<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Harian Berita Sore &#187; Dikbud</title>
	<atom:link href="http://beritasore.com/category/pendidikan-budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://beritasore.com</link>
	<description>Semua Berita Layak Online</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 10:06:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.4</generator>
		<item>
		<title>Kemdikbud Loloskan 55 ProposaL PKMM Dari UNRAM</title>
		<link>http://beritasore.com/2012/02/10/kemdikbud-loloskan-55-proposal-pkmm-dari-unram/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2012/02/10/kemdikbud-loloskan-55-proposal-pkmm-dari-unram/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 09:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=90653</guid>
		<description><![CDATA[Mataram ( Berita ) :  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meloloskan sebanyak 55 proposal Program Kreativitas Mahasiswa Mandiri yang diajukan Universitas Mataram untuk tahun anggaran 2012. &#8220;Jumlah proposal mahasiswa yang diterima pada tahun 2012 lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 33 judul,&#8221; kata Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Mataram (Unram) M Farouk, di Mataram, Jumat [10/02]. Ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mataram ( Berita ) :  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meloloskan sebanyak 55 proposal Program Kreativitas Mahasiswa Mandiri yang diajukan Universitas Mataram untuk tahun anggaran 2012.</p>
<p><span id="more-90653"></span>&#8220;Jumlah proposal mahasiswa yang diterima pada tahun 2012 lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 33 judul,&#8221; kata Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Mataram (Unram) M Farouk, di Mataram, Jumat [10/02].</p>
<p>Ia mengatakan, persaingan untuk bisa memperoleh dana Program Kreativitas Mahasiswa Mandiri (PKMM) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) cukup berat karena harus bersaing dengan seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jumlah proposal yang masuk ke panitia seleksi diperkirakan mencapai 32.000 proposal yang terdiri dari lima bidang, yakni kewirausahaan, karya cipta, pengabdian pada masyarakat, teknologi dan penelitian.</p>
<p>Sebanyak 55 proposal dari Unram yang lolos verifikasi, kata Farouk, sebagian besar dari PKMM bidang kewirausahaan. Mahasiswa yang mengajukan proposal berasal dari sejumlah fakultas yang ada di Unram.</p>
<p>&#8220;Kami memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi mahasiswa yang ingin mengajukan proposal. Bahkan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) juga ada yang lolos proposalnya di bidang kewirausahaan, meskipun kuliah di bidang sains,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, (PKMM) merupakan salah satu bentuk upaya yang ditempuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) dalam meningkatkan kualitas peserta didik di perguruan tinggi.</p>
<p>Pemerintah berharap melalui program tersebut mahasiswa bisa menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian serta memperkaya budaya nasional.</p>
<p>PKMM dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditjen Dikti.</p>
<p>Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang selama ini sarat dengan partisipasi aktif mahasiswa, diintegrasikan ke dalam satu wahana yang diberi nama PKMM.</p>
<p>&#8220;PKMM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang baik dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendekiawan, wirausahawan, mandiri dan arif,&#8221; katanya. (ant )</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2012/02/10/kemdikbud-loloskan-55-proposal-pkmm-dari-unram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JAICA Jepang Bantu Dosen Unsoed Purwokerto</title>
		<link>http://beritasore.com/2012/02/09/jaica-jepang-bantu-dosen-unsoed-purwokerto/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2012/02/09/jaica-jepang-bantu-dosen-unsoed-purwokerto/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 08:57:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=90527</guid>
		<description><![CDATA[Purwokerto ( Berita ) :  Jaica Jepang mengirimkan seorang tenaga pengajar untuk membantu dosen Program Studi Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang. Kepala Bagian Humas Unsoed Purwokerto Endang Istanti mengatakan, kedatangan Katsuki Chie dari Jaica Jepang diterima Pembantu Rektor II Unsoed Eko [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Purwokerto ( Berita ) :  Jaica Jepang mengirimkan seorang tenaga pengajar untuk membantu dosen Program Studi Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang.</p>
<p><span id="more-90527"></span>Kepala Bagian Humas Unsoed Purwokerto Endang Istanti mengatakan, kedatangan Katsuki Chie dari Jaica Jepang diterima Pembantu Rektor II Unsoed Eko Hariyanto di Ruang Senat Gedung Rektorat Unsoed, Kamis [09/02] pagi.</p>
<p>&#8220;Mrs Katsuki Chie menjadi tenaga kontrak di Unsoed selama dua tahun untuk mengajar dosen Prodi Bahasa Jepang sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang dan meraih Level 2,&#8221; katanya. Ketua Prodi Bahasa Jepang Ida Hamidah mengatakan, Prodi Bahasa Jepang FISIP Unsoed mulai dibuka pada 2011.</p>
<p>&#8220;Akan tetapi permintaan &#8216;native&#8217;-nya (asli, red.) sudah dari 2010. Begitu SK dari Dikti (Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, red.) turun, kita langsung menyampaikan permohonan ke Jaica pada akhir 2010. Waktu itu masih secara lisan,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, Jaica Jepang baru memberikan respons terhadap permohonan untuk mendapatkan &#8220;native speaker&#8221; (pembicara asli atau pribumi, red.) tersebut pada akhir 2011. Dalam hal ini, kata dia, Jaica Jepang secara resmi mengirimkan &#8220;native speaker&#8221; dengan status &#8220;silver expert&#8221;.</p>
<p>&#8220;Di Jaica Jepang ada dua, yakni &#8216;yunior expert&#8217; yang berusia 22 tahun hingga di bawah 39 tahun dan &#8216;silver expert&#8217; yang berusia di atas 39 tahun. Kebetulan untuk Unsoed mendapatkan yang &#8216;silver expert&#8217; karena Mrs Katsuki Chie usianya sudah di atas 39 tahun,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, Jaica Jepang tidak hanya mengirimkan tenaga pengajar bahasa Jepang ke Unsoed tetapi juga ke Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. &#8220;Ada enam tenaga yang dikirim Jaica Jepang ke Indonesia, dua di antaranya untuk mengajar bahasa Jepang di Unsoed dan Undip, sedangkan empat orang lainnya sebagai tenaga teknis di sejumlah provinsi,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, Jaica mengirim tenaga pengajar ke setiap perguruan tinggi di Indonesia yang membuka Prodi Bahasa Jepang itu untuk meningkatkan kapasitas dosen. Ia mengharapkan, kemampuan dosen berbahasa Jepang para pengajar di program itu dapat meningkat selama dua tahun ke depan.</p>
<p>&#8220;Untuk dua tahun pertama ini kita coba lebih menekankan peningkatan kapasitas dosen sehingga nantinya dapat berdampak positif pada mahasiswa,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, tenaga pengajar dari Jaica Jepang itu akan mendampingi dosen saat mengajar mahasiswa di ruangan. Dalam hal ini, kata dia, tenaga pengajar dari Jepang tersebut akan melakukan observasi terhadap cara mengajar dosen Prodi Bahasa Jepang.</p>
<p>Dari observasi tersebut, katanya, akan dilakukan evaluasi terhadap kekurangan-kekurangan dosen saat mengajar sehingga dapat diperbaiki agar bisa mencapai Level 2 dalam kemampuan berbahasa Jepang. &#8220;Dalam bahasa Jepang ada semacam Toefl, paling rendah Level 5 dan tertinggi Level 1. Tahun ini kita berharap bisa mencapai minimal Level 2,&#8221; katanya.</p>
<p>Kendati tidak dilibatkan secara langsung untuk mengajar mahasiswa, dia mengatakan, pihaknya akan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bisa melatih kemampuan berbahasa Jepang mereka dengan kegiatan percakapan bersama tenaga pengajar dari Jaica itu.</p>
<p>&#8220;Program yang dilaksanakan memang untuk dosen. Namun kami akan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan kegiatan percakapan di hari Sabtu bersama tenaga pengajar dari Jepang ini,&#8221; katanya.  (ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2012/02/09/jaica-jepang-bantu-dosen-unsoed-purwokerto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>19 Peneliti Raih Hibah &#8220;ITSF&#8221;</title>
		<link>http://beritasore.com/2012/02/09/19-peneliti-raih-hibah-itsf/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2012/02/09/19-peneliti-raih-hibah-itsf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 08:55:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=90526</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta ( Berita ) :  Dr Ingrid S Surono dari Universitas Indonesia dan 18 peneliti lainnya mendapat penghargaan dan hibah penelitian dari &#8220;Indonesia Toray Science Foundation&#8221; (ITSF) di Jakarta, Kamis . &#8220;Ke-19 orang ini adalah hasil seleksi dari 229 usulan penelitian, yakni dari 197 perguruan tinggi dan 32 berasal dari lembaga penelitian,&#8221; kata Ketua ITSF [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta ( Berita ) :  Dr Ingrid S Surono dari Universitas Indonesia dan 18 peneliti lainnya mendapat penghargaan dan hibah penelitian dari &#8220;Indonesia Toray Science Foundation&#8221; (ITSF) di Jakarta, Kamis .</p>
<p><span id="more-90526"></span>&#8220;Ke-19 orang ini adalah hasil seleksi dari 229 usulan penelitian, yakni dari 197 perguruan tinggi dan 32 berasal dari lembaga penelitian,&#8221; kata Ketua ITSF Prof Dr Soefjan Tsauri saat memberi sambutannya pada Penghargaan dan Hibah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ITSF di Jakarta, Kamis [09/02].</p>
