan top diplomatnya ke Tripoli ialah tahun 1953, ketika Menlu John Foster Duller berkunjung. Kunjungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"></o:smarttagtype><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></object><br />
<style> st1\:*{behavior:url(#ieooui) } </style>
<p> <![endif]--><br />
<style> <!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-layout-grid-align:none; 	punctuation-wrap:simple; 	text-autospace:none; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} tt 	{font-family:"Courier New"; 	mso-ascii-font-family:"Courier New"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:"Courier New"; 	mso-bidi-font-family:"Courier New";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">MENTERI Luar Negeri Amerika Condaleezza Rice mengunjungi negeri-negeri Magribi di Afrika Utara di tengah bulan Ramadan yaitu <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">Lybia</st1:city>, <st1:country-region w:st="on">Tunisia</st1:country-region></st1:place>, Aljazair san Marokko.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-14358"></span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Kunjungannya ke Lybia di mana dia bertemu dengan pemimpinnya Kolonel Muammar Qaddafi mempunyai arti sejarah. Paling akhir Amerika mengirimkan top diplomatnya ke <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Tripoli</st1:place></st1:city> ialah tahun 1953, ketika Menlu John Foster Duller berkunjung.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Kunjungan Rice ke Lybia didokumentasikan dengan baik. Di saat ketika organisasi-organisasi berita berfokus pada kampanye pemilihan presiden di AS, sejumlah delapan organisasi terhormat masih menyediakan uang untuk mengirimkan koresponden agar meliut peristiwa bagi generasi mendatang.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Helene Cooper menulis dalam Internasional Herald Tribune ( 9 September 2008) bahwa<span>  </span>pertemuan antara Qaddafi dengan Rice<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">itu cukup manis, Qaddafi menyapa Menlu Rice dengan nama &#8221; Leezza&#8221;. Ia berbusana jubah warna putih dan dia memberi kado berlimpah kepada Rice. Dia kasih kepada Rice sebuah kalung dengan locket yang memuat gambar Qaddafi. Selanjutnya alat musik suling,sebentuk cincin yang besar dan sepasang tali pergelangan Worder- Womanesque.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Rice di pihaknya juga memberikan tandamata, kendati nyaris tidak setara. Dia kasih kepada Qaddafi sebuah pinggan dengan gambar senjata AS bertulisan tandatangan. Tiada persoalan. Orang yang disebut oleh Presiden Ronald Reagan &#8221; Anjing Gila dari Timur Tengah&#8221; bersikap elok. &#8220;Oh, ini begitu permai. Terima Kasih banyak&#8221; ujar Qaddafi kepada Rice.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Pada pembaca dari blog resmi Departemen Luarnegeri As menerima laporan tangan pertama mengenai pertemuan antara Rice dengan Qaddafi sebelum para reporter yang ikut dalam rombongan Rice menerima laporannya. Hal itu menimbulkan amarah beberapa reporter.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Sean McCormark jurubicara Deparlu AS telah mencatat laporan dari pos-pos Deparlu yang jauh letaknya, sejak dia memulai state Departement blog satu tahun yang silam selama sidang Majelis Umum PBB di di New York McCormack memulai blog, katanya, untuk menggelakkan diskusi-diskusi cyber di antara kedutaan &#8211; kedutaan di lapangan, dan di antara State Departement dengan publik.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Hal itu juga memberikan kepada McCormack sebuah cara untuk berkomunikasi tanpa harus menyaring pesannya melalui para<span>  </span>reporter yang sering bersikap skeptis, yang menulis artikel mereka menurut cara yang mereka kehendaki, walaupun McCormack berkata bahwa melewatkan pers bukanlah alasannya untuk melalui blog di internet.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Setibanya di Libya para reporter meminta McCormack untuk &#8220;beroleh warna&#8221; yakni adegan-adegan deskriptif dari per temuan antara Qaddafi dengan Rice guna memperindah artikel mereka. Periksa sepatu Qaddafi&#8221; kata seorang reporter. &#8221; Bisakah anda mencela untuk melihat apakah dia memakai sepatu berwarna ungu&#8221;.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">McCormack melihat dan mendapatkan sedikit sekali. Kolonel Qaddafi menggunakan sepatu berwarna hitam. Terdapat hanya seorang pengawal perempuan. Bukan<span>  </span>barisan ganya perempuan yang tiap orang ingin melihatnya. &#8221; Bagi mereka yang mencari warna ( dalam berita), ruangan kamar memberikan tidak apa-apa&#8221;. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">McCormack mengatakan dalam blognya &#8220;Kamar pertemuan itu adalah bersahaja, berhasil kayu yang dikelilingi dengan kursi-kursi dan sofa-sofa bagi tuan rumah dan delegasi-delegaso yang berkunjung. Saya pernah pergi ke rapat-rapat dalam ruangan kamar seperti ini sudah seratus kali&#8221;.&#8217;<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">&#8220;Sesudah kl 20 menit diakui antara Kolonel Qaddafi dengan Menlu Rice, pertemuan pindah ke pertemuan satu- lawan-satu antara kedua orang (berbarengan dengan jurubahasa dan tukang pencatat). Berbeda dengan sementara laporan berita itu, Qaddafi melakukan pencakapan langsung dan mengalir bebas dengan Menlu Rice&#8221;.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Setelah selesai Qaddafi pergi ke korps wartawannya yang tidak gembira untuk memberikan kepada mereka taklimat ( briefing) mengenai pertemuan dengan Rice. Berapa banyakkah santapan malam yang terdiri dari tujuh courses bisa anda makan dalam satu malam ? Jika anda adalah Rice, jawabannya ialah dua. Rice mengunjungi <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">Lybia</st1:city>,  <st1:country-region w:st="on">Tunisia</st1:country-region></st1:place>, Aljazair dan Maroko pada pertengahan bulan Ramadan yang berarti iftar<span>  </span>yakni berbuka puasa dengan makan besar. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Karena Rice sedang melintasi<span>  </span>Magribi, maka dia dapat tiga iftar, yang pertama di <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Tripoli</st1:place></st1:city> dengan Qaddafi. Rice tidak ikut iftar di <st1:country-region w:st="on">Tunisia</st1:country-region>, Tiba di Tunis pukul 2 siang dari <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">Tripoli</st1:city></st1:place>. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Tapi pada minggu malam Rice makan meze di Aljazair dengan para petinggi, mendorong makanan sekitar<span>  </span>piringnya seraya arus makanan mengalir satu demi satu, lalu dia sudah pergi ke bandara untuk penerbangan ke Rabat dan ke iftar lain.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Di Rabat santapan malam terdiri dari domba, ikan, ayam dan sebuah pinggan daging dengan apricort dan prunes. Hidangan berlanjut hingga pukul 1.30 malam, tambah tujuh courses seluruhnya. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Rice tidak menyentuh dessert. Rapi Rice harus pergi menghadiri dua iftar lagi. Dia jadi tuan rumah bagi iftar yang diadakannya Senen malam bagi para pejabat Arab dan akan menghadiri iftar yang diadakan oleh<span>  </span>Presiden George W Bush,<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Qaddafi dan Rice makan berduaan saja di dapur privenya dialam tenda kediamannya di Rab Al Azizia, komplek yang dulu dibom oleh pesawat Amerika tahun 1986 pada puncak ketegangan Lybia &#8211; Amerika. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Tatkala Rice usai makan, Qaddafi menyerahkan kepada Rice vuku yang ditandatanganinya yakni vuku hijau yang kesohor yaitu seruan<span>  </span>revolusioner Qaddafi untuk berjuang.(****)<span>  </span><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><tt><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></tt></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2008/11/04/qaddafi-dan-leezza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belanda Mau Gerilya</title>
		<link>http://beritasore.com/2008/10/21/belanda-mau-gerilya/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2008/10/21/belanda-mau-gerilya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 04:20:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2008/10/21/belanda-mau-gerilya/</guid>
		<description><![CDATA[TATKALA Jepang menyerang Hindia Belanda , setelah pecah perang tanggal 8 Desember 1941,maka Letjen Hein Poorten (1888-1968) baru saja menjadi komandan tentara KNIL. Sebelum itu dia kepala staf dibawaj Letjen C.J. Berenscgot (1887-1941) yang lahir di Sawah Lunto dan fasih berbahasa Minang. Jenderal  berdarah Indo ini tewas dalam kecelakaan pesawat terbang dekat lapangan udara Kemayoran, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"></o:smarttagtype><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></object><br />
<style> st1\:*{behavior:url(#ieooui) } </style>
<p> <![endif]--><br />
<style> <!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">TATKALA Jepang menyerang Hindia Belanda , setelah pecah perang tanggal 8 Desember 1941,maka Letjen Hein Poorten (1888-1968) baru saja menjadi komandan tentara KNIL.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-13867"></span><span style="font-family: Arial">Sebelum itu dia kepala staf dibawaj Letjen C.J. Berenscgot (1887-1941) yang lahir di Sawah Lunto dan fasih berbahasa Minang. Jenderal<span>  </span>berdarah Indo ini tewas dalam kecelakaan pesawat terbang dekat lapangan udara Kemayoran, <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Batavia</st1:place></st1:city> tanggal 13 Oktober 1941. Ter Poorten yang<span>  </span>waktu itu berada di Manila berunding dengan Jenderal Mac Arthur segera kembali ke <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Jakarta</st1:place></st1:city>, lalumenggantikan kedudukan Berenschol. Ter Poorten yang mulanya Letnan Artileri pada tahun 1910 mengajukan permohonan untuk dilatih sebagai militer Hindia Belanda.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Gubernur Jenderal Tjarda van Starkanborgh tidak begitu serasi dengan Jenderal Ter Pooten yang dinilainya kasar<span>  </span>omongannya, bersifat lawaaierig<span>  </span>alias suka ramai bikin ribut dan grof alias kasar, maklum, Tjarda adalah seorang aristokrat alias bangsawan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Setelah terjadi pertempuran<span>  </span>di Laut Jawa tanggal 06 Februari 1942 jalan terbuka lebar bagi invasi angkatan laut Jepang<span>  </span>di pantai utara Jawa. Tempat-tempat mereka mendarat telah diketahui persis olah spion-spion Jepang sejak 20-30 tahun sebelumnya yang bekerja sebagai fotografi pemilik toko, barbir di kap salon. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Tanggal 2 Maret Gubernur Jenderal Tjarda menerima tilgam dari PM Belanda di London Prof Gerbrandy. Isinya pemberitahuan bahwa ‘ tidak boleh kapitulasi alias menyeraah diri ‘. PM Belanda menganjurkan sebagai penyelesaian masalah agar ‘tentara KNILmemulai perang gerilya di gunung-gunung ( sekitar <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Bandung</st1:place></st1:city> )’.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Dalam bukunya Nederlands-India 1942-Illusie en Ontgoocheling (1990) Grdan dan Touwan &#8211; Bouusma memberi komentar ‘ Bagaimanakah orang yang waras otaknya bisa memerintahkan perang gerilya di Jawa, sebuah pulau yang saat itu paling padat penduduknya di Asia?’ . dalam tilgram PM belanda itu Tjarda diperintahkan menyerahkan pimpinan militernya kepada Jenderal Ter Poorten. Ini terjadi tanggal 5 Maret.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Ter Poorten menulis dalam Verslag Baleid ‘ semua itu terjadi, setelah saya melaporkan bahwa situasi<span>  </span>militer tidak tertolong lagi. Pada hemat saya supaya Gubernur Jenderal Tjarda jangan sampai melakukan kapitulasi.