<p>Selain 19 peraih hibah ITSF itu, sembilan guru bidang Fisika, Kimia dan Biologi, juga memperoleh penghargaan &#8220;ITSF Science Education Award&#8221; yang merupakan hasil seleksi dari 90 nominator.</p>
<p>Tahun ini hibah penelitian yang diserahkan ITSF total mencapai Rp688.473.960 dan total hibah pendidikan sains Rp180 juta.</p>
<p>&#8220;Selama 18 tahun terakhir sejak berdirinya, yayasan kami telah memberi total sekitar Rp14 miliar dalam bentuk hibah untuk mendanai penelitian ilmiah dasar bagi peneliti muda,&#8221; kata Wakil Presiden Direktur Toray Industries, Jepang, Chiaki Tanaka.</p>
<p>Dr Ingrid Surono memperoleh hibah riset melalui proposal penelitiannya berjudul &#8220;Probiotik untuk Kesehatan Manusia&#8221;, di mana temuannya &#8220;Lactobacillus plantarum&#8221; dan &#8220;Enterococcus faecium&#8221; asal dadih mampu berkompetisi dengan bakteri patogen.</p>
<p>&#8220;Keduanya bahkan mampu meningkatkan respon imun humoral sigA dan meningkatkan berat badan anak balita,&#8221; kata dosen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UI yang meneliti probiotik sejak 1993 itu. Probiotik adalah bakteri hidup yang bila dikonsumsi dalam jumlah memadai memberi manfaat kesehatan.</p>
<p>Selain Ingrid yang memenangkan hibah sebesar Rp75 juta, 18 peneliti lain yang memenangkan hibah riset Rp32-Rp48 juta yakni Dr Iskhaq Iskandar dari Unsri dengan proposal riset tentang sirkulasi laut di Samudera Hindia.</p>
<p>Tatas Brotosudarmo dari Universitas Ma Chung tentang antena penangkap cahaya, Deni Swantomo dari Batan tentang pupuk dengan radiasi, Dr Uyi Sulaeman dari Unsoed tentang material SrTiO3, Yalun Atifin dari STKIP Surya tentang Biofuel generasi kedua.</p>
<p>Dr Noryawati dari Atmajaya tentang kayu damar untuk kemasan daging, One Asmarani dari Unair tentang rekayasa protein anti-TBC, Dr Niknik Murhayati dari BPPT tentang teknologi hijau dalam industri kertas, Dr Indra Wibowo dari ITB tentang hewan model Zebrafish.</p>
<p>Andreas Kusuma dari Eijkman Institute tentang antigen malaria, Tinton Dwi Atmaja dari LIPI tentang CNC bubut mesin nano, Dr M Dani Supardan dari Unsyiah tentang produksi biodiesel, Dr Retno Murwanti dari UGM tentang Kurkumin untuk kanker.</p>
<p>Dr Ratno Nuryadi dari BPPT tentang sensor gas, Dewi Setyaningsih dari Sanata Darma tentang Kurkumin ekstrak, Dr Diah Susanti dari  ITS tentang kapasitor elektrokimia, Annisa Aprilia dari Unpad tentang sel surya hibrid, serta Bevi Lidya dari Politeknik Negeri Bandung tentang Siklodekstrin Glukanotransferase. ( ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2012/02/09/19-peneliti-raih-hibah-itsf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ilmuwan Lima Benua Belajar Tentang Indonesia</title>
		<link>http://beritasore.com/2012/02/09/ilmuwan-lima-benua-belajar-tentang-indonesia/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2012/02/09/ilmuwan-lima-benua-belajar-tentang-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 08:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=90529</guid>
		<description><![CDATA[Depok ( Berita ) :  Sejumlah ilmuwan dari lima benua belajar tentang Indonesia dalam International Conference and Summer School on Indonesian Studies yang digelar Universitas Indonesia di Sanur, Bali. &#8220;Kegiatan tersebut dimulai pada Kamis (9/2) dan dibuka oleh Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri,&#8221; kata Kepala Kantor Sekretariat Pimpinan UI Devie Rahmawati dalam surat elektroniknya, Kamis. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Depok ( Berita ) :  Sejumlah ilmuwan dari lima benua belajar tentang Indonesia dalam International Conference and Summer School on Indonesian Studies yang digelar Universitas Indonesia di Sanur, Bali. &#8220;Kegiatan tersebut dimulai pada Kamis (9/2) dan dibuka oleh Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri,&#8221; kata Kepala Kantor Sekretariat Pimpinan UI Devie Rahmawati dalam surat elektroniknya, Kamis.</p>
<p><span id="more-90529"></span>Menurut dia, kehadiran para ilmuwan yang mewakil lima benua ini tidak hanya menghasilkan devisa bagi negara tetapi juga menunjukkan perhatian yang besar terhadap Indonesia. Dengan tema maritime culture, local wisdom, diversity dan changes, konferensi itu diharapkan mampu memberikan gambaran dan pemahaman yang lebih luas mengenai Indonesia. Para ilmuwan internasional ini, seusai konferensi, diharapkan dapat menjadi awak &#8220;public relations&#8221; bagi Indonesia.</p>
<p>Ia mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan dengan Rektor UI dan panitia penyelenggara beberapa waktu lalu menyampaikan dukungannya bagi konferensi yang diharapkan mampu menghasilan refleksi kritis terhadap kekuatan Indonesia yaitu keragaman budaya, suku, bahasa, seni, pemikiran, ideologi, teknologi, sehingga mampu menghasilkan modal kekuatan dalam mengembangkan kajian Indonesia yang sesuai dengan tuntutan akademik dan global.</p>
<p>Lebih lanjut ia mengatakan, dalam seminar ini, panitia menghadirkan peneliti ternama dunia Prof Stephen Oppenhaimer dari Universitas Oxford, yang fokus pada riset tentang sejarah peradaban manusia pada masa lalu. Kehadiran Oppenhaimer relevan dengan kabar penemuan aktual piramida di berbagai kawasan pegunungan di Tanah Air.</p>
<p>Temuan tersebut sementara menandai kemungkinan bahwa peradaban Indonesia merupakan salah satu peradaban tertua di dunia, yang juga menjadi poros peradaban dunia.</p>
<p>&#8220;Hal ini sejalan dengan kajian yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan dunia, yang di antaranya mengambil kesimpulan sementara bahwa, &#8220;atlantis&#8221; yang hilang kemungkinan berada di bawah kawah candradimuka Tanah Air Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dikatakannya bila pada masa datang, temuan tersebut memiliki kebenaran objektif akademik yang valid, Bangsa Indonesia perlu berbangga dan terus membenahi diri, untuk mengulang sejarah masa lalu, sebagai matahari peradaban dunia.</p>
<p>Seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia ini merupakan seminar internasional yang ke-empat semenjak diselenggarakan pada 2009 di Kampus UI, Depok.</p>
<p>&#8220;Tahun ini diselenggarakan di Bali dengan tujuan memberikan warna dan nuansa Nusantara yang berbeda bagi para peserta, khususnya para tamu internasional,&#8221; katanya. (ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2012/02/09/ilmuwan-lima-benua-belajar-tentang-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pejabat Universitas Thailand Kunjungi ISI Denpasar</title>
		<link>http://beritasore.com/2012/02/07/pejabat-universitas-thailand-kunjungi-isi-denpasar/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2012/02/07/pejabat-universitas-thailand-kunjungi-isi-denpasar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 09:07:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=90315</guid>
		<description><![CDATA[Denpasar ( Berita ) :  Pejabat Sukhothai Thammathirat Open University, Thailand, Rattip Phukkeson, berkunjung ke kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. &#8220;Kunjungan pejabat universitas di Thailand itu untuk menindaklanjuti penandatangan naskah kerja sama antarkedua lembaga pendidikan tinggi seni,&#8221; kata Humas ISI Denpasar, Dewi Yulianti, Selasa [07/02]. Menurut dia, kedatangan Rattip itu diterima Rektor ISI Denpasar, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Denpasar ( Berita ) :  Pejabat Sukhothai Thammathirat Open University, Thailand, Rattip Phukkeson, berkunjung ke kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.</p>
<p><span id="more-90315"></span>&#8220;Kunjungan pejabat universitas di Thailand itu untuk menindaklanjuti penandatangan naskah kerja sama antarkedua lembaga pendidikan tinggi seni,&#8221; kata Humas ISI Denpasar, Dewi Yulianti, Selasa [07/02].</p>
<p>Menurut dia, kedatangan Rattip itu diterima Rektor ISI Denpasar, Prof Dr I Wayan Rai. Keduanya membahas berbagai hal dalam memantapkan jalinan kerja sama dan menyempurnakan proses belajar dan mengajar. Kerja sama dua lembaga pendidikan tinggi seni antarnegara itu menyangkut program pertukaran mahasiswa dan dosen.</p>
<p>Rattip Phukkeson sengaja memilih bermitra dengan ISI Denpasar  karena lembaga pendidikan tinggi seni negeri di Bali itu dinilai memiliki jaringan cukup luas, baik tingkat nasional maupun internasional.</p>
<p>Rattip Phukkeson sebelum bertemu dengan Wayan Rai sempat menemui Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Bangkok Prof Dr Didik Sulistyanto yang akhirnya merekomendasikan ISI Denpasar untuk melakukan kunjungan pembahasan kerja sama.</p>
<p>Prof Rai mengatakan, KBRI Bangkok, telah memberi perhatian besar kepada kampus ISI Denpasar dan memberi rekomendasi kepada kampus-kampus yang ada di Thailand dalam meningkatkan kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak. Selain itu, kerja sama juga membantu mahasiswa ISI Denpasar di Thailand yang ikut ambil bagian dalam Malaysia-Indonesia-Thailand (MIT).</p>
<p>&#8220;Keeikutsertaan tiga mahasiswa ISI Denpasar dalam &#8220;Student Mobility Program&#8221; merupakan cambuk bagi mahasiswa, pegawai, dan dosen ISI Denpasar untuk terus belajar meningkatkan kemampuan diri dengan harapan ISI Denpasar semakin berkibar,&#8221; kata Prof Rai.</p>
<p>Tiga mahasiswa ISI Denpasar telah menyelesaikan studinya di Thamasat University Thailand, dalam program MIT 2011, dan dua orang lainnya pada MIT 2010.  Mereka menyelesaikan tugas belajar dengan hasil membanggakan sekaligus meningkatkan  citra ISI Denpasar di dunia internasional.  ISI Denpasar dalam program 2012 kembali mendapat jatah untuk mengirim lima mahasiswa ke Thailand dan kini dalam tahap proses seleksi. (ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2012/02/07/pejabat-universitas-thailand-kunjungi-isi-denpasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga PTN Masuk 100 PT Terbaik Asia</title>
		<link>http://beritasore.com/2012/02/07/tiga-ptn-masuk-100-pt-terbaik-asia/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2012/02/07/tiga-ptn-masuk-100-pt-terbaik-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 09:06:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=90312</guid>
		<description><![CDATA[Semarang ( Berita ) :  Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia tetap berada dalam daftar 100 perguruan tinggi (PT) terbaik Asia dan masuk pula dalam kelompok 500 PT terbaik dunia versi Webometrics. Menurut laporan pemeringkatan yang dikutip dari webometrics.com, Selasa [07/03] , per Januuari 2012, UGM menempati posisi 30, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semarang ( Berita ) :  Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia tetap berada dalam daftar 100 perguruan tinggi (PT) terbaik Asia dan masuk pula dalam kelompok 500 PT terbaik dunia versi Webometrics.</p>
<p><span id="more-90312"></span>Menurut laporan pemeringkatan yang dikutip dari webometrics.com, Selasa [07/03] , per Januuari 2012, UGM menempati posisi 30, disusul ITB di urutan 33, dan UI peringkat 53.</p>
<p>Di jajaran PT elite dunia, menurut Webometrics, ketiga PTN tersebut juga masuk dalam kelompok 500 perguruan tinggi terbaik dunia, meskipun peringkatnya masih ratusan. UGM menempati posisi 249, disusul ITB (277), dan UI di urutan 365.</p>
<p>Sejak 2004, Webometrics melakukan pemeringkatan PT dan sampai kini tercatat sudah 20.300 PT di dunia yang diperingkat. Setahun dua kali (Januari dan Juli) Webometrics mengumumkan hasil pemeringkatannya.</p>
<p>Selama bertahun-tahun, UGM, ITB, dan UI masuk dalam daftar 100 PT terbaik Asia, setidaknya menurut versi Webometrics.</p>
<p>Rektor Universitas Diponegoro Semarang, Prof Sudharto Prawata Hadi, mengatakan Undip sudah menegaskan komitmennya menjadi universitas berkelas dunia (world class university), karena itu akan terus berbenah diri untuk mencapai prestasi puncak.</p>
<p>&#8220;Sudah mengalami peningkatan. Dulu Undip berada di posisi 156 dan sekarang naik di posisi 151 di tingkat Asia,&#8221; katanya, Selasa. Di panggung nasional, menurut Webometrics, Undip menempati posisi sembilan.</p>
<p>Lima besar PT terbaik Asia didominasi Taiwan. Menurut Webometrics per Januari 2012, National Taiwan University berada di posisi puncak dengan posisi dunia di urutan ke-42. Posisi kedua diduduki Tokyo University dan berada di peringkat ke-46 dunia. National Cheng Kung University Taiwan (3 dan 63), National Chiao Tung University (4 dan 72), dan Kyoto University (5 dan 77 (ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2012/02/07/tiga-ptn-masuk-100-pt-terbaik-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemenlu &#8211; UT Sepakat Tingkatkan Akses Layanan Pendidikan</title>
		<link>http://beritasore.com/2012/02/07/kemenlu-ut-sepakat-tingkatkan-akses-layanan-pendidikan/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2012/02/07/kemenlu-ut-sepakat-tingkatkan-akses-layanan-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 09:04:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=90310</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta ( Berita ) :  Kementerian Luar Negeri menyepakati nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Terbuka  mengenai Peningkatan Akses Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh. Siaran pers Kemenlu yang diterima ANTARA di Jakarta Selasa [07/02] menyebutkan penandatangan MoU dilakukan pada Selasa, 7 Februari 2012, oleh Sekretaris Jenderal Budi Bowoleksono dan Rektor UT, Prof. Ir. Tian Belawati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta ( Berita ) :  Kementerian Luar Negeri menyepakati nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Terbuka  mengenai Peningkatan Akses Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh.</p>
<p><span id="more-90310"></span>Siaran pers Kemenlu yang diterima ANTARA di Jakarta Selasa [07/02] menyebutkan penandatangan MoU dilakukan pada Selasa, 7 Februari 2012, oleh Sekretaris Jenderal Budi Bowoleksono dan Rektor UT, Prof. Ir. Tian Belawati di Kampus Pusat UT, Pondok Cabe, Jakarta, Penandatanganan MoU merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menlu Marty Natalegawa dan Rektor UT, Tian Belawati pada Maret 2011.</p>
<p>Nota Kesepahaman itu bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan operasi Sistem Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh Universitas Terbuka (SPPTTJJ-UT) bagi WNI yang berdomisili di luar negeri, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang pengembangan dan penyelenggaraan SPPTTJJ-UT, dan juga meningkatkan kerja sama teknis dalam bidang penyelenggaraan SPPTTJJ dengan negara lain khususnya negara-negara berkembang.</p>
<p>Dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman tersebut, maka WNI di luar negeri diharapkan dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.</p>
<p>Saat ini, Universitas Terbuka telah membuka layanan pendidikan bagi WNI yang sedang berada di luar negeri, antara lain di Arab Saudi, Singapura, Hongkong, dan Korea Selatan. (ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2012/02/07/kemenlu-ut-sepakat-tingkatkan-akses-layanan-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>China Raih Juara Bergengsi Olimpiade Fisika Dunia</title>
		<link>http://beritasore.com/2012/01/03/china-raih-juara-bergengsi-olimpiade-fisika-dunia/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2012/01/03/china-raih-juara-bergengsi-olimpiade-fisika-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 08:28:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=87822</guid>
		<description><![CDATA[Mataram ( Berita ) :  Ye Kexin siswa dari China meraih medali emas dan menyabet dua predikat bergengsi World Physics Olympiad (WoPhO) atau Olimpiade Fisika Dunia pertama di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 28 Desember hingga 3 Januari 2012. Dua predikat juara yang diraih Ye Kexin adalah The Real Winner of The Physics Olympiad [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mataram ( Berita ) :  Ye Kexin siswa dari China meraih medali emas dan menyabet dua predikat bergengsi World Physics Olympiad (WoPhO) atau Olimpiade Fisika Dunia pertama di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 28 Desember hingga 3 Januari 2012.</p>
<p><span id="more-87822"></span>Dua predikat juara yang diraih Ye Kexin adalah The Real Winner of The Physics Olympiad dan The Best of the Best Theoritical Result. Penyerahan medali dan uang tunai sebesar 15.000 Dolar Amerika Serikat (AS), diserahkan langsung oleh Ketua Umum Eka Tjipta Foundation (ETF) G Sulistiyanto, pada acara penutupan di Mataram, Senin [02/01] malam.</p>
<p>Prof Yohanes Surya selaku inisiator WoPhO, mengatakan, Yi Kexin yang juga peraih medali emas International Physics Olympiad (IPhO) 2011, meraih dua predikat terbaik pada WoPhO 2011 yang digelar di Kota Mataram, NTB, karena mendapatkan nilai tertinggi dari 125 peserta yang berasal dari 15 negara.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan hasil penilaian dari tim juri yang berasal dari Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan (STKIP) Surya dan dari luar negeri, siswa asal Cina itu berhasil menjadi yang terbaik dari 125 peserta WoPhO, setelah mengikuti tes teori dan eksperimen,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menyebutkan, tim juri sebanyak 19 orang terdiri atas lima orang juri pembuat soal, yakni Prof Mate Vigh dari Hungaria, Dr Viktor Ivanov dari Bulgaria, Prof Ruo Peng Wang dari Cina, Dr Oki Gunawan dari Indonesia dan Erwin Handoko Tanin dari Indonesia. Juri yang berasal dari STKIP Surya sebanyak lima orang yakni, Dr Herry Kwee, Dr Hendra Kwee, Dr Zainul Abidin, Dr Jong Anly Tan, Dr Alexander Silalahi.</p>
<p>Juri internasional sebanyak sembilan orang, yakni Dr Hans Jordens selaku President International Physics Olympiad, Prof Gyula Honyek dari Hungaria, Prof Jan Mostowski dari Polandia, Prof Andrez Kotlicki dari Kanada, Prof Anton Mishchuk dari Belarusia, Prof Jaan Kalda dari Estonia, Yudistira Virgus, MS, dari Indonesia, Prof Nguyen The Koi dari Vietnam, dan Prof Dmitry Alexandrov dari Rusia.</p>
<p>&#8220;Dari pembahasan para juri, juga diputuskan sebanyak 11 siswa meraih medali emas termasuk Ye Kexin, 12 siswa meraih medali perak dan 11 siswa meraih medali perunggu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Para siswa peraih medali emas berasal dari negara berbeda, yakni Cina satu orang, Estonia satu orang, Jerman satu orang, Hungaria satu orang, Rusia dua orang, Indonesia dua orang, Singapura dua orang, Slovakia satu orang.</p>
<p>Medali perak diraih oleh satu orang siswa dari Singapura, diikuti dari Indonesia dua orang, Polandia dua orang, Bulgaria dua orang, Kazakstan dua orang, Belarusia satu orang, Bulgaria satu orang, Jerman satu orang. Untuk siswa peraih medali perunggu berasal dari Rusia satu orang, Hungaria satu orang, Indonesia tujuh orang, Hongkong satu orang, Turki satu orang.</p>
<p>Selain meraih medali emas, siswa dari Indonesia, atas nama Christian George Emor, juga  menyabet predikat The Best of The Best Eksperimental. Siswa peraih medali emas di IPhO Zagreb, Kroasia 2010, tersebut juga menyabet predikat The Best Host participant untuk WoPhO 2011 dan mendapat hadiah sebesar 5.000 Dolar Amerika Serikat (AS) dari Blibli.com.</p>