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Menurut Gubernur Jenderal dengan pengharapan bahwa dia sebagai penasehat sipil demi kepentingan rakyat akan dipertahankan <span> </span>( oleh balatentara Dai Nippon)’. Tjarda juga memberitahukan kepada Ter Poorten<span>  </span>bahwa dia bisa menerima penugasan di luar negeri. Ter Poorten menasehatkan<span>  </span>kepada Tjarda agar tetap tinggal di Hindia.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Tidak saja Tjarda punya macam &#8211; macam khayalan dan harapan bahwa dia masih akan dipakai tenaganya oleh Jepang, setelah Hindia Belanda kalah perang, tapi juga pembesar-pembesar Belanda lain sama sekali tidak realistis. Bagaikan orang bermimpi di siang bolong. Begitulah Mr van Kleffens Menteti Luarnegeri<span>  </span>Belanda dalam kabinet itu ( dia pernah tinggal di <st1:country-region w:st="on">Indonesia</st1:country-region> dan jadi anggota Volksraad) berkata ‘ 2000 pesawat pembom modern dikumpulkan di dataran tinggi <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Bandung</st1:place></st1:city>’.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Mengenai van Mook yang menjabat sebagai Menteri Penjajahan di kabinet Gerbrendy, Ter Poorten menulis bahwa Van Mook berkata ‘ Di Priangan Selatan telah dipersiapkan suatu reduit alias pertahanan terakhir yang kuat dengan stok besar barang -barang suplai’.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Pendapat-pendapat tadi adalah omong kosong belaka. Mana bisa dilakukan perang gerilya di gunung-gunung sekitar <st1:city w:st="on">Bandung</st1:city> oleh pihak Belanda, bilaman Belanda tidak mendapat dukungan rakyat <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Indonesia</st1:country-region></st1:place> ? <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Menurut W Buijze dalam<span>  </span>bukunya Kalidjati 8-9 Maret 1942, di dalam kabinet Gerbrandy di London itu terdapat tiga orang menteri yang faham keadaan sebenarnya dari Indonesia yaitu Kersten, Van Mook dan orang Indonesia &#8211; Raden Adipati Ario Soejono ( mantan Anggota Raad van Indie) yang menjabat sebagai Menteri Negara.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Untuk melukiskan sfeer atau suasana di kalangan kainet adalah menarik untuk mengetahui bahwa PM Gerbrandy berkata suatu hari kepada karaten dan Van Mook mungkin mengangkat bahunya mendengar nonsens demikian. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Begitu juga Kesrten, Bagi Soejono sudah jelas bahwa dia tidak bisa mengharapkan apa-apa dari Belanda sehabis perang di bidang politik. Belanda tetap reaksioner. Soejono akan pulang ke tanah air dengan tangan kosong. Dia tutup usia di <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">London</st1:place></st1:city> tanggal<span>  </span>5 Januari 1943. Pada hemat Swijze, mati karena ellende, artinya sengsara, makan hati.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Tanggal 8 Maret 1942 ter Poorten memberitahukan kepada Tjarda bahwa apabila dia dan Gubernur Jenderal<span>  </span>tidak segera menghadap Letjen Imamura di Kalijati, maka Bandung bakal dihancurkan dengan pemboman dari udara. Seorang perwira staf Jepang telah berada di halaman depan<span>  </span>villa Isola, markas Mayjen Pasman, memegang tanda dengan kain (lappansein) yang menghubungkannya dengan sebuah pesawat<span>  </span>terbang Jepang<span>  </span>ysng beredar di<span>  </span>atas <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">Bandung</st1:city></st1:place>. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Perwira Jepang itu<span>  </span>memberitahukan<span>  </span>kepada Pasman<span>  </span>bahwa<span>  </span>apabula belum juga ada persetujuan<span>  </span>pihak Belanda<span>  </span>untuk datang<span>  </span>meghadap ke Kalijati maka pukul 10 dia akan memberikan aba-aba kepada pesawat terbang Jepang memulai serangan udara secara besar-besaran terhadap Bandung. Tjarda akhirnya setuju. Mereka berangkat<span>  </span>ke Kalijati. (***)<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"><o:p></o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2008/10/21/belanda-mau-gerilya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jepang Serang Indie</title>
		<link>http://beritasore.com/2008/09/27/jepang-serang-indie/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2008/09/27/jepang-serang-indie/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 04:52:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2008/09/27/jepang-serang-indie/</guid>
		<description><![CDATA[ORANG zaman sekarang tidak tahu atau melupakan apa yang terjadi di Pulau Jawa, setelah balatentara Dai Nippon malam 28 Februari 1942 mendarat di Merak, Banten dan tanggal 1 Maret di Eretan Wetan. Pasukan tempur Fukushina dengan menggunakan sepeda langsung menuju Batavia yang dimasukinya tanggal 5 Maret. Pendaratan  berbahaya bagi tentara KNIL ialah di Eretan, karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"></o:smarttagtype><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></object><br />
<style> st1\:*{behavior:url(#ieooui) } </style>
<p> <![endif]--><br />
<style> <!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">ORANG zaman sekarang tidak tahu atau melupakan apa yang terjadi di Pulau Jawa, setelah balatentara Dai Nippon malam 28 Februari 1942 mendarat di Merak, Banten dan tanggal 1 Maret di Eretan Wetan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-13301"></span><span style="font-family: Arial">Pasukan tempur Fukushina dengan menggunakan sepeda langsung menuju <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Batavia</st1:place></st1:city> yang dimasukinya tanggal 5 Maret. Pendaratan<span>  </span>berbahaya bagi tentara KNIL ialah di Eretan, karena tidak jauh dari itu terdapat lapangan udara Kalijati. Tentara Jepang dengan cepat bergerak lewat Pamanukan dan Subang, dan pukul 5 sore Subang dan Kalijati sudah direbutnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Pasukan pelopor brigade yang dipimpin Kolonel Shoji memenggal kepala 60 orang militer Inggris dari RAF yang mempertahankan lapangan udara Kalijati. Di rumah sakit Subang terdapat 20 militer Inggris luka sedang dirawat. Mereka tanpa ampun dihabisi oleh pasukan Shoji.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Praktek begitu biasa dikerjakan oleh tentara Jepang. Di Jawa Tengah 50 orang tawanan perang dibunuh oleh Jepang. Sebelum itu masuk laporan tentang pendaratan Jepang<span>  </span>tanggal 11 Januari 1942 di Tarakan <st1:place w:st="on">Kalimantan</st1:place>. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Instalasi minyak disana sesuai politik bumi hangus<span>  </span>dirusakkan. Dari 650 orang yang bekerja di situ dalam satu malam 500 orang di <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">Balikpapan</st1:city></st1:place> dibunuh oleh Jepang. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Tanggal 20 Januari pabrik penghalusan<span>  </span>minyak dirusakkan. Begitu tentara Jepang mendarat di <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">sana</st1:city></st1:place> 24 Januari sebagai tindakan balasan bagi pengrusakan instalasi minyak sejumlah 80 orang Belanda laki-laki perempuan dibunuh. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Gubernur Belanda untuk Borneo Selatan dan Timur adalah dr B.J Haga yang diinternir oleh Jepang, tapi kedapatan mengadakan gerakan dibawah tanah.<span>  </span>Haga sendiri pada hari pertama disidangkan depan pengadilan kena serangan jantung dan meninggal. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Lapangan terbang Ulin dekat <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Banjarmasin</st1:place></st1:city><span>  </span>tanggal 9 Februari 1842 dirusak oleh regu yang melakukan bumi hangus. Anggota-anggota regu ini dipotong kepala mereka dengan pedang samurai. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Tanggal 26 Agustus semua pria eropa dari kaum pengungsi yang berada di Long Naoan dekat perbatasaan Serawak dipenggal. Tanggal 29 September kaum perempuan eropa juga dipenggal-penggalin.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">’Reputasi’ tentara Jepang yang suka membunuh penduduk dalam jumlah besar-besaran diketahui oleh Penglima tentara KNIL Letjen Hein Ter Poorten. Karena itu dengan segala upaya dia mau menghindarkan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Pertempuran dengan Jepang dalam <st1:city w:st="on">kota</st1:city> <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Bandung</st1:place></st1:city> yang lantaran perang bertambah penduduknya. Dalam verslag Beleid yang ditulisnya sehabis perang Ter Poorten mengatakan mengingat banyaknya kaum wanita eropa dan anak-anak mengalir ke <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Bandung</st1:place></st1:city>, supaya jangan ada pertempuran yang memberikan dalih bagi Jepang melakukan pembunuhan terhadap non kombatan. Ter Poorten membubuhkan catatan di pinggiran ‘ Ingat Nanking’.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Tanggal 13 Desember 1937 tentara Dai Nippon melakukan pembantaian<span>  </span>mengerikan di <st1:city w:st="on">kota</st1:city> Nanking Tiongkok berjanji berhenti depansungai Yang-Tsa Xiang, Akan tetapi tiba di situ toh sungai diseberangi dan <st1:place w:st="on">Nanking</st1:place> dikepung. Waktu itu sekelompok diplomat tinggi Jepang memulai perundingan perdamaian rahasia dengan jenderal Chieng Kai Sok di mana kabarnya Jenderal itu bersedia disuap oleh Jepang.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Pimpinan tentara mendengar tentang inisiatif diplomat tadi, lalu menghalanginya. Chiang Kai Sek menarik tentaranya dari <st1:city w:st="on">kota</st1:city> <st1:place w:st="on">Nanking</st1:place> sehingga tidak lagi dilindungi.<span>  </span>Saat itu paman Tenno Hoike KaisarJepang bernama Pangeran Asaka Yasuhiko ( 1887-1981) diangkat jadi pangkima tentara Jepang sekitar <st1:place w:st="on">Nanking</st1:place>.<span>  </span><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Pangeran Asaka berkata<span>  </span>kepada stafnya<span>  </span>‘Kita akan hajar saudara-saudara <st1:country-region w:st="on"><st1:place w:st="on">China</st1:place></st1:country-region> kita yang tidak pernah akan mereka lupakan ‘. Dia perintahkan ‘Bunuh semua tawanan’. <span> </span>Sebanyak 20.000 laki-laki yang bisa berdinas dalam tentara digiring keluar <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">kota</st1:city></st1:place>, lalu dijadikan ‘bahan’ hidup bagi latihan tusukan bayonet infanteri Dai Nippon.<span>  </span>Dari 100.000 penduduk <st1:place w:st="on">Nanking</st1:place> sebanyak 300.000 orang telah dibantai. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Pangeran Asaka mentang &#8211; mentang paman Tenno Heika<span>  </span>tidak pernah dijadikan pejahat perang yang telah melakukan genocisa. Sampai hari ini pihak Jepang<span>  </span>tidak mengakui bahwa telah terjadi pembunuhan besar-besaran di <st1:place w:st="on">Nanking</st1:place>. Akibatnya sampai sekarang pemerintah RRC marah sama Jepang karena peristiwa <st1:place w:st="on">Nanking</st1:place> itu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Kekejaman tentara Jepang memenggal kepala orang dengan pedang samurainya membikin Belanda di Bandung ketakutan. Menurut buku De Japense aanval op Java Maart 1942 oleh Nortier, Kuijt dan Groen, ketikaa pasukan pelopor Kol Shoji menawan 72 orang militer KNIL<span>  </span>di daerah Ciater, mereka diperintahkan melepaskan puttes atau setiwel. Mereka dibagi stas kelompok-kelompok terdiri dari tiga orang yang diikat dengan setiwel. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Kemudian militer Belanda itu ditembaki dengan<span>  </span>mitralyur. Yang masih merintih kesakitan<span>  </span>ditusuk matanya dengan bayonet. Dua militer selamat keluar dari pembantaian. Mereka<span>  </span>bersembunyi dan dua hari kemudian tiba di Cimahi.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Di <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">sana</st1:place></st1:city> mereka melapor kepada opsir-opsir KNIL mengenai pengalaman seram mereka. Militer KNIL tang ‘dihabisin’ di Cianter itu kini dimakamkan di kuburan kehormatan Paneu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Setelah dua hari berunding mengenai kapitulasi Hindia Belanda kepada Jenderal<span>  </span>Imamura di Kalijati 8-9 Maret,<span>  </span>maka Senen<span>  </span>siang tanggal 9 Maret 1942 tentara Jepang yang pertama berbaris memasuki Bandung. Mereka berjalan kaki dari Lembang, dalam dua barisan, satu sebelah kiri Jalan Tamansari, yang lain di sebelah kanan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Beberapa<span>  </span>serdadu Jepang naik<span>  </span>sepeda yang buat sebagian dibuat dari kayu. Kecuali sedikit yang pakai sepatu dari kulit, kebanyakan serdadu Jepang itu memakai sepatu karet warna hijau. Kota Bandung diduduki<span>  </span>oleh Jepang. +++<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial"><o:p></o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2008/09/27/jepang-serang-indie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa Baitullah Mehsud</title>