<p>Pengalungan medali bagi seluruh siswa peraih medali perunggu dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB H Lalu Syafi&#8217;i, dan pengalungan medali perak dilakukan oleh Wakil Gubernur NTB H Badrul Munir.</p>
<p>Untuk pengalungan medali emas dilakukan oleh Gubernur NTB H MZainul Majdi dan dari masing-masing sponsor penyandang dana sesuai dengan nama yang terukir di medali emas yang terbuat dari kristal, seperti Hermawan Kartajaya, G. Sulisttiyanto, Anugerah Pekerti, Hadi Surya, Yayasan A dan A Rachmat, Pemerintah Kabupaten Manokwari, Indocement, PT AKR Corporindo Tbk, Ganesha Operation, PT Metiand Tbk.</p>
<p>Sementara pembuat soal yang meraih penghargaan berupa uang tunai sebesar 25.000 Dolar AS dari Bank Mayapada Internasional Tbk, diraih oleh Dr Oki Gunawan, alumni TOFI 1993. Ia berhasil membuat soal eksperimen &#8220;A Rotary Magnetic Drag System for Conductivity Measurement&#8221; yang menurut tim juri sangat luar biasa.</p>
<p>Pembuat soal dari Indonesia yang juga mendapat penghargaan dari sponsor berupa uang tunai sebesar 25.000 Dolar AS dari PT Medco Energi Internasional, adalah Edwin Handoko Tanin seorang siswa SMA dan Andika Putra, alumni TOFI 2004, karena soal eksperimen yang dibuatnya &#8220;Experiment on Granular Material&#8221; dinilai luar biasa.</p>
<p>WoPhO 2011 yang mengusung semangat &#8220;Beat the champion&#8221; adalah kompetisi fisika individual untuk siswa sekolah menengah. Kompetisi itu diinisiasi oleh Prof Yohanes Surya, pendiri Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Surya dan pemilik Surya Institute.</p>
<p>WoPhO pertama yang digelar di NTB sejak 28 Desember 2011 hingga 3 Januari 2012, diikuti 142 peserta dari 15 negara, yakni Turki, China, Kazakstan, Slovakia, Estonia, Hong Kong, Singapura, Hungaria, Rusia, Bulgaria, Belarusia, Jerman, Brasil, dan Polandia, serta Indonesia. (ant )</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2012/01/03/china-raih-juara-bergengsi-olimpiade-fisika-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>18.820 Mahasiswa dan Pelajar Sumut Pecahkan Rekor Muri Makan Ubi</title>
		<link>http://beritasore.com/2011/09/12/18-820-mahasiswa-dan-pelajar-sumut-pecahkan-rekor-muri-makan-ubi/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2011/09/12/18-820-mahasiswa-dan-pelajar-sumut-pecahkan-rekor-muri-makan-ubi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 04:47:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=79544</guid>
		<description><![CDATA[MEDAN (Berita): Sebanyak 18.820 mahasiswa dan pelajar dari beberapa perguruan tinggi dan sekolah di Medan berhasil masuk Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk kategori memakan ubi jalar peserta terbanyak.  Kegiatan itu digelar dalam peluncuran sosialisasi program &#8220;Manggadong&#8221; yakni  mendahulukan makan umbi-umbian terutama ubi jalar sebelum mengonsumsi nasi. Rekor memakan ubi jalar yang dipusatkan di Stadion Mini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN (Berita): Sebanyak 18.820 mahasiswa dan pelajar dari beberapa perguruan tinggi dan sekolah di Medan berhasil masuk Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk kategori memakan ubi jalar peserta terbanyak.  Kegiatan itu digelar dalam peluncuran sosialisasi program &#8220;Manggadong&#8221; yakni  mendahulukan makan umbi-umbian terutama ubi jalar sebelum mengonsumsi nasi.<span id="more-79544"></span></p>
<p>Rekor memakan ubi jalar yang dipusatkan di Stadion Mini Universitas Sumatera Uta­ra (USU) itu sekaligus juga me­nandai pembukaan Penyam­butan Ma­hasiswa Baru (PMB) Uni­versitas Sumatera Utara angkatan 2011-2012, Kamis (8/9).</p>
<p>Perwakilan Muri Awan Rahargo, mengatakan makan ubi jalar yang diikuti ribuan peserta secara serentak tersebut berhasil memecahkan rekor peserta terbanyak yang pernah digelar secara massal.</p>
<p>Sebelumnya juga pernah tercipta rekor Muri pemakan ubi jalar terbanyak dengan 10.279 peserta di Sulawesi Se­latan beberapa tahun sebe­lumnya. Namun kali ini jumlah pesertanya jauh lebih banyak sekaligus menciptakan rekor baru.</p>
<p>“Untuk itu kami menyerahkan piagam Muri kepada Ba­dan Ketahanan Pangan Sumut sebagai pemrakarsa dan pe­nye­lenggara serta USU sebagai penyelenggara pendukung ma­kan ubi jalar dengan peserta terbanyak ini,&#8221; katanya usai menyerahkan piagam di Sta­dion Mini USU kepada Rektor USU Prof Syahril Pasaribu.</p>
<p>Plt Gubernur Sumatera Uta­ra Gatot Pujo Nugroho me­ngatakan, rekor Muri tersebut bukan bentuk prestasi semata, namun juga pengakuan yang dijadikan semangat bagi pe­merintah daerah untuk lebih berbuat lagi.</p>
<p>Menurutnya Sumatera me­miliki kearifan lokal yakni Manggadong atau mengonsumsi ubi jalar sebelum makan nasi. Dengan rekor Muri ini di­harapkan kebiasaan manggadong ini dapat lebih diintensifkan lagi.</p>
<p>&#8220;Saya juga berharap rekor Muri ini dapat dijadikan mo­men­tum penting pemicu se­mangat masyarakat agar diversifikasi pangan dapat memperkuat ketahanan pangan, serta memperkuat akselerasi bagi langkah ‘Manggadong’ se­bagai kebanggaan kearifan lo­kal bangsa Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>Rektor USU Prof Syahril Pasaribu mengatakan, tahun ini USU menerima sebanyak 9.283 mahasiswa baru pada 13 fakultas yang ada di universitas negeri tertua di Sumatera itu.</p>
<p>Dengan ikut sertanya ma­hasiswa baru USU dalam pe­mecahan rekor Muri makan ubi jalar terbanyak ini diharapkan dapat menjadi pemicu untuk bisa berbuat lebih baik di masa depan.</p>
<p>&#8220;Ke depan mahasiswa USU harus bisa melakukan inovasi dan perubahan-perubanan ter­utama terhadap bahan pangan selain beras seperti halnya umbi-umbian,&#8221; katanya.</p>
<p>Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumatera Utara Ir Setyo Purwadi mengatakan, sasaran dari pelaksanaan program so­sia­lisasi tersebut adalah me­masyarakatkan pola makan Manggadong ala kearifan bu­daya lokal Sumut dalam rangka mendukung penganekara­gaman konsumsi pangan lokal.</p>
<p>Program ini juga dimaksudkan dalam rangka terwujudnya upaya membangun kesadaran pangan di lingkungan masyarakat akan manfaat konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman berbasis sumber daya dan budaya lokal. (aje)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2011/09/12/18-820-mahasiswa-dan-pelajar-sumut-pecahkan-rekor-muri-makan-ubi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Pelajar Sumut Terima Beasiswa Universitas Budi Luhur</title>
		<link>http://beritasore.com/2011/09/12/9-pelajar-sumut-terima-beasiswa-universitas-budi-luhur/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2011/09/12/9-pelajar-sumut-terima-beasiswa-universitas-budi-luhur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 04:47:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=79542</guid>
		<description><![CDATA[MEDAN (Berita): Kepala Dinas Pendidikan Pro­vinsi Sumatera Utara (Ka­dis­diksu) Drs Syaiful Syafri MM melepaskan sekaligus memberangkatkan 9 peserta penerima beasiswa pendidikan tinggi ke Universitas Budi Luhur Ja­karta di aula Kantor Disdiksu Jalan T Cik Di Tiro Medan, Kamis (8/9). Pelepasan 9 orang penerima beasiswa itu dihadiri pembina Universitas Budi Luhur Sunten Manurung yang juga mantan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN (Berita): Kepala Dinas Pendidikan Pro­vinsi Sumatera Utara (Ka­dis­diksu) Drs Syaiful Syafri MM melepaskan sekaligus memberangkatkan 9 peserta penerima beasiswa pendidikan tinggi ke Universitas Budi Luhur Ja­karta di aula Kantor Disdiksu Jalan T Cik Di Tiro Medan, Kamis (8/9).<span id="more-79542"></span></p>
<p>Pelepasan 9 orang penerima beasiswa itu dihadiri pembina Universitas Budi Luhur Sunten Manurung yang juga mantan duta besar Argentina mewakili Ketua Yayasan BPH Ka­sih Hanggoro dan Direktur Kemahasiswaan, Karier dan Alumni Deni Mahdiyan.</p>
<p>Ke-9 orang itu antara lain, Leorencius Manurung, Eric Cua­ca, Zia Muhammad Iqbal Hu­tabarat, Ria Agustina Siboro, Ika Yuliana, Martaria Sihom­bing, Er­vi­nasyah Br Tarigan, Christine Na­dya dan Ervinawati Nainggolan.</p>
<p>Syaiful Syafri mngatakan, ke-9 orang putra dan putri penerima beasiswa pendidikan tinggi itu berasal dari golongan ekonomi kurang mampu. Pem­berian beasiswa ini atas kerja sama dengan Disdiksu me­nyi­kapi komitmen Gubsu agar rakyat tidak bodoh dan punya masa depan.</p>
<p>Dia berpesan kepada anak-anak yang diberangkatkan dari Medan ini agar mampu kuliah dengan baik, menjaga nama baik Pemprovsu dan keluarga serta rajin belajar. Menurutnya ada empat hal untuk menjadi orang sukses antara lain, disiplin, tanggung jawab, jujur dan mengkaji dan mendalami tek­nologi informasi.</p>
<p>Syaiful juga berharap kepada peserta penerima beasiswa ini bila kelak sudah lulus dan berhasil hendaknya mau kembali ke Sumut untuk membangun provinsinya.</p>
<p>“Semua peserta penerima bea­siswa pendidikan tinggi ini merupakan putra dan putri terbaik Sumut yang akan me­nimba ilmu untuk kemajuan dae­rahnya,” ujar Kadisdiksu.</p>
<p>Sunten Manurung me­nyam­paikan ucapan terima kasih kepada Pemprovsu yang sudah menjalin kerja sama ini dalam rangka mnyikapi sumberdaya manusia (SDM) di dae­rah. Selain itu, Universitas Budi Luhur juga menawarkan bantuan beasiswa pendidikan gra­tis kepada Kabupaten Nias Barat.</p>
<p>Ia mengharapkan kerja sa­ma ini akan tetap berlanjut di­masa mendatang. Peserta pe­neriman beasiswa ini di antara­nya berasal dari Kota Medan, Humbahas dan Dairi. Beasiswa ini tidak mengikat mahasiswa dan memperbolehkan lulusannya untuk bekerja di tempat lain atau membangun kampung halamannya di daerah.</p>
<p>Dedi Mahdiyan menambahkan, dari 15 orang pelajar SMA yang mengikuti tes pada 25 Juni 2011 lalu hanya 9 orang yang dinyatakan lulus dan mendapatkan beasiswa pendidikan tinggi di Universitas Budi Luhur.</p>
<p>Kriteria untuk memperoleh beasiswa ini antara lain, siswa lulus UN dengan nilai rata-rata 8, lulus tes seleksi Bahasa Inggris, Matematika, psikotes dan wawancara yang berlangsung di Medan .</p>
<p>Bagi peserta yang lulus akan mendapatkan beasiwa penuh biaya kuliah selama empat tahun sesuai program studi yang diikuti selama seleksi, uang saku sebesar Rp 500 ribu per bulannya, tiket berangkat ke Jakarta dan tiket wisuda setelah tamat kuliah ditanggung Universitas Budi Luhur.</p>
<p>Pemberian beasiswa ini merupakan program ke-8, se­perti di Aceh, Kalimantan dan Makassar. Sedangkan di Sumut ini baru pertama kalinya dila­kukan. Total jumlah penerima beasiswa pendidikan tinggi ini telah mencapai 60 orang mahasiswa dengan biaya kuliah Rp 10 juta per tahun. (aje)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2011/09/12/9-pelajar-sumut-terima-beasiswa-universitas-budi-luhur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nias Barat Minta Pemprovsu Bantu Tenaga Guru</title>
		<link>http://beritasore.com/2011/09/12/nias-barat-minta-pemprovsu-bantu-tenaga-guru/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2011/09/12/nias-barat-minta-pemprovsu-bantu-tenaga-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 04:46:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=79547</guid>
		<description><![CDATA[MEDAN (Berita): Nias Barat masih kekurangan guru yang bisa menjadi tenaga pendidik di masing-masing sekolah sesuai jenjang pendidikannya. Sebab di kabupaten yang baru mekar ini memiliki sedikitnya 170 se­kolah dari berbagai ting­ka­tan, sedangkan tenaga guru dinilai masih minim. Hal itu dijelaskan Bupati A Aroziduhu Gulo SH MH di­dampingi Kadis Pendidikan Nias Barat Drs Mareti Waru­wu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN (Berita): Nias Barat masih kekurangan guru yang bisa menjadi tenaga pendidik di masing-masing sekolah sesuai jenjang pendidikannya. Sebab di kabupaten yang baru mekar ini memiliki sedikitnya 170 se­kolah dari berbagai ting­ka­tan, sedangkan tenaga guru dinilai masih minim.<span id="more-79547"></span></p>
<p>Hal itu dijelaskan Bupati A Aroziduhu Gulo SH MH di­dampingi Kadis Pendidikan Nias Barat Drs Mareti Waru­wu, Kabid Sarana dan Prasa­rana Drs Yosafati Hia dalam kunjungannya di Dinas Pen­didikan Provinsi Sumut yang diterima Kadisdiksu Drs Syai­ful Syafri MM, Kamis (8/9).</p>
<p>Hadir pada pertemuan ter­sebut antara lain, Kabid Dikdas Drs Henry Siregar MPd, Sekretaris Badan Per­pus­takaan Arsip dan Doku­mentasi (BPAD) Sumut Drs Chandra Silalahi MSi, Kasubag Umum Disdiksu Iwan Setia­wan SE MPd dan Kasi TK/SD Muhammad Najib SE.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bupati Gulo dalam kunjungannya meminta dukungan Pemprovsu agar menyiapkan tenaga guru, sarana dan prasarana pendidikan sekaligus mengharapkan perhatian Pemprovsu baik yang berhubungan dengan ruangan kelas, meja dan kursi belajar, laboratorium dan perpustakaan sekolah.</p>
<p>Sesuai data di Nias Barat kini terdapat 103 gedung SD, 43 gedung SMP, 12 gedung SMA dan 12 gedung SMK, di setiap masing-masing jenjang sekolah hampir seluruhnya kekurangan guru. Untuk itu diharapkan peran serta Dinas Pendidikan Provinsi Sumut agar bisa merealisasikan keinginan masyarakat di Nias Barat itu.</p>
<p>Menyikapi hal tersebut, Ka­disdiksu Syaiful Syafri me­ngatakan, Pemprovsu me­nyam­but baik perhatian Bu­pati Nias Barat itu terhadap mutu pendidikan sebagai upa­ya mengejar ketertingga­lan dengan daerah lain di Sumut dalam rangka me­ning­katkan pendidikan di kabupaten tersebut.</p>
<p>Untuk mendukung pendidikan di Nias Barat, Kadis­diksu meminta agar Bupati A A Gulo dapat meningkatkan de­la­pan standar pendidikan na­sional baik yang berhubungan dengan sumber daya ma­nusia (SDM), sarana maupun pra­sarana, kualitas pembelajaran.</p>
<p>Bupati Nias Barat hendak­nya segera mengirimkan data yang otentik tentang pendidikan anak usia dini (PAUD), TK, SD, SMP, SMA dan SMK yang menjadi bahan perencanaan Disdiksu dalam rangkamerekomendasikan pendidikan di bidang sarana dan prasarana maupun pe­ning­katan SDM guru di Nias Barat.</p>
<p>Disamping itu pula tambah Syaiful, Bupati Nias Barat diminta betul-betul memanfaatkan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di daerahnya, penyaluran beasiswa miskin yang disalurkan oleh Pemprovsu, ser­ta bantuan dana alokasi khu­sus (DAK) sehingga perwujudan ketertinggalan pendidikan di Nias Barat bisa dapat diminimalisir.</p>
<p>Kadisdiksu juga minta perhatian BPAD Sumut yang ikut ambil bagian untuk me­ngembangkan perpustakaan sekolah di Nias Barat. Sehing­ga semua kebutuhan pendidikan di kabupaten tersebut dapat dipenuhi dan masyara­kat dapat menikmati pendi­dikan yang layak dan bermutu. (aje)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2011/09/12/nias-barat-minta-pemprovsu-bantu-tenaga-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UI Anugerahi Doktor HC Kepada Raja Saudi</title>
		<link>http://beritasore.com/2011/08/22/ui-anugerahi-doktor-hc-kepada-raja-saudi/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2011/08/22/ui-anugerahi-doktor-hc-kepada-raja-saudi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 08:17:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=78979</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta ( Berita ) :  Universitas Indonesia (UI), Jakarta menganugerahi gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) di bidang perdamaian dan kemanusiaan kepada  Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz, pada Ahad 21 Ramadhan 1432 setelah Maghrib di negara tersebut. Penganugerahan gelar doktor tersebut diberikan langsung oleh Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. der. Soz Gumilar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta ( Berita ) :  Universitas Indonesia (UI), Jakarta menganugerahi gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) di bidang perdamaian dan kemanusiaan kepada  Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz, pada Ahad 21 Ramadhan 1432 setelah Maghrib di negara tersebut.</p>
<p><span id="more-78979"></span>Penganugerahan gelar doktor tersebut diberikan langsung oleh Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. der. Soz Gumilar Rusliwa Somantri dalam satu upacara yang diadakan di Istana Al-Safa, yang dihadiri para ulama internasional, beberapa menteri Arab Saudi, para pimpinan lembaga tinggi Arab Saudi dan para gubernur, kata siaran pers KJRI Jeddah yang diterima ANTARA, Senin [22/08].</p>
<p>Dari pihak Indonesia tampak hadir Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Gatot Abdullah Mansyur, Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah, Alwi Syihab, Konjen RI Jeddah Zakaria Anshar dan para guru besar UI.</p>
<p>Raja Abdullah menerima gelar tersebut karena dianggap berhasil memajukan Arab Saudi hingga menjadi pusat peradaban Islam moderat, mewujudkan kesetiakawanan negara Arab dan upaya kerasnya dalam merealisasikan perdamaian di Palestina.</p>
<p>Selain itu, Raja Abdullah juga dianggap berhasil mempromosikan dialog antar penganut agama untuk menciptakan perdamaian dunia dan menyerukan para pemimpin islam dan non islam untuk menghapus stereotipe teroris kepada agama Islam.</p>
<p>&#8220;Dan yang tidak kalah penting menurut Rektor UI dalam pidatonya adalah peran Raja Abdullah pada masalah kemanusiaan dan kemajuan iptek,&#8221; sebut siaran pers itu lagi. (ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2011/08/22/ui-anugerahi-doktor-hc-kepada-raja-saudi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fakultas Kedokteran UI Undang Pakar Hematologi Belanda</title>
		<link>http://beritasore.com/2011/05/03/fakultas-kedokteran-ui-undang-pakar-hematologi-belanda/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2011/05/03/fakultas-kedokteran-ui-undang-pakar-hematologi-belanda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 May 2011 08:34:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=74421</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta ( Berita ) :  Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) akan mengundang seorang pakar hematologi &#8220;stem cells&#8221; yang berasal dari The Dutch Foundation, Prof Theo JM de Witte yang akan menjadi &#8220;visiting professor&#8221; di universitas itu. Siaran pers dari Humas FKUI yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa [03/05] , menyebutkan, undangan tersebut merupakan hasil dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta ( Berita ) :  Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) akan mengundang seorang pakar hematologi &#8220;stem cells&#8221; yang berasal dari The Dutch Foundation, Prof Theo JM de Witte yang akan menjadi &#8220;visiting professor&#8221; di universitas itu.</p>
<p><span id="more-74421"></span>Siaran pers dari Humas FKUI yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa [03/05] , menyebutkan, undangan tersebut merupakan hasil dari kerja sama FKUI dan The Dutch Foundation yang telah berlangsung selama 25 tahun terakhir di bidang kesehatan dan pendidikan.</p>
<p>Prof Theo JM de Witte akan memberikan pidato bertajuk &#8220;Normal and Malignant Hematopoietic Stem Cells, Their Environment and Their Role in Stem Cell&#8221; di Aula FKUI, Jakarta Pusat, Rabu (4/5).</p>
<p>De Witte lahir pada 26 April 1947. Beliau menyelesaikan pendidikan dokternya pada tahun 1974 di Universitas Nijmegen, Belanda.  Ia kemudian menjalani pendidikan di Departemen Internal Medicine St Radboudhospital Nijmegen pada 1977 dan 1980.</p>