		<link>http://beritasore.com/2008/08/08/siapa-baitullah-mehsud/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2008/08/08/siapa-baitullah-mehsud/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 04:16:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2008/08/08/siapa-baitullah-mehsud/</guid>
		<description><![CDATA[KITA semua sudah tahu bahwa Taliban yang beberapa tahun lamanya berkuasa di Afghanistan, mempunyai pemerintah di ibukota Kabul, adalah pada mulanya gerakan yang didirikan oleh dinas intelijen militer Pakistan (IIS), dikasih persenjataan, dilatih dan dikirim ke Afghanistan untuk memerangi tentara Uni Soviet yang waktu itu menduduki Afghanistan. Taliban yang diusir oleh militer Amerika dari Kabul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"></o:smarttagtype><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></object><br />
<style> st1\:*{behavior:url(#ieooui) } </style>
<p> <![endif]--><br />
<style> <!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">KITA semua sudah tahu bahwa Taliban yang beberapa tahun lamanya berkuasa di Afghanistan, mempunyai pemerintah di ibukota Kabul, adalah pada mulanya gerakan yang didirikan oleh dinas intelijen militer Pakistan (IIS), dikasih persenjataan, dilatih dan dikirim ke Afghanistan untuk memerangi tentara Uni Soviet yang waktu itu menduduki Afghanistan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-12215"></span><span style="font-family: Arial">Taliban yang diusir oleh militer Amerika dari <st1:city w:st="on">Kabul</st1:city> menghilang, kemudian bangkit lagi adalah ibarat anak harimau yang dibesarkan oleh <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region></st1:place>.<o:p></o:p> Di daerah bagian utara <st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region> yang didiami kabilah-kabilah atau suku-suku (tribes) yang tidak pernah bisa dikontrol secara efektif oleh pemerintah pusat di <st1:city w:st="on">Islamabad</st1:city> kini Taliban yang menyikir dari <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Afghanistan</st1:country-region></st1:place> memperoleh tempat berlindung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Osama bin Laden, orang Arab Saudi pemimpin Al Qaida, juga bersembunyi di daerah perbatasan <st1:country-region w:st="on">Afghanistan</st1:country-region> &#8211; <st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region> dan sampai sekarang tidak bisa ditangkap atau dibunuh oleh<span>  </span>militer Amerika, apalagi oleh tentara <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region></st1:place>.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Bulan Mei yang lalu tentara <st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region> menerbangkan sejumlah wartawan internasional dan domestik ke daerah perbatasan di utara untuk memperlihatkan<span>  </span>bagaimana tuntasnya dia telah menghancurkan Taliban di <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">sana</st1:city></st1:place> termasuk sebuah sekolah buat melatih pembom-pembom bunuh diri atau suicide bombers. Dalam rombongan itu ikut wartawati Australia Jane Parlex yang biasa dulu meliput keadaan di <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Indonesia</st1:country-region></st1:place> untuk suratkabar The New York Times.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Dia menulis dari Pashawar, Pakistan tanggal 3 Juni 2008 bagaimana beberapa hari kemudian peninoib Raliban di Pakistan yang biasanya menyendiri seperti orang bertapa yaitu Baitullah<span>  </span>Mehsud muncul di daerah tadi dan mengadakan sebuah konperensi pers untuk menunjukkan siapa-kah sebenarnya yang berkuasa di daerah perbatasan itu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Bayangkan Mehsud datang dengan kendaraan pickup bermerek <st1:city w:st="on">Toyota</st1:city><span>  </span>yang tampaknya mahal harganya, penuh berisi pejuang-pejuang Taliban yang bersenjata berat, demikian menurut cerita beberapa wartawan <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region></st1:place> yang menghadiri konperensi pers.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Mehsud duduk di lantai sebuah sekolah pemerintah sambil memegang sebuah senjata Kalashnikov yang baru. Dia mengumumklan bahwa dia akan melanjutkan perjuangannya terhadap militer Amerika yang berada di seberang batas dengan <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Afghanistan</st1:country-region></st1:place>.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">’Islam<span>  </span>tidak mengenal tapalbatas atau sempadan’ kata Mehsud kepada para wartawan sebagaimana diberitakan dalam beberapa koran <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region></st1:place> dan dilaporkan<span>  </span>oleh BBC dari Inggris . ‘Tidak ada transaksi dengan<span>  </span>Amerika Serikat’ katanya. Penampilan Mehsud di pangkalan<span>  </span>militernya di Waziristan Selatan, sebuah daerah kabilah yang istimewa liar di <st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region> menggaris bawahi kebebasan, ruang gerak yang telah diberikan oleh pemerintah <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region></st1:place> kepada golongan militer.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Pemerintah <st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region> dalam serangkaian transaksi perdamaian<span>  </span>mengasih kebebasan gerak kepada Taliban yang berada di wilayah <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region></st1:place>. Hal itu berdampak pada perang di <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Afghanistan</st1:country-region></st1:place> di mana komandan-komandan NATO dan AS mengatakan bahwa serangan-serangan milintasi sempadan telah meningkat sejak pembicaraan-pembicaraan untuk transaksi perdamaian tadi dimulai bulan Maret yang lalu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Impunitias atau kebebasan dari hukuman yang diperlihatkan oleh tingkah laku Mehsud menimbulkan kemarahan pemerintah Bush yang meneken pemerintah <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region></st1:place>, agar menangkap dan menuntut Mehsud. Akan tetapi pemerintah <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region></st1:place><span>  </span>yang dulu menganggap Mehsud sekutunya dan kini takut terhadap kekuasaan Mehsud rupanya segan untuk memburu Mehsud.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Beberapa hari sebelum konperensi para Mehsud, pasukan <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region></st1:place> menarik diri dari daerah kekuasaan Mehsud di Waziristan Selatan sebagai pelaksanaan<span>  </span>transaksi perdamaian dengan pemimpin Taliban itu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Para pejabat Amerika<span>  </span>dan <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region></st1:place> menuduh Mehsud sebagai otak dan dalang pembunuhan terhadap Benazir Bhutto, mantan PM Pakistan bulan Desember 2007. Juga menuduh mengirimkan belasan pembom bunuh diri ke <st1:country-region w:st="on">Afghanistan</st1:country-region> dan di <st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region>, seraya melaksanakan suatu hubungan simbiotik dengan Al Qaida di tapalbatas <st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region></st1:place>.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Menurut eks pejabat militer dan pegawai pemerintah, penduduk lokal dan seorang mantan anggota Taliban yang bekerja dekat sekali dengan kalangan lingkaran dalam Mehsud menggambarkan Mehsud sebagai seorang pemimpin militan yang nyaris terpelajar, menarik orang-orang yang lebih pintar ke pihaknya dan bersikap tidak pandang bulu mengejar tujuannya yakni suatu bentuk ekstrim pemerintahan Islam.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Mehsud dan sekutu utamanya Qari Hussein yang oleh para pejabat dan kesankesannya dilukiskan sebagai seorang militan yang terlatih sangat dan istimewa jahat sifatnya secara metodik telah membangun banteng pertahanan-pertahanan di <st1:place w:st="on">Waziristan</st1:place><span>  </span>Utara dan Selatan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Secara metodik mereka membunuh kepala-kepala suku yang<span>  </span>tidak mau bekerjasama dengan mereka, selanjutnya merebut hati orang-orang muda bergabung dengan jihat mereka, dan mengisi kehampaan yang ditinggalkan akibat kurangnya pelayanan pemerintah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial">Sekarang mereka juga mempunyai pembantu-pembantu dan sekutu-sekutu di seantero daerah kabilah-kabilah. Di Wiziristan Selatan mereka menjalankan kamp &#8211; kamp latihan bagi pembom-pembom bunuh diri, beberapa di antara mereka baru kanak-kanak, ke mantan anggota Taliban tadi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Kekuasaan ‘Kerajaan’ mereka begitu pasti sehingga kelompok payung Mehsud yang bernama <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">Tehrik-Taliban</st1:city><span>  </span><st1:country-region w:st="on">Pakistan</st1:country-region></st1:place> menggelar sebuah konperensi bulan April yang lalu dihadiri oleh ribuan pejuang dan mencapai puncaknya dengan sebuah acara eksekusi publik, melaksanaklan vonis hukuman mati depan umum , demikian menurut cerita<span>  </span>penduduk setempat.(***)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2008/08/08/siapa-baitullah-mehsud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Taliban Di Pakistan</title>
		<link>http://beritasore.com/2008/08/02/taliban-di-pakistan/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2008/08/02/taliban-di-pakistan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 07:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2008/08/02/taliban-di-pakistan/</guid>