<p>Berawal dari ini, Prof de Witte kemudian mengambil spesialisasi penyakit dalam dan menyelesaikan spesialisnya pada 1980. Selanjutnya, ia bergabung dalam tim penelitian di Departemen Hematology University Hospital Nijmegen dalam penelitian &#8220;Cryopreservation of Autologous Bone Marrow for Bone Marrow Ablative Treatment of Leukaemias&#8221;.</p>
<p>Setelah menyelesaikan tesisnya pada 1983 dengan judul &#8220;Physical Elimination of Lymphocytes from Human Bone Marrow. A New Approach to Prevention of Graft Versus Host Disease in Allogeneic Bone Marrow Transplantation&#8221;, ia resmi menjadi staf pengajar Departemen Penyakit Dalam, University Hospital Nijmegen.</p>
<p>Pada November 1986, beliau menerima Leukimia Research Award dari Bekalis-foundation. Berbagai keikutsertaan beliau dalam bidang kesehatan akhirnya membawa beliau meraih gelar guru besar.  Ia dikukuhkan pada 1 Oktober 1990 dan menyampaikan &#8220;inaugural speech&#8221;-nya yang berjudul &#8220;Treatment of Leukimia. An Immunological Battle&#8221;.</p>
<p>FKUI mengutarakan harapannya agar kunjungan Prof de Witte akan berdampak yang baik bagi para praktisi kesehatan, terutama bidang hematologi &#8220;stem cells&#8221; dan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. ( ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2011/05/03/fakultas-kedokteran-ui-undang-pakar-hematologi-belanda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UNAS-LIC Gelar Pekan Kebudayaan China</title>
		<link>http://beritasore.com/2011/04/19/unas-lic-gelar-pekan-kebudayaan-china/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2011/04/19/unas-lic-gelar-pekan-kebudayaan-china/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 09:31:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=73812</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta ( Berita ) :  Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional bekerja sama dengan Lembaga Indonesia China (LIC) menggelar pekan budaya China ke-II untuk lebih mempererat hubungan antarkedua negara. &#8220;Ini merupakan pekan budaya China ke-II yang diselenggarakan Unas yang diharapkan mampu mendorong saling pemahaman antardua negara, dan kita akan selenggarakan secara tahunan,&#8221; Kata Dekan Fakultas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta ( Berita ) :  Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional bekerja sama dengan Lembaga Indonesia China (LIC) menggelar pekan budaya China ke-II untuk lebih mempererat hubungan antarkedua negara.</p>
<p><span id="more-73812"></span>&#8220;Ini merupakan pekan budaya China ke-II yang diselenggarakan Unas yang diharapkan mampu mendorong saling pemahaman antardua negara, dan kita akan selenggarakan secara tahunan,&#8221; Kata Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional (Unas), Wahyu Wibowo, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa [19/04].</p>
<p>Pekan Budaya China ke-II kali ini akan berlangsung di Kampus Universitas Nasional Jakarta selama dua hari yaitu pada 27-28 April 2010 dan gratis bagi masyarakat.</p>
<p>Dalam pekan budaya tersebut, selain disuguhkan Bazar, pameran lukisan kaligrafi China, pameran buku-buku China dan pertunjukan seni kedua negara juga akan disuguhi dengan seminar dan bedah buku mengenal China.</p>
<p>Tak lupa pula pameran pendidikan yang diikuti oleh 15 universitas ternama asal China yaitu Nanjing University, Nanjing Normal University, Nanjing Xiaozhuang University, nanjing University of Information Science and Technology, Nanjing Medical University dan Nanjing Southeast University.</p>
<p>Beijing Union University, No 39 Middle School Of Beijing, Beijing Normal University, Beijing University, Renmin University, Beijing Union University, Beijing Foreign Studies University, China Radio International dan University of International Bussiness anEconomics.</p>
<p>Direktur Departemen Sosial dan Budaya Lembaga Indonesia China Mak Paiman dalam konferensi pers mengatakan pihaknya sangat mendukung adanya pekan budaya China yang diselenggarakan Unas tersebut.</p>
<p>&#8220;Lembaga Indonesia China memandang kegiatan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan dunia pendidikan, khususnya mempelajari bahasa maupun budaya China. Untuk itu, Lembaga Indonesia China punya tanggung jawab untuk berpartisipasi turut mendukung acara tersebut,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, bahasa Mandarin saat ini tengah mendunia terutama di dunia bisnis setelah China kini menjadi salah satu lokomotif dan raksasa ekonomi dunia.</p>
<p>Kepala Program Diploma III Studi Bahasa Mandarin Unas Titi Rahardjanti mengatakan, acara pekan budaya China merupakan program tahunan yang telah direncanakan untuk menarik minat masyarakat terhadap budaya dan bahasa China.</p>
<p>Menurut dia, Unas yang baru memiliki Program Diploma Bahasa China pada 2009, telah menggelar acara pekan budaya China I pada 2010 dan akan diteruskan pada 2011 ini. (ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2011/04/19/unas-lic-gelar-pekan-kebudayaan-china/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Unimed Ajukan 3 Nama Calon Rektor Ke Mendiknas</title>
		<link>http://beritasore.com/2011/04/12/unimed-ajukan-3-nama-calon-rektor-ke-mendiknas/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2011/04/12/unimed-ajukan-3-nama-calon-rektor-ke-mendiknas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Apr 2011 08:35:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=73508</guid>
		<description><![CDATA[MEDAN (Berita): Rapat Senat Universitas Negeri Medan (Unimed) akhirnya  menghasilkan tiga nama calon rektor Unimed periode 2011-2015 yang akan diajukan ke Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas). Ketiga nama itu yakni Prof. Ibnu Hajar MSi, Prof Amrin Saragih, MA,PhD, dan Prof Abdul Hamid K.Mpd yang memeroleh hasil suara terbanyak diantara tiga calon lainnya. Berdasar rapat senat yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN (Berita): Rapat Senat Universitas Negeri Medan (Unimed) akhirnya  menghasilkan tiga nama calon rektor Unimed periode 2011-2015 yang akan diajukan ke Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas).</p>
<p><span id="more-73508"></span>Ketiga nama itu yakni Prof. Ibnu Hajar MSi, Prof Amrin Saragih, MA,PhD, dan Prof Abdul Hamid K.Mpd yang memeroleh hasil suara terbanyak diantara tiga calon lainnya. Berdasar rapat senat yang dihadiri 65 orang,</p>
<p>Prof Ibnu Hajar MSi memeroleh 28 suara, Prof. Amrin Saragih MA,PhD (19), Prof. Abdul Hamid K.MPd (11), Prof Khairil Ansari MPd (4), Prof. Berlin Sibarani MPd (1), sedangkan Prof Albinus Silalahi MS yang Walk Out (WO).</p>
<p>Ketua Tim Penjaringan Rektor Unimed 2011 &#8211; 2015, Drs Chairul Azmi Hutasuhut MPd, Senin [11/4] siang  di kampus Jalan Willem Iskander Medan Estate mengatakan dari 66 anggota senat Unimed, yang hadir saat melakukan penyaringan 3 nama calon rektor hanya 64 orang.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya 66 anggota senat. Tapi pak Syawal Gultom sudah tidak dihitung lagi, jadinya 65 suara. Dari jumlah tersebut 1 orang abstein, yakni pak Albinus abstein karena keluar dari rapat. Sehingga jumlahnya 63 suara,&#8221; jelasnya kepada wartawan usai rapat senat.</p>
<p>Dia juga menyampaikan bahwa pemilihan rektor Unimed yang sudah direncanakan pada 12 April 2011 diundur berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 466/E/T/2011 tentang perubahan jadwal pemilihan dan pelantikan rektor Unimed.</p>
<p>Chairul mengatakan dalam surat tersebut disebutkan pemilihan akan dilakukan 2 minggu setelah penyaringan disampaikan kepada Mendiknas yakni berkas visi dan misi. &#8220;Pengiriman berkas ketiga calon rektor akan disampaikan paling lambat Rabu ini ke mendiknas,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Sementara itu, seperti yang diketahui bahwa masa tugas Rektor Unimed, Syawal Gultom sudah berakhir pada hari ini (12/4). Chairul mengatakan setelah ini mendiknas juga akan mengeluarkan surat siapa yang akan menjadi pelaksana tugas (Plt) rektor Unimed. &#8220;Hal ini sesuai dengan permendiknas nomor 24 tahun 2010,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Ketika dijumpai usai rapat senat, salah seorang bakal calon rektor tidak terpilih, Khairil Ansari mengaku tidak mengikuti kesempatan pemilihan rektor diputaran selanjutnya. Menurutnya, mengapa dia tidak terpilih dikarenakan visi dan misi yang diajukan tidak ada perubahan, masih tetap sama. &#8220;Mungkin itu juga, visi dan misi saya tidak berubah. Tidak ada persoalan siapapun yang menjadi rektor nantinya,&#8221; katanya sembari tersenyum.</p>
<p>Prof Albinus Silalahi MS yang walk out (wo) sebelum berakhirnya rapat senat sempat menyampaikan pernyataan dihadapan para pendemo. Dia merasa proses pemilihan rektor kali ini sudah diluar hati nuraninya dan tidak sesuai dengan peraturan. &#8220;Pemilihan rektor kali ini tidak rasional dan dipaksakan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>sebab itulah, dia memutuskan untuk meninggalkan ruang sidang meskipun para anggota senat lainnya tidak terima. Menurutnya, para anggota senat lebih mendengarkan aspirasi dari pendemo yang ada di luar gedung dan menunda pemilihan rektor serta meminta kepada Mendiknas untuk menunjuk Plt secepatnya.</p>
<p>Sebelumnya, masa penjaringan pendaftaran Rektor Unimed  periode 2010 &#8211; 2011, yang dilakukan pada tanggal 4 &#8211; 8 April 2011 telah berakhir.   Tim Penjaringan Rektor Unimed telah menerima pendaftaran 6 calon Rektor dalam tahap  penjaringan. &#8220;Keenam calon itu telah memenuhi persyaratan administrasi sesuai dengan peraturannya,&#8221;  kata</p>