		<description><![CDATA[PADA tanggal 12 Juni 2008 saya lihat di tayangan CNN muncul Dutabesa Pakistan yang baru dua bulan ditempatkan di Washington menyatakan sikap pemerintahnya yaitu tidak bisa menerima serangan udara melintasi tepal batas yang telah dilakukan oleh pesawat terbang Amerika di daerah perbatasan utara Pakistan. Akibat serangan yang datang dari Afghanistan di mana tentara NATO mempunyai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">PADA tanggal 12 Juni 2008 saya lihat di tayangan CNN muncul Dutabesa Pakistan yang baru dua bulan ditempatkan di Washington menyatakan sikap pemerintahnya yaitu tidak bisa menerima serangan udara melintasi tepal batas yang telah dilakukan oleh pesawat terbang Amerika di daerah perbatasan utara Pakistan. </span><span id="more-12067"></span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Akibat serangan yang datang dari </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Afghanistan</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> di mana tentara NATO mempunyai pangkalannya, maka sejumlah perjurit Pakista yang bertugas di daerah perbatasan tewas. Pada saat itu pesawat-pesawat Amerika menjalankan operasi mengejar teroris.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Dalam hal ini tentu yang dimaksud dengan teroris ialah pasukan Taliban. Setelah pemerintah Taliban yang dipimpin oleh Mullah Umar yang picak itu, satu matanya buta, dijatuhkan oleh militer Amerika, maka Taliban memencar ke berbagai daerah melanjutkan perang gerilya. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Sebagian berada dalam wilayah </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Afghanistan</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">, terutama di bagian selatan sekitar </span><st1:city><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">kota</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> </span><st1:city><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Kandahar</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">, sebagian lagi melintasi tapalbatas dan berada di daerah </span><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Waziristan</span></st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> yang sukar dikontrol penuh oleh pemerintah Pakistan di Islamabad.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Belakangan ini sering terdengar berita mengenai meningkatnya aktivitas militer Taliban di Kandahar di mana mereka menguasai sebagian besar daerah di luar kota-kota. Lantaran Presiden Pervez Musharraf, kandati menyatakan dirinya sebagai sekutu Amerika dan konco Presiden Bush dalam melakukan perang anti teroris, namun dalam praktek <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Pakistan</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> melaksanakan siasat bermuka dua. Musharraf kendati sudah menerima bantuan AS sebesar 10 miliar dolar sampai sekarang tidaklah bersungguh-sungguh mengejar teroris. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Malahan Taliban yang dulu semasa Afghanistan diduduki oleh tentara Uni Soviet dibina dan dibesarkan oleh IIS yakni badan intel militer Pakistan sampai sekarang pun secara diam-diam diberikan keleluasan bergerak kepada anggota-anggota bersenjata Taliban yang mondar mandir dari Afghanistan ke Pakistan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Bila ditekan oleh AS kenapa Pakistan bersikap demikian, terima duit dari AS boleh, tapi mengejar teroris dan Taliban di Pakistan setengah-setengah hati, dan diapakan saja duit Amerika yang bermiyar-milyar itu, maka Pakistan menjawab buat sebagian digunakan membeli senjata oleh selebihnya untuk membiayai siap siaga terhadap India yang sebagaimana pun masih tetap merupakan ‘musuh’ Pakistan lantaran masalah Kashmir yang sudah berusia 60 tahun itu tidak kunjung juga diselesaikan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Amerika menghadapi dilema Musharraf ini yang sejak pemilu DPR bulan Maret yang lalu menaikkan kabinet baru. Musharraf tidak lagi sebegitu kuat kedudukannya seperti delapan tahun yang lalu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Kalangan pengacara dan hakim di </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Pakistan</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> menuntut terus, supaya hakim Mahka-mah Agung yang tahun yang lalu dipecat oleh Musharraf direhabilitasi kedudukannya. Soal masih terkatung-katung. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Ketidakpastian memberikan peluang lebih banyak bagi Taliban yang sembunyi dan berada di wilayah </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Pakistan</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> buat mengkonsolidasi diri dan selangkah demi selangkah berusaha comeback, merebut kekuasaan lagi di Afghnistan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Saya baca dalam buku wartawan pemimpin redaksi suratkabar AL Quds al-Arabi di </span><st1:city><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">London</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> ‘Riwayat rahasaia Al Qaidar (2007) bahwa gerakan Taliban timbul dari kalangan pejuang Mujahidin yang melawan tentara pendudukan Uni Soviet di Afghanistan tahun 1980an.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Mujahidin ini diperlakukan oleh Amerika masa itu sebagai pahlawan-pahlawan, yang berjuang melawan komunisme. Taliban mendapat sukses, karena benar-benar melaksanakan syariat Islam. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Taliban memberikan tepat yang digunakan sebagai markas oleh Al Qaidah. Osama bin Laden ketika tanggal 18 Mei 1996 tiba di Jalalabad dari Sudan di Afrika mendapat perlindungan dari Syeikh Yuni Khan, seorang pemimpin mujahidin. Mulanya Yunis Khan bersikap waspada dan hati-hati terhadap gerakan Taliban, kemudian dia sadar harus berbaik-baik dengan Taliban.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Taliban tumbuh di </span><st1:city><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Kandahar</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> yang tercabik-cabik dalam pertempuran di antara kepala-kepala suku yang bersaing satu sama lain. Taliban mulai sebagai gerakan pelajar yang bersekolah di madrasah-madrasah, di pesantren-pesantren yang sedari awal dibantu oleh dinas intel </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Pakistan</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Tatkala salah satu panglima mujahidin pada tahun 1994 menculik seorang gadis dari </span><st1:city><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">kota</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> dan memerkosanya, maka Taliban berontak dan mulai melancarkan perlawanan terhadap kepala-kepala suku (tribal chiefs). <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Taliban memperoleh bantuan penduduk setempat. Taliban segera menya-takan syariat Islam sebagai hukum di </span><st1:city><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Kandahar</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">. Taliban menciptakan keterlibatan dalam sebuah kekacauan yang luar biasa. Kota-kota dan desa-desa lain mengikuti contoh lalu memberontak terhadap panglima-panglima<span>  </span>mujahidin.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Konon bantuan Taliban diminta dalam perlawanan itu. Yang sangat menentukan ialah keputusan ISI atau dinas intel militer </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Pakistan</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> untuk menentang pemerintah PM Rabbani di Kabul dan membantu serta mepersenjatai Taliban. Ketika Osama bin Laden tiba di bulan Mei 1996, maka Taliban di mana-mana mempunyai benteng pertahanan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Osama mengkaji gerakan Taliban yang didepatinya bebas dari korupsi dan dengan cara yang masuk akal telah melaksanakan sistim syariat. Osama mengadakan kontak dengan Taliban yang disetujuinya bulan Juni 1996. Perlahan-lahan bertumbuh kontak yang bagus dengan Taliban.<o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Ketika Taliban 11 September 1996 menaklukkan Jalalabad, maka Osama bin Laden berada di pihak Taliban. Syeikh Yunis Khan dengan rasa tidak senang menyerahkan diri kepada Taliban dan diizinkan untuk tetap tinggal di daerah kekuasaannya Osama bin Laden berperan dalam kemenangan terakhir Taliban merebut ibukota </span><st1:city><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Kabul</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> tanggal </span><st1:date year="1996" day="27" month="9"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">27 September 1996</span></st1:date><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2008/08/02/taliban-di-pakistan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketemu Pembom Bali</title>
		<link>http://beritasore.com/2008/07/22/ketemu-pembom-bali/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2008/07/22/ketemu-pembom-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 08:19:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2008/07/22/ketemu-pembom-bali/</guid>
		<description><![CDATA[MASIH ingatkah anda nama ketiga pembom yang pada tanggal 12 Oktober 2002 melemparkan bom di sebuah nightcub di Kuta di Bali  dan mengakibatkan 202 orang tewas ? Dalam pemboman itu orang asing yang mati sebagian besar warga Australia yakni 88 orang, dan warga Amerika 7 orang, di samping orang Bali. Ketiga pembom itu ialah Ali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">MASIH ingatkah anda nama ketiga pembom yang pada tanggal 12 Oktober 2002 melemparkan bom di sebuah nightcub di Kuta di Bali<span>  </span>dan mengakibatkan 202 orang tewas ? <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-11866"></span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Dalam pemboman itu orang asing yang mati sebagian besar warga Australia yakni 88 orang, dan warga Amerika 7 orang, di samping orang Bali. Ketiga pembom itu ialah Ali Ghufron terkenal sebagai Mukhlas, adiknya Amrozi dan Imam Samudra.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Pada tahun 2003 mereka dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan negeri. Mereka<span>  </span>naik banding menempuh upaya-upaya hukum untuk meringankan vonnis. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Mereka ditahan di penjara Nusa Kambangan dekat Cilacap. Ada berita mereka akan dieksekusi di Bali. Tapi tanggal 13 Mei 2008 Jaksa Agung bahwa eksekusi akan dilaksanakan di Nusa Kambangan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Wartawan Amerika Peter Gelling dalam koran International Herald Tribune (4-6-2008) menceritakan pengalamannya mengenai pertemuannya dengan ketiga pembom tadi di Nusa Kambangan yang disebutnya sebagai<span>  </span>Alcatraz-nya Indonesia. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Pulau Alcatraz depan<span>  </span>San Fransisco ialah penjara tempat narapidana Amerika yang berat-berat kejahatannya ditahan. Sebelum pergi ke Nusa Kambangan Peter meminta bantuan pengacara ketiga pembom untuk melancarkan jalan bagi kunjungan ke penjara, lalu mewawancarai mereka. Sang pengacara minta dibayar dulu. Bukan sogokan, katanya, melainkan untuk membantu membayar ongkos pengacara pergi ke penjara. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Dia secara cuma-cuma mewakili ketiga pembom. Tapi dia sangat percaya akan benarnya perjuangan mereka. Peter dengan dilengkapi surat-surat dari Jaksa Agung dan Menteri HAM serta yang lain -lain akhirnya berangkat tanpa sang pengacara, didampingi oleh seorang jurubicara yakni perempuan Muslim.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Peter menceritakan perjalanannya ke Nusa Kambangan, diterima oleh sipir penjara, dan bertemu dengan Imam Samudra dalam sebuah ruangan kantor yang kosong. Iman Samudra yang konon kepala operasional<span>  </span>dari pemboman di Bali. Dia mengenakan tipu haji putih, punya jenggot tipis. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Dia memegang sebuah<span>  </span>buku catatan dan sebatang pensil. Peter duduk disamping Imam, sedangkan perempuan jurubicaranya duduk di seberang, sejuah mungkin dari Imam. Peter mau bersalam dengan Imam, tapi dengan isyarat tangan dia menolak bersalaman. ’Dari mana anda, Peter ? ’tanya Imam. ’Dari Amerika’. ’ Apakah agama anda?’. Kristen’. ’Anda tahu kita menyembah Tuhan yang sama’ kata Imam. ’Saya tak pernah ke gereja’ jawab Peter.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Imam Samudra bilang Peter orang kafir. Dia dorong Peter, agar membaca Injil. Lalu bertanya kenapa Peter belum berganti agama dan memeluk Islam. Dia tawarkan untuk memimpin upacara pengislaman Peter, lalu dia<span>  </span>’ Saya tidak membeci orang-orang Amerika. Saya benci pimpinan Amerika’ ujar Imam. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Para jaksa mengatakan Imam adalah ’komandan lapangan’ dari pemboman . Dia belajar membikin bom di Afghanistan, Dia yang memilih sasaran. Imam<span>  </span>bilang dia mau<span>  </span>diwawancarai, tapi dia telah berjanji mesti dengan seizin pengacaranya dulu. ’Tilpon dia’ ujar Imam<span>  </span>dengan<span>  </span>gembira. ’Kita akan bersama -sama ngomong dengan dia’. Tapi Peter tidak punya HP-nya. Karena tidak diizinkan membawa masuk HP ke dalam penjara. ’Tidak<span>  </span>masalah, datanglah kembali besok dan bawa HP anda, dan kita akan bicara dengan Pak Michdan (pengacaranya)’ ujar Imam. Sudah saat sembayang lohor Imam pergi dari ruangan. Tapi masih sempat berkata kepada jurubahasa Peter ’ Besok pakai Jilbab, Jangan jadi kafir kayak dia ’.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Keesokan hari Peter bawa dua buah HP dan satu kamera. Tidak ada pemeriksaan Sekali ini Imam Samudra datang bersama Mukhlas yang didakwa sebagai otaknya pemboman . <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Seperti Imam, Mukhlas telah dilatih di Afghanistan dan mengakui dia kepala operasi dari Jamaah Islamiyah .’ Siapa orang -orang ini ? Mereka adalah kafir <span> </span>teriak Mukhlas kepada Imam dalam bahasa Arab. ’ Perempuan ini Muslim. Laki-laki itu kafir ’ kata Imam juga dalam bahasa Arab. ’ Tapi dia orang baik’.<span>  </span>Mukhlas yang waktu mendengar divonis mati tahun 2003 meloncat, lalu memeluk pengacaranya, dan berkali-kali meneriakkan Allahu Akbar, duduk di sisi Peter, memakai baju coklat, memegang dua buku, satu Quran, satu lagi buku catatan yang hampir penuh, sebuah potlod, dan matanya merah. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">’Anda baca Injil anada ?’ tanya Mukhlas. Peter tanya di mana Amrozi ? ’ Dia sibuk. Dia adik saya, tahukah anda?’ jawab Mukhlas dengan bangga. Amrozi sering dinamakan pembom tersenyum, karena dia selalu tersenyum dan tidak punya rasa penyesalan. Polisi bilang Amrozi yang memiliki truk dan membeli mesiu yang digunakan dalam<span>  </span>pengeboman.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Saudara yang lain bernama Ali Imron yang kini menjalani hukuman seumur hidup menyatakan penyesalannya atas serangan-serangan dengan bom dan sekarang bekerjasama dengan polisi dalam sebuah program yang merekrut kaum militan yang tobat untuk menemui mantan rekan -rekan di penjara dan menggalakkan mereka mengubah prilaku mereka.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Setelah tersambung hubungan HP dengan pengacara ternyata yang bicara ialah asisten pengacara. Dia berteriak dengan marah di tilpon. Mendadak Imam dan Mukhlas tampak tidak senang dan terhenyak di kursi. <o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Imam menarik lengan bajunya dan menutup mukanya, kayak seorang anak. Jurubicara meyakinkan asisten pengacara dengan kata-kata yang dibisikkan padanya oleh Peter. Mukhlas menepuk pundak Peter, lalu mengatakan ’Jangan’. Maka Peter berhenti bicara. Mereka bertanya kenapa Peter tak mau bayar. Dia menjawab karena etik jurnalistik. Tapi mereka juga punya etik, sudah didampingi dengan pengacara. Wawancara dengan pembom tidak jadi. +++</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2008/07/22/ketemu-pembom-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Miskin Di India</title>
		<link>http://beritasore.com/2008/07/09/si-miskin-di-india/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2008/07/09/si-miskin-di-india/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 09:19:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2008/07/09/si-miskin-di-india/</guid>
		<description><![CDATA[BACALAH koran-koran di India sekarang dan anda tidak bakal tahu banyak tentang sebagian besar penduduk-nya yang hidup dalam kemiskinan. Alih-alih anda baca tentang kedudukan internasional India yang telah mening-kat, tentang persahabatannya yang sedang berkembang dengan  Amerika Serikat, tentang kesempatan-kesempatan yang diciptakan oleh pertumbuhan ekonomi 8 persen selama tiga tahun ini, tentang perubahan ekonomi yang berlanjut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">BACALAH koran-koran di India sekarang dan anda tidak bakal tahu banyak tentang sebagian besar penduduk-nya yang hidup dalam kemiskinan. Alih-alih anda baca tentang kedudukan internasional India yang telah mening-kat, tentang persahabatannya yang sedang berkembang dengan<span>  </span>Amerika Serikat, tentang kesempatan-kesempatan yang diciptakan oleh pertumbuhan ekonomi 8 persen selama tiga tahun ini, tentang perubahan ekonomi yang berlanjut yang mungkin akan atau tidak melontarkan India ke suatu posisi yang menyaingi Cina.</span>    <span id="more-11485"></span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">India</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> selalu merupakan negeri yang serba ekstrim, tulis wartawan Amelia Gantleman dari </span><st1:city><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">New Delhi</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">. </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">India</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> adalah suatu bangsa dengan kemiskinan dahsyat, dan sebuah elite kecil tapi kaya raya. Setelah 16 tahun reformasi, jumlah kaum miliarder yang memiliki dolar AS bertambah menjadi 53 orang, lebih banyak ketimbang bangsa </span><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Asia</span></st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> lain. Dan jumlah miliuner (jutaan) lebih dari 100.000 orang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Kelas menengah telah meluas menjadi sekitar 200 atau 250 juta orang, tapi mayoritas rakyat tetap tinggal miskin atau sangatlah miskin dengan 700 juta orang hidup dengan kurang dari dua dolar (Rp 18.000) satu hari.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Kemiskinan telah berkurang sejak reformasi mulai, tapi secara lambat, menurun dari kira-kira sepertiga dari jumlah penduduk yang diperkirakan hidup dengan kurang satu dolar ( Rp 9.000) sehari tahun 1991, menjadi sekitar seperempat dari bangsa dewasa ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Jurang yang memisahkan kedua </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">India</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">, yang kaya dengan yang miskin, makin kentara tambah lebar. Pertumbuhan mencakup semua tetap merupakan suatu cita-cita yang diakui oleh pemerintah, masih harus dicapai. Tidak jelas apakah suatu model ekonomi di mana dua pertiga dari penduduk belum menikmati bersama keuntungan -keuntungan pertumbuhan ekonomi adalah berkelanjutan. Organisasi-organisasi seperti Unicef memperingatkan </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">India</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> bahwa </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">India</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> tidak bisa menuntut menjadi pemain internasio-nal dengan peringkat begitu tinggi dari gizi buruk. </span><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Para</span></st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> pakar ilmu politik meramalkan bahwa kekerasan oleh kaum Naxalite yang berideologi Maoist (komunis Cina) yang bagaikan api dalam sekam di daerah pedalaman bakal meluas menyebar, apabila ketidaksamaan keadaan tidak ditangani dan diatasi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Ibukota New Delhi terus sibuk membangun prasarana baru. Karena api di bawah tanah ada. Pasar Khan yang dulu terdiri dari restoran murah dan warung kopi kini dengan cepat dijelmakan sebagai suatu arcade perbelanjaan (shopping)buat golongan elite, menawarkan kepada golong hartawan<span>  </span>busana dalam wanita bikinan Paris, lampu kristal, pesawat flat-screen TV dan kalung seharga 20.000 dolar. Tidak jauh dari situ terdapat rumah kediaman yang baru dibangun. Itulah rumah Bharti Mittal, salah satu miliarder </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">India</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> paling terkemuka, direktur utama perusa-haan telkom Airtel. Ia menjadi kaya luar biasa karena meningkatnya permintaan akan tilpon genggam HP. Lebih dari tujuh juta HP dijual di </span><st1:city><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">New   Delhi</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> tiap bulan. Kadang -kadang diadakan pesta di taman rumah kediamannya, dengan bunga seroja mengambang di tengah cahaya lilin di kolom renang, dengan sampanye impor disajikan kepada tamu-tamu yakni para CED (pemimpin eksekutif perusahaan swasta) serta entrepraneur yang telah mentransformasikan atau mengubah ekonomi </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">India</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> selama dasawarsa bela-<span>       </span>kangan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Lihat keadaan lain. Rumah miliarder Bharti Mittel terletak beberapa detik berjalan kaki dari trotoar di mana tinggal perempuan bernama Sayari yang sebagian besar hidupnya mencari nafkah dengan menjual kembang jasmine (melati) dan mawar di perempatan jalan. Tidak bisa hidup di sebuah desa di Rajasthan yang tidak punya air dan kesempatan kerja,25 tahun yang lalu Sajari sebagai bayi dibawa oleh orang tuanya ke New Delhi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Jenis makan malam yang disiapkan oleh Sayari bagi suaminya tidak pernah lebih dari kira-kira 150 rupee yaitu di bawah 4 dolar atau Rp36.000. Jumlah makanan yang dimakan oleh keluarganya telah merosot dalam bulan-bulan belakangan karena meningkatnya harga pangan mengancam mencempelungkan keluarganya lebih mendalam ke lobang kemiskinan. Dari tempatnya di trotoar Sayari melihat mobil orang kaya lewat dengan cepat. Sayari tidak merasakan dampak tetesan ke bawah dari kekayaan baru yang menyebar di ibukota </span><st1:city><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">New   Delhi</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Gubuk tempat tinggal Sayari, tanpa listrik, tanpa air bersih telah dua kali dirusah digusur oleh pejabat-pejabat pemerintah </span><st1:city><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">kota</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> untuk melenyapkan perlambang kemiskinan yang berlanjut di </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">India</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">. ‘Orang-orang miskin sedang diusir dari </span><st1:city><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Delhi</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">. Kami tidak diinginkan di sini. Biaya membeli bunga di pasar telah naik, tapi orang tidak mau membayar lebih banyak di lampu-lampu perhentian lalulintas. Laba merosot. Hanya satu dari dua anak lelaki bisa bersekolah’, kata Sayari.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Di tengah kekayaan yang sedang meningkat dari </span><st1:city><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">New   Delhi</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">, orang-orang lapar di perempatan jalan yaitu kaum pengungsi dari pedalaman mengingatkan </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">India</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> akan jutaan orang yang miskin. Beberapa bulan yang lalu mantan PM Singapura Lee Kuan Yew berceramah di Bank Mega di Jakarta dan dia menganjurkan, supaya kita mencontoh India dan Cina dalam soal pembangunan. Saya terpikir, haruskah begitu ? Dan bagaimana pendapat anda ?.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2008/07/09/si-miskin-di-india/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pakistan Tak Menentu</title>
		<link>http://beritasore.com/2008/07/04/pakistan-tak-menentu/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2008/07/04/pakistan-tak-menentu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 03:25:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2008/07/04/pakistan-tak-menentu/</guid>
		<description><![CDATA[KETIKA saya lihat di tayangan televisi BBC 12 Mei 2008 mantan PM Nawaz Sharif mengambil keputusan untuk menarik menteri-menteri dari pertainya keluar dari kabinet koalisi bersama Pakistan People Party yang kini dipimpin oleh Asif Ali Zardari, suami mantan PM Benazir Bhutto yang tewas itu, maka saya bisa membayangkan bahwa keadaan di Pakistan memasuki tahapan tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">KETIKA saya lihat di tayangan televisi BBC 12 Mei 2008 mantan PM Nawaz Sharif mengambil keputusan untuk menarik menteri-menteri dari pertainya keluar dari kabinet koalisi bersama Pakistan People Party yang kini dipimpin oleh Asif Ali Zardari, suami </span><span id="more-11277"></span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">mantan PM Benazir Bhutto yang tewas itu, maka saya bisa membayangkan bahwa keadaan di Pakistan memasuki tahapan tak menentu. Salah satu pertanyaan ialah apakah kabinet koalisasi yang dipimpin oleh PM Yousaf Raza Gilani bisa bertahan ataukah harus bubar?<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Saya mulai mencermati berita dari Islamabad yang disiarkan oleh kantor berita Inggeris Reuters dan Amerika Associated Press. Mereka bilang PM Gilani menolak menerima pengunduran diri menteri-menteri dari Parpol Nawaz Sharif.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Sebabnya Sharif mengumumkan 12 Mei 2008 dia menarik menteri-menterinya ilaha karena kabinet gagal memenuhi janji pada pembentukan kabinet koalisi untuk mengangkat kembali para hakim yang telah dipecat oleh Presiden Pervez Musharraf. Jumlah menteri itu sembilan orang.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">PM Gilani memberikan tanggapan &#8216;Marilah kita lakukan upaya terakhir sehingga isu ini dapat dipecahkan&#8217;. Pada saat dia bicara itu Asif Ali Zardari masih berada di London. Pengunduran diri para menteri dari parpol Nawaz Sharif itu menimbulkan prospek bahwa kabinet yang ibarat baru berumur sejagung itu bakal ambruk dan mencempelungkan Pakistan ke dalam kekacauan politik.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Pakistan sedang menghadapi masalah-masalah ekonomi yang meningkat. Pakistan sedang mencoba mempertahankan sebuah gencatan senjata yang bersifat rapuh dengan golongan Islam militan di tapalbatas Afghanistan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Sharif mengatakan partainya akan tetap merupakan bagian dari koalisi pemerintah. Partai Zardari mengutarakan ’respek’ bagi putusan itu dan bilang bahwa partai-partai tetap tinggal saling dekat. Akan tetapi seorang jurubicara bagi Sharif tanggal 13 Mei mempertajam nada bicara dengan menuduh Pakistan People Party mempunyai anggota-anggota yang ’melayani kepentingan’ Presiden Musharraf dengan memblokir dipulihkannya kedudukan para hakim yang telah dipecat itu. ’Kaum loyalitas Musharraf demikian harus dipersalahkan atas putusan kami untuk meninggalkan kabinet’ ujar juru bicara Sadiqul Farooq.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Pembantu-pembantu (asisten) Zardari mempunyai hubungan atau kontak rahasia dengan Musharraf, kata Farooq. Akan tetapi jurubicara partai Zardari yaitu Farhatullah Babar menyanggah ada kontak di belakang punggung dengan Musharraf dan menegaskan partainya tetap terikat untuk memulihkan kedudukan para hakim.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Sebagaimana dimaklumi Presiden Musharraf mengumumkan keadaan darurat dan membersihkan Mahkamah bulan November 2007 untuk menunda suatu keputusan Mahkamah Agung mengenai kesyahan kepresidenannya. Koalisi yang naik berkuasa sesudah mengalahkan pendukung-pendukung Musharraf dalam pemilihan parlemen bulan Februari 2008 bersumpah untuk meninjau kembali tindakan Musharraf terhadap para hakim. Tapi kedua posisi para hakim. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Navaz Sharif bersiteguh bahwa suatu resolusi parlemen dan sebuah perintah sederhana dari pemerintah akan memadai guna mengembalikan para hakim. Tapi Partai Zardari mengatakan bahwa undang-undang terlebih dahulu harus diubah untuk mengakomodir hakim-hakim yang diangkat oleh Musharraf setelah terjadi pemecatan, suatu percobaan untuk memastikan bahwa para hakim yang diangkat itu tidak memberikan perlawanan. Ia juga berusaha membuat suatu paket perubahan undang-undang untuk mencegah para hakim terlibat dalam soal politik.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Suatu perpecahan permanen dalam koalisi akan memperkukuh Musharraf mantan orang kuat tentara yang mengambil kedudukan di kursi belakang semenjak kabinet baru berkuasa bulan Maret. Partai-partai oposisi yang bersekutu dengan Presiden Musharraf<span>  </span>telah menyisyaratkan kesediaaan mereka untuk bergabung dengan sebuah koalisi baru dengan Pakistan People’s Party, apabila persekutuannya dengan partai Sharif ambruk total.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Kedua Parpol koalisi utama bukanlah mitra-mitra yang wajar. Benazir Bhutto dan Navaz Sharif saling berhantam tanpa ampun untuk memperoleh<span>  </span>kekuasaan selama tahun 1990an, suatu dasawarsa yang berkaitan dengan korupsi merajalela dan tidak becusnya pemerintahan yang meratakan jalan bagi kudeta militer Musharraf tahun 1999.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Akan tetapi Bhutto dan Sharif telah menderita di bawah kekuasaan mantan orang kuat tentara itu dan mereka berbagai (sharing) suatu ambisi untuk mewujudkan kembali supremasi parlemen atas kepresidenan yang punya kekuasaan memecat pemerintah, demikian Reuters dan AP.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Dalam pada itu saya baca tajukrencana suratkabar The New York Times yang menulis antara lain. Terdapat kecurigaan-kecurigaan di Pakistan bahwa pemerintah Bush sedang mendorong untuk melindungi mantan jenderal Musharraf, setidak-tidaknya<span>  </span>untuk beberapa waktu lagi. Amerika Serikat harus menjelaskan bahwa tujuannya tidak mempertahankan Musharraf dalam jabatannya, tetapi membantu pemerintah sipil bertahan hidup dan berkembang makmur.<o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Pemerintah baru Pakistan masih punya banyak masalah yang dihadapi, termasuk harga pangan, krisis ekonomi yang mendalam dan bangkitnya kembali Taliban dan Al Qaedah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2008/07/04/pakistan-tak-menentu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beda Putin Dan Medvedev</title>
		<link>http://beritasore.com/2008/06/26/beda-putin-dan-medvedev/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2008/06/26/beda-putin-dan-medvedev/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 09:51:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2008/06/26/beda-putin-dan-medvedev/</guid>
		<description><![CDATA[VLADIMIR Putin yang selama dua masa jabatan yaitu delapan tahun menjadi Presiden Rusia dan kini menjabat sebagai Perdana Menteri setelah menunjuk Dmitri Medvadev sebagai penggantinya adalah dari machotype. Artinya dari jenis lelaki jagoan. Karena itu olahraga yang digemarinya  dan dipraktekkannya ialah pergulatan yudo Jepang. Saya lihat Putin satu kali di tayangkan BBC dengan bertelanjang dada, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">VLADIMIR Putin yang selama dua masa jabatan yaitu delapan tahun menjadi Presiden Rusia dan kini menjabat sebagai Perdana Menteri setelah menunjuk Dmitri Medvadev sebagai penggantinya adalah dari machotype.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Artinya dari jenis lelaki jagoan. Karena itu olahraga yang digemarinya<span>  </span>dan dipraktekkannya ialah pergulatan yudo Jepang. Saya lihat Putin satu kali di tayangkan BBC dengan bertelanjang dada, memperagakan otot-ototnya yang kekar kuat. Lain kali dia lagi membanding lawan bermainnya dalam pergulatan yudo.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Presiden Medvedev kebalikannya suka olahraga India yuga yang sudah barang tentu lebih lembut dan halus. Sejak tanggal 8 Mei Medvedev dilantik sebagai Presiden dan Putin kemudian pindah menjabat Perdana Menteri, banyak orang Rusia bertanya berapa banyakkah kekuasaan yang diserahkan oleh Putin kepda Medvedev.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Presiden yang 12 tahun lebih muda daripada Putin pernah bekerja sebagai bawahan Putin di Sint Petersburg dan Moskou. Betapa pun dekat hubungan mereka berdua, namun mereka berasal dari latarbelakang berlainan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Marshall Goldman pakar studi Rusia pada Universitas Harvard dan penulis buku ’Petrostate: Putin, Power and the New Russia’ memaparkan bahwa Putin tidak hanya datang dari jajaran selaku mantan Letnan Kolonel dalam dinas intel Soviat KGB, tapi embannya dan banyak sedikitnya ayahnya juga erat terlibat dalam kegiatan-kegiatan jenis KGB.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Hal ini tercermin dalam kosa kata Putin yang seringkali diwarnai oleh dialek penjahat atau kriminal yang lantaran kasarnya kadang-kadang bisa memalukan bagi seorang pemipmin dunia. Sebaliknya Medvadev berasal dari kaum intelligentsia atau cendekiawan. Ayahnya gurubesar fisika di Institut Tehnik Leningrad dan ibunya guru sekolah menegah atas dalam bahasa dan kesusasteraan Rusia. Pada mulanya sebagai presiden Medvedev akan membutuhkan Putin.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Alasannya ialah untuk melindungi rusuknya terhadap rongrongan beberapa silovik yakni orang-orang dari tipe hukum dan ketertiban yang telah dibawa ke Moskou dan masuk ke Kremlin oleh Putin. Mereka menganggap diri sendiri sebagai para pewaris tepat yang seharusnya dipilih untuk mengambilalih jabatan Putin. Mereka tidak senang Medvedev yang telah dipilih.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Seraya Putin telah menggunakan siloviki ini untuk mengeluarkan dan menggantikan kebanyakan dari kaum oligarki yang semula (termasuk Mikhail Khodorkovsky, mantan Kepala Yukos Oil Company yang kini menjalani hukum penjara 8 tahun di Siberia), mereka kini telah mapan dan mengoper banyak dari perusahaan yang diswastakan dalam tahun 1990an.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Maka dewasa ini kaum oligarki baru ini (tadinya siloviki) tidak hanya punya uang, tapi juga koneksi-koneksi KGB dan orang dalam. Hal ini bakal menyulitkan Medvedev mendorong mereka keluar dan menggantikan mereka dengan pendukung-pendukungnya sendiri sebagaimana Putin mampu melakukannya tatkala kaum oligarki hanya punya uang untuk melindungi milik mereka.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Akan tetapi selewat beberapa waktu Medvedev hampir pasti untuk percaya bahwa dia menjadi orang berdiri sendiri. Sebab bukankah dia yang presiden dan adalah presiden yang mengangkat dan memecat perdana menteri? Dan bagaikan kebanyak putra yang akhirnya memutuskan bahwa ayah mereka tidak punya kemampuan dan pengetahuan buat menanggulangi zaman baru, pada masa jabatannya yang kedua, jika tidak lebih duluan, Medvedev mungkin akan menyimpulkan dia tidak lagi membutuhkan bimbingan orang yang lebih tua usianya itu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Lebih daripada itu, kendati kedua orang dilatih sebagai pengacara, mereka punya nilai-nilai berlainan. Putin datang ke jabatan presiden menyerukan ’kediktatoran hukum’ dengan menekankan pada kediktatoran. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Bagi Putin Òambruknya Uni Soviet’ adalah ’malapetaka geopolitik paling besar dari abad ke 20’. Sedangkan pada pandangan Medvedev ’kebebasan adalah lebih baik daripada tiada kebebasan’ dan hukum harus menang atas kekuasaan eksekutif yang tidak terkendalikan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Medvedev juga mengkritik praktek yang mengizinkan para pejabat kremlin dan negara memegang posisi dalam perusahaan negara dan pimpinan konglomerat. Dia menginginkan para direktur yang lebih independen atau mandiri. Mengingat bahwa Medvedev sendiri merangkap direktur utama Gazprom dan kepala pemerintahan Kremlin dan wakil perdana menteri pertama, tampaknya seperti dia tidak mengikuti rekomendasinya atau anjurannya sendiri.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Diperkirakan Medvedev akan menyerahkan posisinya sebagai Dirut Gazprom kepada Viktor Zubkov, perdana menteri yang berhenti. namun bahwa Medvedev mempertahankan posisi itu hingga menit terakhir menyarankan betapa menguntungkan pengangkatan itu dan bagimana dia mungkin bakal memperlakukan Gazprom sebagai instrumen negara.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Dalam makna itu tidak bakal banyak perubahaan dari cara Putin juga telah menggunakan Gazprom sebagai ’Juara Nasional’ atas nama pemerintah Rusia dengan kepentingan resminya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Selama harga energi (BBM) tetap tinggi adanya, maka ini memberikan peluang terus bagi Rusia guna merebut kembali, walaupun tidak seluruhnya, status adikuasa (superpower) yang dia kehilangan setelah ambruknya Uni Soviet. Tapi ini juga memberikan tantangan-tangan baru bagi Barat dan Amerika Serikat. Mungkin agak dini mengatakan ’Rusia tidak kembali’, tapi Putin pasti telah bergerak ke jurusan itu. +++</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2008/06/26/beda-putin-dan-medvedev/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budaya Presiden Prancis</title>