<p>Disebutkan Chairul, ke 6 calon rektor yang terdaftar, yakni Prof Amrin Saragih MSi, Prof DR Khairil Ansari MPd, Prof DR Albinus Silalahi MS, Prof DR Berlin Sibarani MPd, Prof Dr Ibnu Hajar MSi dan Prof DR Hamid MPd.(aje)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2011/04/12/unimed-ajukan-3-nama-calon-rektor-ke-mendiknas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KBRI Jajaki Kerja Sama Pendidikan Dengan Uzbekistan</title>
		<link>http://beritasore.com/2011/04/06/kbri-jajaki-kerja-sama-pendidikan-dengan-uzbekistan/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2011/04/06/kbri-jajaki-kerja-sama-pendidikan-dengan-uzbekistan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 08:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=73396</guid>
		<description><![CDATA[Kairo ( Berita ) :  Duta Besar RI untuk Uzbekistan, M. Asruchin, pada akhir pekan lalu bertemu dengan Rektor Universitas Islam Tashkent (TIU) Ravshan Vokhidovich Abdullaev guna menjajaki kerja sama pendidikan. &#8220;Dalam pertemuan tersebut kedua pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti kerja sama, misalnya dalam bentuk saling kunjung antara rektor dan dosen, pertukaran pelajar, serta kegiatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kairo ( Berita ) :  Duta Besar RI untuk Uzbekistan, M. Asruchin, pada akhir pekan lalu bertemu dengan Rektor Universitas Islam Tashkent (TIU) Ravshan Vokhidovich Abdullaev guna menjajaki kerja sama pendidikan.</p>
<p><span id="more-73396"></span>&#8220;Dalam pertemuan tersebut kedua pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti kerja sama, misalnya dalam bentuk saling kunjung antara rektor dan dosen, pertukaran pelajar, serta kegiatan ilmiah dengan universitas terkait di Indonesia,&#8221; kata siaran pers KBRI Tashkent yang diterima ANTARA Kairo, Rabu [06/04].</p>
<p>KBRI akan mengusahakan pengadaan nota persepahaman (MoU) antara TIU dan universitas serupa di Indonesia, katanya.</p>
<p>Dikatakan bahwa kunjungan ke universitas ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan hubungan bilaral kedua negara khususnya dalam bidang sosial-budaya dan pendidikan.</p>
<p>Sementara itu, Rektor TIU Ravshan Abdullaev menjelaskan bahwa lembaga pendidikan di bawah pimpinannya yang didirikan pada 2000 telah memiliki MoU dengan beberapa perguruan tinggi luar negeri, antara lain dengan Waseda University Jepang, Malaysia Islamic Unversity, serta universitas dari UAE dan Amerika Serikat.</p>
<p>Saat ini di TIU terdapat 5 pengajar asing, yaitu dua orang dari Jepang dan tiga orang dari Mesir.</p>
<p>Sebelum mengunjungi kampus TIU, Dubes melakukan pertemuan dengan Direktur Academic Lyceum, Akbar Kazakhbaev.</p>
<p>Academic Lyceum adalah lembaga pendidikan setingkat akademi di bawah TIU, yang menyiapkan para lulusannya untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi, berbeda dengan fungsi College yang merupakan lembaga pendidikan kejuruan/profesi untuk mempersiapkan lulusannya memasuki lapangan kerja sesuai bidangnya.</p>
<p>Pada Academic Lyceum terdapat tujuh jurusan bahasa, yaitu Bahasa Rusia, Modern Language, Inggris, Arab, Ilmu Pasti, Ilmu Alam dan Ilmu Sosial.</p>
<p>Setiap Lyceum berada di bawah tanggung jawab salah satu perguruan tinggi sebagaimana Academic Lyceum yang berada di bawah TIU dan mendapat bantuan tenaga pengajar, bahan pelajaran dan sebagainya dari TIU.</p>
<p>Namun demikian, untuk melanjutkan ke TIU, lulusan Academic Lyceum tetap harus mengikut ujian masuk sebagaimana pendaftar lainnya.</p>
<p>Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan pelajar asing belajar di Academic Lyceum, Kazakhbaev menjelaskan, siswa dari negara lain bisa belajar di Lyceum dengan mengajukan berkas-berkas dokumen pendidikan yang telah dilegalisasi oleh Kementerian Pendidikan Uzbekistan.</p>
<p>Penerimaan siswa asing pada Lyceum tergantung sepenuhnya pada keputusan Kementerian Pendidikan dan tanpa melalui ujian masuk.</p>
<p>Adapun bahasa pengantar di kelas adalah bahasa Uzbek, tetapi ada juga Lyceum ataupun perguruan tinggi di Uzbekistan yang menggunakan pengantar bahasa Rusia atau Inggris, katanya. (ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2011/04/06/kbri-jajaki-kerja-sama-pendidikan-dengan-uzbekistan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UI Jalin Kerja Sama Dengan Universitas Ceko</title>
		<link>http://beritasore.com/2011/03/31/ui-jalin-kerja-sama-dengan-universitas-ceko/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2011/03/31/ui-jalin-kerja-sama-dengan-universitas-ceko/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 08:49:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=73175</guid>
		<description><![CDATA[London ( Berita ) :  Universitas Indonesia menjalin kerja sama dengan dua universitas di Ceko dalam kegiatan pertukaran mahasiswa, pengajar, dan informasi ilmiah. Keterangan pers dari KBRI Praha, Republik Ceko, yang diterima ANTARA London, Kamis [31/03], menyebutkan, tawaran tersebut disampaikan Ketua Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia Dr Hariyadi Wirawan saat berkunjung ke Ceko. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>London ( Berita ) :  Universitas Indonesia menjalin kerja sama dengan dua universitas di Ceko dalam kegiatan pertukaran mahasiswa, pengajar, dan informasi ilmiah.</p>
<p><span id="more-73175"></span>Keterangan pers dari KBRI Praha, Republik Ceko, yang diterima ANTARA London, Kamis [31/03], menyebutkan, tawaran tersebut disampaikan Ketua Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia Dr Hariyadi Wirawan saat berkunjung ke Ceko.</p>
<p>Kunjungan Dr Hariyadi Wirawan ke Praha sebagai bagian dari upaya sosialisasi keketuaan Indonesia untuk ASEAN tahun 2011 dalam rangka diseminasi informasi mengenai Politik Luar Negeri RI.</p>
<p>Selama di Praha, Dr Hariyadi Wirawan memberikan kuliah umum secara interaktif kepada mahasiswa Universitas Ekonomi Ceko (VSE) yang berhasil memikat 40 mahasiswa tingkat master Jurusan Ilmu Hubungan Internasional.</p>
<p>Dubes RI untuk Ceko, Emeria Siregar, menyebutkan bahwa kuliah umum itu ditujukan untuk memperkenalkan Indonesia kepada generasi muda Ceko, selain menginformasikan keketuaan Indonesia untuk ASEAN pada tahun 2011.</p>
<p>Ia menilai secara umum mahasiswa yang hadir mengenal Indonesia, namun belum memahami sepenuhnya, terlebih tentang ASEAN dan perkembangannya mewujudkan ASEAN Community tahun 2015.</p>
<p>Oleh karena itu dirasa penting memperkenalkan Indonesia dan ASEAN melalui berbagai kegiatan di Ceko, ujarnya.</p>
<p>Dalam paparannya, Dr Hariyadi Wirawan menjelaskan tentang politik luar negeri Indonesia, sejarah dan perkembangan ASEAN serta program yang akan dilakukan selama keketuaan Indonesia guna mencapai tujuan ASEAN Community 2015.</p>
<p>Dijelaskan pula berbagai tantangan yang harus dijawab oleh ASEAN terutama ketika dibawah kepemimpinan Indonesia tahun ini.</p>
<p>Dr Wirawan menjelaskan perkembangan East Asia Summit yang mulai menyertakan Rusia dan Amerika Serikat sebagai anggota baru tahun ini.</p>
<p>Antusiasme mahasiswa terlihat dari pertanyaan yang dilontarkan di antaranya isu penanggulangan terorisme, peran Indonesia dalam penyelesaian konflik internal dan masalah pendidikan di Indonesia.</p>
<p>Menjawab pertanyaan itu, Dr Wirawan menjelaskan, akar permasalahan dan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah RI dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut.</p>
<p><strong><em>Kerja sama </em></strong></p>
<p>Kerja sama antara UI dan VSE, selain penyelenggaraan pertukaran mahasiswa dan pengajar, Wakil Dekan Faculty of Arts VSE, Dr Vaclav Kaspar, mengundang Dr Hariyadi Wirawan menjadi dosen tamu selama beberapa minggu di universitas tersebut.</p>
<p>Sementara itu Direktur Jan Masaryk Center for International Studies di VSE, Zuzana Lehmanova, mengundang kandidat Doktor untuk turut berpartisipasi pada konferensi yang mereka selenggarakan.</p>
<p>Selain itu, Universitas Indonesia juga menggandeng Universitas South Bohemia di Kota Ceske Budejovice untuk melakukan kerja sama antar universitas dengan kegiatan pertukaran mahasiswa, pengajar dan pertukaran informasi ilmiah.</p>
<p>Memorandum of Understanding antara kedua universitas tersebut diharapkan dapat segera ditandatangani.</p>
<p>Tawaran kerja sama itu disampaikan Rektor Universitas South Bohemia, Magdalena Hrabankova, dalam pertemuannya dengan Dubes RI Emeria Siregar dan Dr Hariyadi Wirawan.</p>
<p>Dubes Emeria Siregar menyebutkan selain menyosialisasikan di VSE, keketuaan Indonesia di ASEAN akan terus disosialisasikan di berbagai universitas, think tank dan berbagai kalangan lain di Ceko. ( ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2011/03/31/ui-jalin-kerja-sama-dengan-universitas-ceko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Butuh 30 Tahun Ke Level SBI</title>
		<link>http://beritasore.com/2011/03/15/butuh-30-tahun-ke-level-sbi/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2011/03/15/butuh-30-tahun-ke-level-sbi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 08:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=72360</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta ( Berita ) :  Anggota Komisi X DPR RI (bidang pendidikan) Ferdiansyah mengatakan, Indonesia membutuhkan proses khusus dan diperkirakan memakan waktu 30 tahun untuk sebuah sekolah bisa meningkat ke level Sekolah Berstandar Internasional atau SBI.  &#8221;Ada beberapa tahapan yang harus dilalui,&#8221; katanya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa [15/03]. Itupun, menurutnya, setiap tahapan diperlukan waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta ( Berita ) :  Anggota Komisi X DPR RI (bidang pendidikan) Ferdiansyah mengatakan, Indonesia membutuhkan proses khusus dan diperkirakan memakan waktu 30 tahun untuk sebuah sekolah bisa meningkat ke level Sekolah Berstandar Internasional atau SBI.  &#8221;Ada beberapa tahapan yang harus dilalui,&#8221; katanya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa [15/03].</p>
<p><span id="more-72360"></span>Itupun, menurutnya, setiap tahapan diperlukan waktu enam tahun, karena ada beberapa proses yang perlu dilengkapi.  &#8221;Jadi secara waktu, sekali lagi, menjadi SBI dibutuhkan waktu 30 tahun. Bukan seperti yang sekarang, asal aja mengajukan diri menjadi SBI,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, lanjutnya, sebuah SBI harus mengalokasikan bagi yang tidak mampu tapi berprestasi, misalnya 10 presen. &#8220;Dengan demikian, SBI juga membuka akses bagi yang tidak mampu,&#8221; tegas politisi Partai Golkar ini.</p>
<p>Ia menyatakan bahwa secara prinsip setuju dengan apa yang dikatakan Menteri Pendidikan Nasional (Mediknas).  &#8221;Namun perlu diingat, bahwa SBI itu adalah amanat dari pasal 50 ayat (3) Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas),&#8221; katanya.</p>
<p>Hanya saja, menurutnya, di dalam penerapannya, terkesan Pemerintah selama ini tidak pernah mengkaji secara mendalam arti  tentang bertaraf internasional itu.  &#8221;Oleh karena itu, untuk selanjutnya, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus mengkaji secara menyeluruh tentang sekolah bertaraf internasional,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di antaranya, lanjutnya, harus mempersiapkan dulu kepala sekolah dan guru, sarana-prasarana, kurikulum serta silabus. &#8220;Jadi pada hakekatnya, secara ideal seharusnya sekolah bertaraf internasional harus didasarkan tahapan yang cukup matang. Misalnya dimulai dari sekolah yang sudah berakreditasi A, kemudian rintisan standar nasional, sekolah standar nasional, rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI), baru SBI,&#8221; jelasnya.  Setiap tahapan, demikian Ferdiansyah, memerlukan proses waktu sekitar enam tahun. (ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2011/03/15/butuh-30-tahun-ke-level-sbi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia-Australia Bahas Peningkatan Kerja Sama Pendidikan</title>
		<link>http://beritasore.com/2011/03/10/indonesia-australia-bahas-peningkatan-kerja-sama-pendidikan/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2011/03/10/indonesia-australia-bahas-peningkatan-kerja-sama-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 10:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=72160</guid>
		<description><![CDATA[Perth, ( Berita ) :  Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat untuk meningkatkan hubungan pendidikan kedua negara yang selama ini telah berjalan baik. &#8220;Pendidikan memainkan peranan penting bagi hubungan kedua negara dalam upaya membangun hubungan masyarakat dengan masyarakat serta mengembangkan saling pengertian lebih besar antara dua negara,&#8221; kata Menteri Pendidikan Australia Senator Chris Evans, di Perth, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perth, ( Berita ) :  Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat untuk meningkatkan hubungan pendidikan kedua negara yang selama ini telah berjalan baik.</p>
<p><span id="more-72160"></span>&#8220;Pendidikan memainkan peranan penting bagi hubungan kedua negara dalam upaya membangun hubungan masyarakat dengan masyarakat serta mengembangkan saling pengertian lebih besar antara dua negara,&#8221; kata Menteri Pendidikan Australia Senator Chris Evans, di Perth, Australia, Kamis [10/03].</p>
<p>Hal tersebut diungkapkannya usai dirinya melakukan pembicaraan dengan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Pendidikan Nasional M Nuh.</p>
<p>Menurutnya, Indonesia adalah mitra penting dan keuntungan kedua negara terutama didapat dari pertukaran ekonomi dan sosial yang datang dari kedua masyarakat dengan cara pertukaran pengalaman pendidikan.</p>
<p>&#8220;Wakil Presiden Boediono memiliki sejarah lama di Australia di bidang pendidikan pada sejumlah universitas di sini termasuk juga pada almamaternya University of Western Australia,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, pendidikan tetap menjadi &#8220;bendera&#8221; hubungan bilateral kedua negara dan Australia akan melanjutkan  upaya kerjasama penting ini di masa mendatang.</p>
<p>Dikatakan senator pula, kerjasama pendidikan Australia dan Indonesia memainkan peranan penting dalam meningkatkan kehidupan ratusan hingga ribuan pelajar Indonesia.</p>
<p>&#8220;Hingga 2015 kerjasama investasi pendidikan akan mencapai 500 juta dolar Australia yang digunakan untuk membangun dan memperluas sekolah, pelatihan guru serta mempromosikan pluralisme dan toleransi di Indonesia,&#8221; kata Evans.</p>
<p>Australia saat ini tetap menjadi salah satu tujuan utama bagi pelajar Indonesia dengan lebih 18 ribu mahasiswa yang tercatat di sejumlah institusi Australia  selama 2010.</p>
<p>Pendaftaran mahasiswa dari Indonesia, katanya, terus berlanjut dan meningkat dan Australia menyambut baiuk pertukaran budaya, sosial serta akademik. Pemerintah Australia, katanya, komitmen untuk mendorong mahasiswa Australia juga berkeinginan menyelesaikan studi di Indonesia. (ant )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2011/03/10/indonesia-australia-bahas-peningkatan-kerja-sama-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknik Elektro ITM Siap Produksi Lampu Hias Berbasis Mikrokontroller</title>
		<link>http://beritasore.com/2011/02/24/teknik-elektro-itm-siap-produksi-lampu-hias-berbasis-mikrokontroller/</link>
		<comments>http://beritasore.com/2011/02/24/teknik-elektro-itm-siap-produksi-lampu-hias-berbasis-mikrokontroller/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 08:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dikbud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritasore.com/?p=71503</guid>
		<description><![CDATA[MEDAN (Berita): Satu lagi inovasi diciptakan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut Teknik Medan (FTI ITM). Lampu hias berbasis  mikrokontroller dibuat Jhon Fradinar Purba hasil aplikasi skripsinya berjudul Perancangan Lampu Hias Motif Water Flower Light dengan menggunakan Mikrokontroller AT89S51. Jhon memaparkan hasil karyanya itu sebagai tugas akhir seminar skripsi syarat memeroleh gelar sarjana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN (Berita): Satu lagi inovasi diciptakan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut Teknik Medan (FTI ITM). Lampu hias berbasis  mikrokontroller dibuat Jhon Fradinar Purba hasil aplikasi skripsinya berjudul Perancangan Lampu Hias Motif Water Flower Light dengan menggunakan Mikrokontroller AT89S51.</p>
<p><span id="more-71503"></span>Jhon memaparkan hasil karyanya itu sebagai tugas akhir seminar skripsi syarat memeroleh gelar sarjana teknik Program S-1 di fakultas tersebut di ITM, Sabtu [19/2].Lampu hias itu dipertunjukkannya di hadapan dosen pembimbing Ketua Jurusan Teknik  Elektro ITM Ir Hermansyah MT MM, penguji I yang juga Sekretaris Jurusan Ir Suhelmi, MM dan penguji II Pardamean Sinurat ST MT.</p>
<p>Menurut Jhon, perkembangan teknologi dalam hal elektronik mikro memberikan peluang diciptakannya berbagai peralatan yang bermanfaat dengan nilai ekonomi yang rendah. Selain itu dapat diprogram ulang sesuai dengan fungsi dan corak yang diinginkan.</p>
<p>&#8220;Saya punya ide  untuk merancang suatu alat yang berfungsi memperindah dekorasi taman. Inilah dia,lampu bergerak dengan motif-motif tertentu dan variasi gerak yang dapat diprogram sesuai keinginan,&#8221; ungkapnya kepada wartawan usai seminar skripsi di kampus ITM.</p>
<p>Dalam merealisasikan sistem pengendali dengan menggunakan mikrokontroller, Jhon berpendapat perlu dilakukan pembuatan software atau program.</p>
<p>Dia menjelaskan, program dibuat dengan menggunakan editor yang paling sederhana yaitu, notepad yang ditulis dengan perintah-perintah sesuai aturan assembly (ASM51). Kemudian file notepad tersebut dikompail menjadi bahasa atau kode mesin yang selanjutnya di download ke IC mikrokontroller.</p>
<p>Mikrokontroler sebagai suatu terobosan teknologi mikroprosesor dan  mikrokomputer terbaru hadir memenuhi kebutuhan pasar (market need). Sebagai teknologi terbaru dengan teknologi semikonduktor dengan kandungan transistor lebih banyak namun hanya membutuhkan ruang kecil sebagai wadah penempatannya serta dapat diproduksi secara masal (dalam jumlah banyak) sehingga harganya lebih murah (dibandingkan mikroprosesor).</p>
<p>Menurut dia, mikrokontroller sangat cocok diterapkan untuk mengontrol berbagai peralatan canggih dibandingkan dengan komputer PC, karena efektivitas dan kefleksibelannya yang tinggi.</p>
<p>Dijelaskannya, sistem yang dirancang menggunakan pengendali mikrokontroller dapat diprogram ulang, sehingga corak maupun pola gerak lampu dapat diubah dengan mengganti program yang telah dibuat dengan menggunakan bahasa assembly.</p>
<p>Kajur Teknik Elektro ITM Ir Hermansyah MT MM menyatakan pihaknya siap bekerjasama dengan instansi tertentu dalam pengembangan penelitian dan bisnis jika layak dilakukan. Dia menegaskan Teknik Elektro  ITM juga siap memproduksi lampu hias berbasis mikrokontroller tersebut.</p>
<p>&#8220;Hasil karya mahasiswa kami berupa lampu hias ini dapat dipasarkan ke lingkungan pemerintah seperti dinas pertamanan, pihak developer real estate maupun untuk perumahan pribadi,&#8221; tuturnya. (aje)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritasore.com/2011/02/24/teknik-elektro-itm-siap-produksi-lampu-hias-berbasis-mikrokontroller/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