		<link>http://beritasore.com/2008/06/03/budaya-presiden-prancis/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2008/06/03/budaya-presiden-prancis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 16:34:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2008/06/03/budaya-presiden-prancis/</guid>
		<description><![CDATA[KEJAYAAN budaya Prancis selalu menjadi perhatian Presiden Prancis. Hal ini tidak mengherankan mengingat sejarah Prancis memang penuh berisi kehebatan hasil cipta para seniman dan pengarangnya. Biasanya Presiden, bila sudah selesai masa jabatannya meninggalkan sesuatu karya budaya yang dilaksanakan sewaktu masa pemerintahannya. Karena itu Presiden seringkali mempunyai seorang Menteri Kebudayaan yang ternama. Jenderal de Gaulle ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV">KEJAYAAN budaya Prancis selalu menjadi perhatian Presiden Prancis. Hal ini tidak mengherankan mengingat sejarah Prancis memang penuh berisi kehebatan hasil cipta para seniman dan pengarangnya.<o:p></o:p> Biasanya Presiden, bila sudah selesai masa jabatannya meninggalkan sesuatu karya budaya yang dilaksanakan sewaktu masa pemerintahannya. Karena itu Presiden seringkali mempunyai seorang Menteri Kebudayaan yang ternama.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-10466"></span><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV">Jenderal de Gaulle ketika memimpin pemerintah Prancis mempunyai pengarang Andre Malraux sebagai Menteri Kebudayaan. <o:p></o:p> Presiden Francois Mitterand melaksanakan renovasi museum Louvre yang tersohor itu. Sebelum mening-galkan jabatannya Presiden Jacques Cgirac meresmikan pembukaan sebuah museum bagi budaya -budaya non-Barat, Museum itu dirancang oleh Jean Niuvel yang tata letaknya dibuat berlebih-lebihan, jantung kehelapan, membingungkan, melambangkan kecongkakan Prancis tertentu. sudah barang tentu kini jutaanwisatawan mengun-jungi museum tersebut.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV">Setiap Presiden Prancis semenjak negeri itu dimerdekakan dari pendudukan Hitler Jerman tahun 1944 telah menghasilkan museum<span>  </span>baru semacam itu atau gedung opera atau gedung perpustakaan atau memulai sebuah program kultural yang berjiwa warisan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV">Tapi Presiden Nicolas Sarkozy yang nyaris satu tahun menjabat kepala negara hampir-hampir tidak ada menyebutkan<span>  </span>tentang seni atau budaya. Akhir bulan Februari yang lalu dia vilang bahwa kuliner atau masakan Prancis harus ditambahkan dlam daftar Unesco World Heritage, Warisan Dunia Unesco.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV">Selera<span>  </span>Sarkozy kabarnya menyukai Lionel Ritchie dan Celine Dion ( penyanyi terkebal karena nyanyiannya dalam film Titanic). Betapa bedanya dengan Presiden Mittarand yang membaca novel-bovel Dostoyevsky, De Gaulle menikmati karya pengarang Chatteaubriand. Tapi presiden yang sekarang suka teman-teman dari shoubiz. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV">Baru-baru ini dia kawin (untuk kedua kalinya) dengan mantan model Italia serta penyanyi Carla Bruni. Dia mengangkat sebagai Menteri Kebudayaannya Christine Albanel yang cerdas, tapi secara luas dianggap sebagai lemah diantara para Menteri Presiden Sarkozy. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV">Semua kenyataan tadi telah bergabung untuk menghasil-kan sesuatu yang mirip kejutan budaya. ’Suatu perpecahan ’, demikian dikatakan oleh pakat ilmu politik Pascal Perrineau. ’Sebuah perubahan yang tidak dapat dipercaya’ kata Jean Laccuture penulis biografi Presiden de Gaulle. Semua itu tak bisa disangkal.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV">Baru-baru ini Lacoutre.<span>  </span>bicara tentang perubahan tadi mengenang.’ Tatkala de Gaulle kembali ke Prancis yang telah dibebaskan tahun 1944 dia<span>  </span>bikin suatu show (peragaan) yakni mengunjungi pengarang -pengarang masyhur seperti Paul Valery dan Francois Maurice. Itulah cara de Gaulle menyatakan suatu perasaan yang diperbaharui mengenai kejayaan Prancis’.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV">Hari-hari ini kios-kios di Paris menjual penerbiyan khusus Le Canard Enchaine, sebuah koran suka menyindir dan berifat investigatif. Koran itu memuat foto lagi dari Presiden Sarkozy dengan kacamatanya yang lazim Ray Bans, dengan kapal yacht dan sebuah pesawat terbang jet pribadi direkamkan<span>  </span>di atas lensa-lensa kacamatanya. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV">Dia sudah sering diberi julukan sebagai ’President Bling Bling ’. Sebuah penghinaan lain bagi Sarkozy ialah sebuatan ’Sarko l ’ Americain’ walaupun orang -orang Prancis harus memikirkan sebuatan baru, sekiranya rakyar Amerika memilih presiden yang berpidato seperti Barack Obama mengenai topik ras (race), sedangkan Prancis mempunyai pemimpin modernnya yang peertama yang tidak tamatan dari sekolah elite supir, seorang kepala negara yang pada kunjungan ke Vatikan baru -baruini tiba terlambat, diiringi oleh<span>  </span>seorang<span>  </span>aktor komedi Jean <span> </span>Marie Bigard yang<span>  </span>yang kasar prilakunya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV">Yang lebih mencelakakan<span>  </span>ialah Presiden<span>  </span>Sarkozy yang sangat aktif itu konon mengirimkan SMS dengan HP-nya selagi masih berada bersama Paus. Kejadian itu membikin marah orang Prancis yang Katolik Roma, berbarengan<span>  </span>dengan kaum pengikut Gaulliat tempo dulu dan konservatif lainnya yang kendati telah memilihnya sebagai presiden<span>  </span>kini mendapatkan Sarkozy orang yang vulgar atau kasar.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV">Perkenalannya dengan orang -orang televisi dan media massa, dengan bintang -bintang,<span>  </span>caranya berprilaku, segala itu menjengkelkan golongan kanan atau konservatif. Nobelis Patrick Rambaud bilang ’Kita semua malu lantaran presiden kurang minatnya terhadap kebudayaan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV">Kita memerlukan seorang presiden yang sopan terlatih’. Bandingkan dengan Presiden Georges Pompidou yang menerbitkan sebuah antologi sajak- sajak Prancis dan memelopori pusat nasional bagi seni moderen yang diberi namanya. Presiden Galery Giscard d’Estaing meninggalkan museum Orsey dan Institut Dunia Arab.<o:p></o:p> Presiden Chirac untuk menambah auranya ( pancaran cahaya) menyebarkan cerita selagi menjabat presiden bahwa sebagai remaja dia menerjemahkan karya puisi pujangga Rusia Pushkin. <o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV">Dan di sampung museum Louwre. Presiden Mitterand menciptakan Bastille Opera dan Perpustakaan Nasional yang baru. Di bawah Mitterand dan Menteri Kebudayaannya yang berkuasa Jack Lang, maka kebudayaan meningkat menjadi sesuatu<span>  </span>bagaikan suatu agama negara<span>  </span>di Prancis. </span>Kini kentara bahwa kejayaan budaya Prancis bukanlah amat dinikmati oleh Presiden Sarkozy. Gayanya berbeda dengan gaya presiden-presiden sebelumnya. (***)<span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial','sans-serif'" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2008/06/03/budaya-presiden-prancis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemuda RRC Kini</title>
		<link>http://beritasore.com/2008/05/22/pemuda-rrc-kini/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2008/05/22/pemuda-rrc-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 07:38:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2008/05/22/pemuda-rrc-kini/</guid>
		<description><![CDATA[Umumnya kita tidak begitu mengetahui betul keadaan di RRC (Republik Rakyat Cina) dewasa ini, khususnya yang bertalian dengan pemudahnya. Yang kita baca dalam koran ialah betapa kemajuan ekonomi RRC meningkat hebat dalam beberapa dasawarsa belakangan. Nanti dalam bulan Agustus bila diadakan Olympiade di Beijing tentu bakal banyak datang informasi dari negeri yang diperintah olah pimpinan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="FI">Umumnya kita tidak begitu mengetahui betul keadaan di RRC (Republik Rakyat Cina) dewasa ini, khususnya yang bertalian dengan pemudahnya. Yang kita baca dalam koran ialah betapa kemajuan ekonomi RRC meningkat hebat dalam beberapa dasawarsa belakangan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-10100"></span><span style="font-family: Arial" lang="FI">Nanti dalam bulan Agustus bila diadakan Olympiade di Beijing tentu bakal banyak datang informasi dari negeri yang diperintah olah pimpinan Partai Komunis Tiongkok sejak tahun 198 dengan meninggatnya Chiang Kai Sek ke Taiwan dan masuknya pemimpin komunis Mao Tso Tung ke Kota Peking.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="FI">Matthew Forney mantan wartawan majalah Amerika ’Time’ yang bertugas di Beijing sedang menulis sebuah buku mengenai hidup di China. Bulan April yang lalu dia menulis dari Beijing mengenai pemuda RRC yang loyal alias setia kepada pemerintah dan berpegang kepada sem-boyang ’lebih cepat, lebih tinggi, lebih kaya’.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="FI">Generasi muda yang berpendidikan, hampir tanpa kecuali, merasa bangga sekali atas prestasi negeri mereka dalam waktu tiga dasawarsa sejak dimulainya penuh ter-hadap pemerintah RRC, istimewa dalam soal Tibet. Sebabya ialah sistim pendidikan yang bisa dengan tepat dilukiskan China oleh kekuasaan-kekuasaan asing dalam abad ke 19 seakan-akan hal itu terjadi baru kemarin, namun melangkahi sepintas lalu cerita tentang Revolusi Kebudayaan yang dilancarkan oleh Mao tahun 1960an dan 1970an seolah-olah terjadinya zaman dulu dan diperlakukan sebagai sejarah kuno.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="FI">Para mahasiswa belajar hitungan persis<span>  </span>bahwa Kewtua Mao punya pemerintahan tirani adalah ’30 persen keliru’. Setelah itu acara itu ditutup. Pemberontakan di Tibet akhir 1950an dan invasi Cina yang memadamkannya dibincangkan hanya cukup lama untuk menyalahkan ’klik Dalai Lama’, sebuah penanaman merendahkan terhadap lingkaran penasehat-penasehat sekitar pemimpin rohani Tibet yaitu Dalai Lama.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="FI">Pengalaman hidup yang mungkin membantu mem-peroleh cara pandang di luar lingkungan pemerintah tidaklah dimiliki oleh orang-orang muda Cina. Kaum muda di kota-kota belajar keras. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="FI">Kerja sukarela, olahraga, kelomok-kelompok debat, keterampilan musik dan aktivitas ekstra kurikulum lain tidak dihitung untuk bisa diterima di sekolah tinggi, maka peserta-peserta di situ sedikit sekali. Dan kontrol terhadap masyarakat oleh pemerintah RRC berarti tidak banyak ada kelompok yang dijalankan oleh bukan negara tempat pemuda bisa bergabung.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="PT-BR">Tamatan-tamatan college China belum lama berselang adalah suatu kelompok. Dan mengapa tidak ? Sebab ekonomi telah bertumbuh dengan tingkat laju dua angka selama yang diingat oleh generasi muda. Mereka yang berbicara bahasa Inggris dijamin dapat pekerjaan bagus.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="PT-BR">Keluarga mereka mempunyai rumah kediaman. </span><span style="font-family: Arial" lang="SV">Mereka sendiri segera akan memiliki rumah dan mungkin juga mobil. Tilpon seluler (HP) , tiada masalah. Maka tak heran Pusat Riset Peo di Washington menggambarkan orang-orang China pada tahun 2005 sebagai ’Pemimpin-pemimpin dunia dalam optimisme’.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="SV">Mengenai penindasan politik, sedikit sekali orang-orang muda Cina mengalaminya. Kebanyakan berusia terlalu muda untuk ingat pembantaian dilapagan Tiananmen pada tahun 1989. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="SV">Dan mungkin tiada seoarng pun yang menceritakan kepada mereka kisah kejadian itu. RRC tidak berasa sebagai suatu negara polisi. Dan orang-orang yang menderita ketidakadilan cenderung adalah golongan miskin, begitu generasi muda membacanya. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="SV">Yaitu orang-orang yang kehilangan rumah kediaman karena dicaplok oleh developer yang terkait dengan pemerintah tanpa mem-peroleh ganti rugi yang adil atau orang-orang yang panennya gagal ketika pabrik-pabrik yang didukung oleh negara telah mencemarkan (polusi) ladang-ladang mereka.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="SV">Orang-orang muda China berpindidikan karena itu adalah kelomok terbesar yang menarik manfaat dari kebijakan-kebijakan yang membawa kepada China lebih banyak perdamaian dan kemakmuran dibandingkan dengan kurunzaman mana pun dalam seribu tahun silam. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="SV">Generasi muda China tidak dapat membayangkan mengapa orang-orang Tibet mau menolak peningkatan penghasilan mereka dan janji masadepan yang akan lebih makmur. Hilangnya tanah tumpah darah tidaklah dianggap cukup sebagai suatu keprihatinan yang sah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="SV">Dari 29 orang intelektual suku China yang bulan Maret 2008 mendatangani sebuah petisi yang dipublikasikan secara luas, yang mendesak pemerintah RRC memperlihatkan pengendalian diri dalam menumpas perlawanan rakyat Tibet, tiada seorang pun yang berusia di bawah 30 tahun. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: Arial" lang="SV">Tentu, nasioanlisme orang-orang muda China mungkin melunak dengan berjalannya waktu. Seraya mereka memasuki angkatan kerja dan mengalami korupsi dan inefisiensi negeri mereka, mereka sering bertumbuh menjadi lebih kritis. <o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Akan tetapi kecuali jika ada perubahan-perubahan besar dalam sistim pendidikan China atau ekonominya, maka orang-orang dunia Barat tidak bakal menemukan sekutu-sekutu dikalangan mayoritas luas orang muda China mengenai isu-isu utama seperti masalah Tibet, Darfur di Afrika, dan lingkungan untuk beberapa waktu lamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">Jika perdebatan mengenai Tibet mengubah pertandingan Olympiade di Beijing bulan Agustus nanti menjadi permainan Hak-hak Kemanusiaan (Human Rights Game), maka orang-orang Barat yang membeli karcis menonton permainan Olimpiade dan mengharapkan orang-orang muda China marah kepada pemerintah mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial" lang="SV"><o:p> </o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2008/05/22/pemuda-rrc-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelukis Indonesia Laku</title>
		<link>http://beritasore.com/2008/05/17/pelukis-indonesia-laku/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2008/05/17/pelukis-indonesia-laku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 04:26:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rosihan Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/2008/05/17/pelukis-indonesia-laku/</guid>
		<description><![CDATA[30 Tahun yang lalu seorang pelukis muda bernama Ronald Manullang mengikuti kata hatinya, bergabung dengan barisan pelopor seniman Indonesia dan menciptakan lukisan-lukisan baru dan segar. Tidak ada orang mengingin-kannya. ‘Saya lapar, saya butuh uang. Saya berhenti melukis dan masuk pekerjaan periklanan’ kata Manullang dalam wawancara dengan wartawan Amerika Seth Mydans belum lama berselang, demikian International [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">30 Tahun yang lalu seorang pelukis muda bernama Ronald Manullang mengikuti kata hatinya, bergabung dengan barisan pelopor seniman </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Indonesia</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> dan menciptakan lukisan-lukisan baru dan segar. </span><span id="more-10010"></span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Tidak ada orang mengingin-kannya. ‘Saya lapar, saya butuh uang. Saya berhenti melukis dan masuk pekerjaan periklanan’ kata Manullang dalam wawancara dengan wartawan Amerika Seth Mydans belum lama berselang, demikian International Herald Tribune.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Akan tetapi dalam tahun yang lalu seni </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Indonesia</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> sangat diminati di pasar international. </span><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Para</span></st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"> kolektor, galeri dan rumah lelang membeli lukisan apa saja dari </span><st1:country-region><st1:place><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Indonesia</span></st1:place></st1:country-region><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Manullang yang kini berusia 54 tahun melukis lagi. Dia dapat banyak uang. ’Zaman aneh sekali. Dulu kami tidak bisa jual satu pun dari lukisan kami. Kini kolektor sangat membutuhkan lukisan-lukisan itu dan sebelum lukisan selesai dibuat, par kolektor sudah datang ke rumah saya dan menanyakan berapa harganya’ kata Manullang.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Beberapa pun harga lukisan Indonesia, dia lebih murah ketimbang seni China. Dan itulah sekarang persoalannya. Chinese art (seni China) kini barang hangat dan meminta harga tinggi. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Dalam dampak penetesan ke bawah, par koloktor kini memandang kepada Indonesia sebagai macan Asia berikut. Seni Indonesia dan China bagus harganya di Amerika dan Eropa, seni Indonesia belum lagi melintasi samudra Pasifik dan para pembelinya kebanyakan datang dari kelas hartawan Asia.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Para pakar menelusuri saat diminatinya seni Indonesia kepada ’insiden-insiden Mei 2007’ yakni dua pelelangan (auctions) di mana harga-harga untuk artis-artis Indonesia kontemporer sekonyong-konyong dan tidak disangka-sangka naik adanya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Pelelangan pertama diadakan bulan April di Sothaby di Singapura di mana sebuah lukisan oleh artis muda berna-ma Putu Sutawijaya dijual dengan<span>  </span>harga 60.000 dolar AS, 10 kali dari harga yang diperkirakan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Dalam bulan Mei lukisan-lukisan Indonesia bahkan menarik harga-harga lebih tinggi di pelelengan Christie di Hongkong. Maka perlombaan berlangsung. Sepanjang tahun harga-harga naik lebih tinggi dan meningkat terus. Beberapa karya lukisan di jual seharga ratusan ribu dolar, kendati jumlah itu masih jauh kurang di bawah jutaan dollar yang dibayar untuk beberapa seni China.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Dei Hong Djien seorang kolektor Indonesia terkemuka mengatakan ’Kini ada pertempuran besar dari para kolektor. Mereka datangi pelukis-pelukis dan meminta karya lukisan. Adalah gampang bagi galeri-galeri untuk menjual, tapi sulit untuk memperoleh pelukis-pelukis baik, lantaran tiap galeri berjuang memperebutkan mereka’.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Sebuah rumah lelang mengirimkan truk ke Yogyakarta, pusat seni Indonesia ,untuk mengumpulkan lukisan-lukisan dari pelukis-pelukis muda yang tidak terkenal, kata Eddy Soetriyono, pemimpin redaksi C-Arts, sebuah majalah untuk seni kontemporir dan budaya. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">’Mereka sebenarnya membe-rikan pengarahan kepada pelukis-pelukis muda untuk melukis apa yang laris terjual di pasar kat Soetriyono. Itu adalah suatu bahaya dari lagi hangatnya seni Indone-sia, kata par pakar seni. Alih-alih mengembangkan visi mereka sendiri, para pelukis muda akan menenguk ke sekeli-ling mereka, lihat apa yang laris dan melukis untuk pasaran. Mereka saling meniru (mengkopi) dalam auto plagiarism.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Mereka mengkopi diri sendiri, dan mengancam merong-rong pasar. ’Yang mengkhawatirkan kami ialah bahwa artis-artis muda itu masih belum matang. Mereka membuat lukisan hanya untuk rumah-rumah pelelangan’ ujar Dei.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Kreativitas telah dicekik. Ronald Manullang bilang dia telah menyerah beberapa ketika, sambil menjanjikan semua karyanya kepada seorang pedagang perantara (broker) dan kehilangan segi kreatifnya. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="SV">’Terkadang orang itu men-datangimu dan berkata ’Hai, aku butuh seperti ini, aku suka seperti ini’. </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Saya mulai melukis dengan sangat tidak memadai, sangat membosankan, karena saya membuat lukisan hanya untuk satu orang. Maka saya hentikan kontrak’.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Sebuah pertarungan sedang terjadi untuk roh seniman Indonesia. Kini diperlukan kemauan kuat untuk mencipta-kan seni demi seni. ’Kini saya hanya khawatir bagaimana serakahnya saya ini. Bisakah saya kontrol keserakahan saya akan uang’ kata Manullang.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Seraya beberapa pembeli melakukan pesanan untuk lukisan-lukisan suatu kelas pembeli lain tidak tahu apa yang dikendakinya. ’Mereka adalah kaum investorÓ kata Dei. ’Mereka hanya menaruh minat untuk bikin uang. Bila tujuannya adalah investasi, maka orang tidak meng-gunakan matanya, orang menggunakan telinganya untuk membeli’. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Beberapa di antara mereka mendatangi Dei untuk memperoleh petunjuk-petunjuk pasar. ’Bankir-bankir investasi menanyakan kepada saya lukisan-lukisan apa yang dibeli. Mereka tidak menasehatkan saya mengenai apa yang dibeli’ ujar Dei.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Yang diinginkan oleh pasar dewasa ini, kata Dei, adalah seni pop dengan tehnik-tehnik sangat realistik, lukisan-lukisan oleh orang-orang seperti Nyoman Masriadi yang menurut Dei adalah salah satu yang paling mahal dari artis-artis muda.<o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial" lang="FI">Dei mempunyai salah satu dari lukisan Marri di dalam galerinya. Orang membeli lukisan-lukisan Masriadi tanpa melihatnya kata Dei, kadang-kadang sebelum dilukis. </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial">Lukisan-lukisan itu sudah punya harganya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2008/05/17/pelukis-indonesia-laku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
